Minggu, 06 Oktober 2013

VIETNAM & CAMBODIA


TRIP VIETNAM DAN CAMBODIA

Sepertinya setiap tahun tepatnya di Bulan Mei, kaki ku sedikit gatal untuk melakukan perjalanan alakadarnya ke Negara-negara tetangga. Sebagian ada yang menyebutnya ala ransel, ala backpacker, flashpacker. Dalam kamusku mungkin lebih tepat disebut perjalanan “alakadarnya”.. Mei 2013 tepatnya tanggal 7, aku kembali berkesempatan untuk dapat wara-wiri ke Negara lain. Bisikan dan rayuan maut dari James-salah satu teman satu komunitasku akhirnya membuatku untuk meporak-porandakan airasia.com. Setelah berkutat kurang lebih satu minggu, akhirnya aku memutuskan untuk membeli tiket menuju Negara Vietnam untuk tanggal 7 Mei.  Meski belum mendapatkan restu dari Bos-“nekad”-mumpung masih remaja –muda belia-bahagia..hahahah..prett!!!!.. Berhubung gak ada tiket langsung Medan-Vietnam terpaksa harus nangkring beberapa jam di Negara tetangga Malaysia. Apa kabar tiket pulang??!!!! Banyaknya isu kenaikan BBM kala itu membuat aku sedikit bingung beli tiket pulang apa gak, takutnya malah ada surat sakti yang tidak memperbolehkan pekerja untuk cuti..!! Mati gw!!! Dari pada rugi tiket PP, mending satu kali tiket pergi aja. Alhasil keputusan BBM yang diundur bikin gw beli tiket pulang dadakan.. Siall!!! Harganya lumayan na’ujubilllee jugah.. Apalah daya, kaki udah gatal..

Yep berbekal keberanian yang tak seberapa dan bermodalkan 150USD aku memutuskan untuk pergi ke Vietnam dan Kamboja..Yup berhubung Kamboja katanya deket dari Vietnam, aku memutuskan untuk nyicil Asia Tenggara dan menjambangi Kamboja. Rencana yang tadinya Cuma ke Vietnam pun jadi berubah, mau nampang di Kamboja..
7 Mei – Perjalanan ke Vietnam harus transit dulu ke Negara tetagga Malaysia. Lumayan lama untuk flight berikutnya, membuat aku bisa wara wiri Indonesiaku di Bandara Malaysia. Sembari menunggu kedatangan beberapa teman seperjalananku yang akan bergabung, aku memutuskan untuk ngopi2 indah di bandara Malaysia. Setelah sekitar 5 jam menunggu akhirnya kami bertemu seperti teletubbies..*ups bener gak sih tulisannya begitu. Seperti biasa AIR Asia seolah menjadi bidadari bagi para traveler modal alakadarnya seperti kami. Air Asia membawa kami menginjakkan kaki di Vietnam, skitar pukul 9PM waktu Indonesia bagian Vietnam- tidak ada perbedaan waktu sih kata pramugarinya.

Berhubung gw gabung di couchsurfing, so sebelum perjalanan dimulai sudah contact2an sama member Vietnam dan untuk pertama kalinya bakal di host sama orang asli Vietnam bernama Kevin. Nih anak baik budi sekali – mau menjemput ke bandara dan dengan ramah menyapa “are you Rini”- Kebingungan+laper+capek-langsung jawab “yes”.. Hari pertama di Vietnam- Aku, James dan Kevin cukup disuguhkan street food yang murah meriah gak pakai becek. Hmmh, pengalaman menegangkan pas pertama kali sampai di rumah sang Host- Keluarga Kevin ramah dan menyambut kami dengan senyum (selama masih Asia sih masih enak yenk-masih ada basa basinya)..huhuhu-Kamar untuk kami sangat nyaman sekali, sebuah kasur ada Air Con nya dan lebih dari cukup untuk stay beberapa malam saja. Hari pertama cukup sampai disini saja karena perencanaan untuk hari berikutnya bisa di bilang dadakan.



