Apa aku
adalah orang yang salah pada situasi yang sudah benar atau aku adalah orang
benar yang berada pada situasi yang salah..
Aku tidak
mengerti politik yang dengannya orang-orang ini berfikir untuk melakukan
hal-hal yang menyelamatkan diri mereka sendiri..
Aku tidak
mengerti bersilat lidah yang dengannya bisa menjadikan aku terlihat lebih
rendah
Aku tidak
mengerti cara “bermuka dua” yang membuatnya lebih mudah untuk mempermainkan
musuh dan kawan..
Aku hanya
mengikuti apa yang aku pikir dengan hati dan intuisi. Berjalan pada tujuan yang
diputuskan orang lain dengan alamat sesuai dengan keinginan mereka para
pemangku kekuasaan atas aku didunia ini. Mereka melebihi Tuhan, sehingga aku
tidak bisa mengutarakan isi hatiku sedang
Tuhan sudah lebih dahulu mendengar aku.
Aku tidak
seperti kalian yang memiliki tempat bertanya untuk pandangan kalian yang biasa
terhadap dunia dan kehidupannya. Aku
tidak bisa mengutarakannya karena kalian tidak melihat dunia sebagaimana Tuhan
memperlihatkan dunia kepadaku. Dengan mudah kalian akan menganggapku bergitu
tidak sopan, berantakan dan tidak beraturan.
Ya aku tidak
sopan karena aku mendengarkan kata hatiku..
Ya aku
berantakan atas tindakanku yang memperhatikan orang-orang dalam duniaku dan
melupakan seorang Rini dalam diriku sendiri
Ya aku tidak
beraturan atas sikapku yang mengikuti perilaku manusia dari Negara maju
Ya dan aku
tidak menyangkal..
Ya dan aku
juga tidak menyesal..
Kemudian akan
disebut apakah manusia-manusia seperti kalian..
Aku tidak
bisa memaksa orang lain atas kelemahan mereka. Sementara kalian akan memandang
itu adalah kelemahanku. . Aku orang yang mudah untuk diajak kompromi. Sementara
kalian akan menganggap bahwa aku terlalu
lunak dan pengecut. Dan aku akan selalu mendengarkan kalian karena aku selalu
membuka hatiku untuk bisa menjabat erat kalian. Walau pada akhirnya genggamanku
dilepaskan saat kalian sudah kembali
kokoh dan berdiri.
Dan begitulah dunia berserta “kalian”
