Dua perempuan duduk berhadapan..baru saling mengenal, tidak tau topik apa yang pantas untuk dibicarakan..apakah pelajaran disekolah yang menyebalkan atau pekerjaan kantor yang terasa kadang membosankan...Diawali dengan saling melempar senyum pengganti salam hangat lambang pertemanan..suasana mencair setelah datang secangkir kopi panas dan segelas susu coklat..seorang wanita dewasa minum susu dan menraktir anak usia 12 tahun minum kopi..(hahahahahahha), tapi begitulah hidup, terkadang tidak harus menjadi dewasa dengan hal2 yang melambangkan kedewasaan..
hidup , tidak pernah memilih untuk ditemani oleh hal yang sepadan, kau bisa saja menjadi anak 12 tahun dan kembali menjadi anak sekolahan yang pusing karena PR dan teman sekelas yang jahilnya membuatmu terkadang ingin membunuhnya,..atau mencoba menjadi wanita berusia 24 tahun yang sibuk memikirkan pekerjaan sambil berharap memiliki sebuah rumah dengan mobil mewah yang terparkir dihalaman depannya..
Awalnya aku berfikir akan sangat sulit menemukan teman ditempat baru yang belum pernah aku kunjungi sebelumnya.. dan pada kenyataannya memang benar, aku tidak menemukan teman disni..Tapi, aku sadar aku tidak menemukan teman, karena aku memberikan batasan terhadap pertemanan itu sendiri teman "seusiaku"..aku kembali melihat sekelilingku melihat apa yang ada dan melupakan apa yang belum aku peroleh.. Ternyata Sang Pencipta membawaku masuk untuk kembali mengenang siapa aku di usia 12 tahun, apa yang aku impikan, apa yang aku cita2kan..seperti mengetuk kembali pintu masa laluku agar membuatku mensyukuri apa yang sudah aku dapatkan, melebihi apa yang aku harapkan pada saat aku berusia 12 tahun.. aku mengenakan seragam putih-biru berjalan kaki menuju sekolah, merunduk dan tidak berani menghadapi dunia karena membuatku sedih dengan segala ketidakberadaanku..setiap hari aku membayangkan kelak aku hidup lebih baik, memiliki pekerjaan yang membanggakan orang tuaku, mengenakan seragam yang bersih dan rapi, mengenakan sepatu kulit hitam..Aku memikirkannya sembari mendengarkan guruku menerangkan pelajaran sejarah, math, geografi atau d saat melukis di kelas seni yang sangat aku gemari...
Kemudian, aku mencoba kembali menemukan diriku diusiaku 24 tahun.. aku memperoleh pekerjaan yg aku pilih sendiri, berusaha lulus dan menjalani masa training dengan sungguh-sungguh hingga aku bisa sampai disini.. Aku bisa berbagi rezeki dengan orang2 yang aku kasihi, bisa membeli makanan apapun yang aku suka, aku sudah memiliki sepasang sepatu kulit berwarna hitam..Aku memiliki tempat tinggal yang nyaman, kamar yang memiliki AC dan semua fasilitas melebihi apa yang pernah aku bayangkan..
kemudian aku memandangi anak perempuan 12 tahun itu, aku lihat tatapan matanya, tiba2 aku bisa kembali menjadi siapa aku 12 tahun yang lalu-yang hanya memiliki uang Rp.1000 di genggamanku dan berharap bisa membeli ice cream dengan uang segitu (karena itulah sampai skarang aku tidak suka ice cream-menurutku itu makanan mahal, walaupun aku bisa saja membeli seratus ice cream saat ini)dan betapa aku terlalu mengutuk kehidupanku yang sekarang tanpa aku tau bahwa akulah yang telah membawaku hingga sperti sekarang ini..dan aku tidak harus merasa kekurangan atas apa yang sudah aku miliki saat ini..Aku hanya perlu bersyukur dan menjalani sisa hidupku untuk membahagiakan tangan2 Tuhan yang berada disekelilingku..
Setiap kali aku duduk bersamanya aku merasa bahagia, karena aku bisa kembali mengenang siapa aku..dan penuh rasa syukur atas keberadaanku yang sekarang..segelas susu panas dan secangkir kopi sepertinya pilihan yang pas untuk ku dan teman separuh umurku...
Terima kasih untuk teman 12 tahun ku..u're my trully friend, my sister and sometimes my daughtr.. :)