  Street Food yang halalan toyban nyah diragukan-Baca Bismillah aja dah pokoknya
8 Mei- Bangun tidur sekitar pukul 8 AM sepertinya kepagian bagi warga Vietnam. Tapi kakiku dan James sudah sangat gatal ingin mutar2 kota. Penasaran dengan Notre Dome dan beberapa bangunan Prancis lainnya.  Kami memutuskan untuk jalan ke district 1 tempat dimana Notre Dome berada. Benar saja semua bangunan di wilayah ini banyak nuansa Prancis nya. Yak aku suka. Menyusuri district 1, minum kopi, berbicara dengan turis-turis lainnya. Cerita punya cerita ternyata Kevin akan segera pergi ke Finlandia untuk meneruskan studynya.. Jadi sedikit iri, karena anak ini menurutku lafal Inggrisnya sedikit berantakan tetapi bisa melanjutkan study ke Findlandia, nah gw masih ngubrak ngabrik internet dulu untuk dapetin scholarship. Tapi, memang jurusan yang doski ambil lebih terdengar sedikit menarik. Kalau gak salah biotekhnologi..hmmh sains..


Notre Dome at District 1..

Btw, Berkunjung ke Kota Ho Chi Minh, sebenernya lebih seperti city tour, karena untuk pemandangan alam atau sesuatu yang berbau adventure – jangan harap bakal ketemu di Ho Chi Minh. Aku sempat juga mengunjungi salah satu Mall yang isinya brand Eropa semua, mulai dari “Tou Les Jours- Bakery shop”, Hollandis Caffee dan brand baju setara Louis Vitton dan Pierre Cardin. Berhubung aku tidak menyediakan budget untuk shopping so “maaf sekali ya baju2”-aku gak akan beli satu pun dari engkau. Cukup ngopi dan makan Roti Prancis aja, aku rasa sudah cukup.


Bakery Shop Idaman!!!

Janjian ketemu dengan David dan Jenny, teman seperjalanan yang memilih untuk stay di district 1. Dan barulah mulai memikirkan akan kemana keesokan harinya.. Hahahahah, itenararynya sambil berjalan aja- namanya juga unorganized person.  Akhirnya kami sepakat untuk pergi berenang ke sungai Mekong..”ups..”  Gak  lah yauuu!! Kami Cuma ambil one day trip ke sungai Mekong. Sementara James dan Agatha akan melanjutkan perjalanan mereka ke wilayah “Na Thrang”.. Aku memutuskan untuk tinggal hanya 1 hari saja di rumah Kevin dan bergabung dengan David dan James di District 1, karena perjalanan kami akan dimulai pagi2 sekali.
Menikmati suasana malam di District 1 menurutku cukup menarik. Selain harga makanan dan minuman sangat terjangkau, suasanya pun ramai dipenuhi oleh wisatawan. Walau sebenernya aku tidak suka keramaian,tapi aku cukup menikmati suasana malam dikawasan tersebut. Aku, David, Jenny and Brendon (a local guy who join couchsurfing-join us ). We were together had a dinner at Chineese restaurant- still around District 1. Had a little bit conversation about next destination and yeah just keep talking until 1 Am..


District 1

Mei 9th..
Hari kedua di Negara Vietnam sudah diputuskan akan pergi ke Sungai Mekong, karena aku memang tidak punya rencana lain, akhirnya aku menyetujui ide David untuk mengambil one day trip to Sungai Mekong.. Perjalanan sehari ke Sungai Mekong bisa dijelaskan melalui beberapa foto berikut :
Peradaban sungai Nil..eh, Sungai Mekong nih!!!

Hotel Terapung di Sungai Mekong…

Sebenernya kalau dipikir-pikir.. Sungai Mekong ini gak ada indah2nya, dibandingkan dengan Danau Toba, jauhhhhhhhh sangat cint… Danau toba dengan segala keindahan dan kesegaran udaranya tentu saja bikin ngangenin.. Tapi, kalau ente emang cita2 nya pengen keliling dunia, ya kudu masukin Sungai Mekong di list perjalanan.. hahaha…
Sisa Peperangan jaman dulu di hutan Sungai Mekong..

Selesai perjalanan dari sungai Mekong, tentu saja kami kembali ke HCMC (Ho Chi Minh City). Sebelum pulang seperti biasa Mak Lon-ngajak wara wiri district 1 lagi, sekedar nongkrong di sore hari plus menikmati Tiger Beer, karena besok rencananya bakal beranjak ke Negara selanjutnya..

Mei 10th
Went back to the Guest House and berharap hari esok tidak akan pernah ada.. Pagi yang cerah seharusnya kami awali dengan melanjutkan perjalanan menuju Siem Riep. Apalah daya pesona Ho Chi Minh city membuat aku, David dan Jenny bertahan di kota itu. Yup, kami extand one more day in Ho Chi Minh City. Hari terakhir di Negara Vietnam itu kami habiskan dengan berpisah rute jalan lagi. David tertarik untuk mengunjungi War Moseum dan aku dengan segala otak Seniku tentu saja ingin mengunjungi “Art Moseum”. Karena kami sama-sama manusia bebas, jadi kami berpisah tujuan dan sepakat untuk bertemu kembali disalah satu Coffee Shop yang pelayannya sangat tertarik dengan Indonesia. Pria tersebut bernama Teng (well, dalam tatanan bahasa Vietnam bukan begitu penulisannya).  Jalan-jalan di seputaran District One sumpaah!!! Gak bikin bosen. Walau sebenernya kota itu bisa khatam dalam beberapa jam saja.. hahahah, Aku tetap suka muter-muter gak jelas di District One. 


The Art Moseoum – HCMC – Vietnam

Sore itu ditutup dengan nongkrong rame-rame. Kevin – Anak yang ngehost aku disana juga ikut bergabung dan memang seru sekali, si Waitress yang lagi belajar Bahasa Indonesia, selesai sudah di Hajar David (maklumlah kawan yang satu ini juga berprofesi sebagai Dosen, jadi beliau sangat suka mengajari orang, kecuali gw-*murid badal…hahahahah)


Me and Teng di Kedai Kopi ..

Ahn & Ehm Coffee Shop!!

Selesai dengan kopi-kopian kami semua berniat kembali ke Hotel. Tapi aku dan Jenny memutuskan untuk kembali nangkring diseputaran jalan dan memutuskan untuk minum bir and menikmati malam terakhir di Ho Chi Minh.  Mak Lon (panggilan Jenny dari gw nih) ternyata sangat suka wara-wiri dan bikin lelucon dari stiap manusia yang lewat. Salah satu lelucon malam itu adalah “Rosalinda” (panggilan yang kami ciptakan untuk perempuan yang menjual bunga sekaligus jual diri di pinggiran Ho Chi Minh)… hahahaha…ups, tapi memang di tempat wisata selalu ada yang beginian…

Mei 11th
Okeyyyyy!!! Akhirnya selesai dengan muter2 Ho Chi Minh. Kami mulai bersiap melihat sesuatu yang *harapannya beda banget dengan Indonesia. Cambodia-hmmmmh…usut punya usut, Negara ini cukup 8 jam dari Vietnam, but kami mau ke Siem Riep, so perjalanannya kurang lebih 14 jam. Setelah sekitar 4 jam berkendara dari Vietnam kami memasuki perbatasan Vietnam Cambodia.. Rada sereeeem!!!!!, Maklumlah polisi perbatasan plus petugas imigrasi di perbatasan. “Shock Teraphy”..Dua orang turis dari China gak lolos… Busetttt!!!!! Aku, Jenny dan David saling menatap.. Tentu saja dengan tatapan deg2an apakah kami akan bernasib sama. Kebayang deh, mesti muter balik Vietnam dan harus hunting tiket, sementara harga tiket kalau dadakan tau ndiri dah…. Muahalnya minta sujud!!!!... Balik kecerita si turis China yang emang nasib nya siallll banget. Mereka gak bisa bahasa Inggris, Cambodia apalagi bahasa Vietnam. Alhasil, minta bantuan dari turis lainnya yang bisa bahasa Mandari plus Inggris. Aku langsung menatap Jenny seraya berkata “Maklon, lu harus bantu nih orang”. Jenny yang berhati bidadara pun datang dan mencoba menjelaskan permasalahan dari sang petugas Imigrasi. And ternyata 2 turis ini masuk dari wilayah Utara Vietnam, alias Hanoi, dan si Imigrasi menyatakan bahwa stamp di passport mereka tidak membenarkan untuk keluar dari selatan Vietnam.. what!!!!!...hmmmh, Negara yang cukup aneh. Indonesia dari Sabang sampai merauke, tetap aja ada satu stamp… But, setelah negosiasi dengan petugas Imigrasi. Si petugas memberikan izin, namun tetep mesti bayar denda..heheheh-“Denda”…Indonesia banjet yah!!!!...

Dan tibalah giliran kami.. Indonesianisasi..hahahahah…si petugas melihat dengan tatapan membunuh mulai dari kepala  sampai kaki. Aku tau tidak satupun dari tampang kami yang menarik. Wajah capek, sedikit lusuh dan lapar adalah pemandangan yang tidak asing diwajah traveler..  Si petugas mulai menyamakan wajah kayaknya antara di passport dan aslinya. Wheeeww, emang rada beda Pak (bisikku dalam hati). Waktu bikin passport kehidupan masih bahagia dengan  senyum 2cm kiri dan kanan. Aslinya yang berdiri dihadapan Bapak-orangnya udah kurus kering, patah hati dan jarang senyum karena masih “galau”, Si petugas Imigrasi sepertinya mengerti dengan wajah menderitaku, dan membiarkan aku berlalu seraya berkata “Welcome to Cambodia”.  Huffftthhh, lega!!!

Perjalanan bus lanjutttt!!!! Tujuan berikutnya adalah Pnom Penh-Ibu kota Kamboja.. Kami berhenti di station bus untuk switch bus menuju ke Siem Riep.. Jam 12…teeeett toott!!! Waktunya makan. Dengan semangat 1945, masuk ke ruang tunggu keberangkatan dan mulai melirik kiri kanan. Gila!!!! Ibu kota Negara ini seeeeppiii!!!.. Seperti berada di kota Padang sambil dengerin lagu Elvis “Love Me Tender”-tiba2 sekelilingku jadi berwarna hitam putih.. Demi Tuhan!! Dunia macam apa ini.. Tapi, apa mau dikata, dalam otak hanya berfikir semoga Siem Riep menawarkan nuansa yang sedikit beda..*wish…


Mak Lon – di Perbatasan Vietnam & Cambodia

Setelah sejam menunggu, perjalanan pun dilanjutkan dengan bus yang berbeda menuju kota Siem Riep.. Kami bertiga merasa semakin aneh dan mulai capek, tidak banyak percakapan selama dalam bus. 1 butir antimo akhirnya aku minum untuk menyelamatkan perjalanan yang masih sekitar 5 jam lagi.

“Mak Rin”….tiba-tiba Mak Lon alias Jenny membuat aku harus buka mata… “sepertinya kita dah mau nyampe”…hmmmmh, lirik jam tangan, ternyata udah jam 5…fiuhhhh, aku melewatkan semua perjalanan..hahahah.. David sedikit sibuk untuk konfirmasi hotel dan meminta petugas hotel untuk menjemput kami dari station Bus. Nego pun berhasil. Sesampainya di station buskami disambut, salah satu pengemudi “TUK2”.. well, becak motor disini namanya TUK2…

Sesampainya di Hotel, kami langsung ditawari paket perjalanan untuk memasuki Angkor Wat. Sebenernya aku tidak terlalu tertarik untuk jalan2 dikawasan temple. Bagiku Cemara Asri jauh lebih menarik. Tapi, apalah daya berhubung si “Angelina Jolie” pakai acara syuting pelem Thom Rider di sana, terpaksa aku bulatkan tekad untuk menyambangi Angkor Wat.. Kesepakatannya adalah masuk ke Angkor wat dengan menyewa guide dan tuk2. Total per orang sekitar 6US diluar tiket masuk senilai 20USD…Wheeew, di kota ini serba mahal emang, udah gitu catet ya, di Kamboja transaksi nya pakai USD man!!!

Tibalah saat nya cari makan malem, karena udah kemaleman, kami putuskan untuk makan di hotel saja. Roof restaurant menjadi pilihan yang indah pada malam pertama di Kamboja. Seperti biasa, nasi goreng selalu menjadi menu andalan ku. Dan mumpung lagi travelling aku sempatkan untuk minum Bir khas Kamboja bernama “Angkor Beer”. Setelah puas talking gak jelas, aku putuskan untuk kembali ke kamar dan beristirahat. Maklum keesokan hari nya harus keliling Angkor  Wat, so aku mau tidur dulu..


Angkor Premium Beer “My Country My Beer”

Mei 12th
Gara-gara ingin melihat sunrise yang katanya moment paling indah di Angkor Wat, kudu bangun jam 5 – Subuh euyy!!!!.. Tapi tetap saja “telat” , namanya juga travelling.. Lebih banyak nyantai daripada seriusnya.. Terlambat sampai dikawasan Angkor Wat, namun tetap saja indah untuk menikmati suasana pagi dikawasan candi2 tersebut. Suasana Alam yang cukup indah dan asri diseputaran Angkor Wat, bikin nyaman lah pokoknya. Puas dengan suasana pagi, kami kembali ke hotel untuk sarapan sebelum selanjutnya kembali ke Angkor Wat untuk memulai perjalanan muter2 Angkor Wat.
Me-at the front of Angkor Wat….

Pemandu perjalanan kami yang mahir berhasa Inggris dan Jerman terlihat begitu antusias menjelaskan mengnai sejarah setiap tempat yang kami singgahi. Tidak terasa sudah 3 jam dan si Pemandu membawa kami ke salah satu restaurant local setempat untuk makan siang. Pada saat makan siang terjadi pembicaraan aneh diantara kami. Entah karena kami tergolong manusia modern, entah karena sudah capek. Aku menyatakan bahwa keliling di kawasan ini terasa begitu membosankan. Dan ternyata David dan Jenny merasakan hal yang sama. Alhasil, kami memutuskan untuk mengakhiri perjalanan di kawasan Angkor Wat, kami meminta sang guide untuk mengantar kami ke Angkor Thomb, untuk sesi foto aja, karena di Angkor Thomb ini nih si Angelina Jolie shooting, so gak mau kelewatan momentnya.. Setelah sesi pemotretan selesai, kami memutuskan untuk kembali ke penginapan. Dan mulai berencana untuk pergi keliling kota Siem Riep, untuk membeli beberapa souvenir. Kami memutuskan keluar sekitar jam 5 sore, karena sesampainya di hotela setelah perjalanan muter2 Angkor Wat yang gak jelas, cuapeeeeknya mintak ampun.

Ting Tong!!!! Jam 5.. Jalan di kota Siem Riep tidak seindah yang dibayangkan, kebanyakan rada bingung. Ups!!!! Kagak ada angkot, taxi.. Pilihan Cuma TUK2 dan mereka tentu saja tidak mahir berbahasa Inggris. Kami memutuskan untuk jalan sedikit ke salah satu minimarket untuk melihat cemilan2 lokal ala kamboja. Maak, tulisannya kagak ngerti dah!!! Ujung2nya beli semacam Chitato ala Kamboja.. Wkawkwkwk. …..

Malam terakhir kami putuskan untuk mencari makanan yang benar-benar bisa dimakan manusia.. Modal bertanya kanan kiri, Akhirnya kami menemukan sesuatu yang sudah kami idam2kan selama seminggu .Tempat makan itu tidak lain adalah “KFC”..ups, sorry nyebut label.  Tapi, memang disaat2 seperti itu hanya KFC makanan yang benar2 menggiurkan. Satu jam disana, kami merasa lega dan akhirnya bisa menatap dunia dengan benar.

“Perut kenyang hatipun senang”….
Perbedaan antara orang yang lapar dan orang yang kenyang adalah perasaan jiwa..ups!!! benar saja.. Jiwa yang kenyang bisa menikmati suasana apapun ternyata. Dalam keadaan kenyang akhirnya kami jalan dan menemukan tempat tourist mangkal  di Siem Riep… Sangata di sayangkan kami menemukannya di malam terakhir kami. Disana seperti  sebuah pasar malam, dimana kita bisa beli souvenir sepuasnya, makan and ngebir. Dan seperti ada sebuah pertunjukkan jalanan. Goshhhhh, satu2 nya hal yang menarin ditemukan di malam terakhir, dan kami tidak punya waktu begitu lama untuk menelusuri tempat ini. But, seandainya kalian sempat ke Siem Riep, gak ada salahnya ke tempat ini. Bilangnya aja sama tukang Tuk2 nya, mau ke KFC. Nah, lokasinya bakal berada diseputaran KFC itu.. Pokoknya jangan menghabiskan waktu di guest house lu aja dah pokoknya.. Kami sempat jajan-jajan short dikawasan tersebut. Hmmmh, lumayanlah untuk hunting beberapa souvenir unik..


Kepala Babi Ciiiinttt!!! See???!!!!!...banyak makanan yang bukan makanan manusia disana.. ups!!

Kami memutuskan untuk kembali ke penginapan sekitar pukul 11 Malam… Malam terakhir teteup menyempatkan diri untuk mencoba “My Country My Beer”.. – Angkor Beer!!!!..  Aku dan Jenny tetap eksis kea tap penginapan untuk menikmati malam terakhir sembari melihat pemandangan bule honeymoon lagi berenang..hahahah---Asem dahhh yang jomblo2 ini!!!!!!!.... Teng jam 12, kami memutuskan kembali kekamar bukan karena udah malam, tapi karena udah sempoyongan. Wkwkwkw. Tapi, emang besoknya juga mesti bangun pagi-pagi sekali untuk pergi ke Bandara.. Balik ke alam nya.

Mei 13th
Hari terakhir pun tiba.. Apapun upayanya tetap harus balik.. Udah kebayang wajah Kingkong di rumah, tumpukan kerjaan dan kisruhnya orang Medan.. Bangun pagi pun terasa sangat menyebalkan, karena harus balik. Sudah pukul 6, kamar kami belum ada kehidupan. Akhirnya aku memulai dengan grasak grusuk di kamar mandi yang dilanjutkian dengan Jenny yang mulai kebingungan karena membeli begitu banyak barang yang harus di bawa ke tanah air.. Itulah awal dari hari terakhir di Kamboja, well, hari terakhir dari travelling juga sih sebenernya. Sudah jam 7 dan kami mulai pontang panting@!!!!! Yuhuuuuuu, akhirnya semua terselesaikan dalam kesembrawutan kehidupan pagi.. Berhubung flightnya jam 10, jadi harus kudu2 ya… Belum lagi sarapan!!!!. Yup, kami turun 7.30 dan mulai mendesak si pelayan untuk bikin sarapan seinstan mungkin. Akhirnya sarapan pun bernasib take away. Karena kami mesti pontang panting ke airport. Sesuai perjanjian, pihak hotel mengantarkan kami semua ke airport. So, kami semua ke Airport…

Sesampainya di Siem Riep Airport..bingung!!! again!!!.. Ini Airport kok sepppiiiiii banget … Sumpah….kyknya kami pengunjung pertama hari ini.. Takut salah jadwal, serentak pada ngecek lagi tiket, benar gak sih penerbangannya jam segini.. hmmmh..!!! Ternyata benar, kami bertiga memasuki kawasan check in, itu lebih mirip pergi ke Supermarket yang baru buka.. Bandara nya rapi, bersih, standarnya Bandara International lah.. dibandingkan Polonia,,..Oke Polonia kalah!!! But, now, we had Kuala Namu International Airport… Bandara baru ini gak bisa dibandingkan dengan Siem Riep Airport jelas kebanting dahhhh si Kamboja… Kuala Namu bisa dibandingkan dengan Svarnabhumi Inernational Airport in Bangkok.. Itu baru sebanding…well..welll…

Kami menunggu sekitar 1 jam sebelum akhirnya pesawat Air Asia membawa kami kembali ke Kuala Lumpur untuk lanjutan penerbangan menuju Medan.. Oke balik ke Tanah Air, sedikit malas melanda.. Tapi, dengan beberapa cerita menarik sebagai oleh-oleh untuk teman2 komunitas travelling dan teman kantor, itu cukup lah!!!..hehe..
Me – Front of the Guest House in Siem Riep…