Minggu, 06 Oktober 2013

VIETNAM & CAMBODIA


TRIP VIETNAM DAN CAMBODIA

Sepertinya setiap tahun tepatnya di Bulan Mei, kaki ku sedikit gatal untuk melakukan perjalanan alakadarnya ke Negara-negara tetangga. Sebagian ada yang menyebutnya ala ransel, ala backpacker, flashpacker. Dalam kamusku mungkin lebih tepat disebut perjalanan “alakadarnya”.. Mei 2013 tepatnya tanggal 7, aku kembali berkesempatan untuk dapat wara-wiri ke Negara lain. Bisikan dan rayuan maut dari James-salah satu teman satu komunitasku akhirnya membuatku untuk meporak-porandakan airasia.com. Setelah berkutat kurang lebih satu minggu, akhirnya aku memutuskan untuk membeli tiket menuju Negara Vietnam untuk tanggal 7 Mei.  Meski belum mendapatkan restu dari Bos-“nekad”-mumpung masih remaja –muda belia-bahagia..hahahah..prett!!!!.. Berhubung gak ada tiket langsung Medan-Vietnam terpaksa harus nangkring beberapa jam di Negara tetangga Malaysia. Apa kabar tiket pulang??!!!! Banyaknya isu kenaikan BBM kala itu membuat aku sedikit bingung beli tiket pulang apa gak, takutnya malah ada surat sakti yang tidak memperbolehkan pekerja untuk cuti..!! Mati gw!!! Dari pada rugi tiket PP, mending satu kali tiket pergi aja. Alhasil keputusan BBM yang diundur bikin gw beli tiket pulang dadakan.. Siall!!! Harganya lumayan na’ujubilllee jugah.. Apalah daya, kaki udah gatal..

Yep berbekal keberanian yang tak seberapa dan bermodalkan 150USD aku memutuskan untuk pergi ke Vietnam dan Kamboja..Yup berhubung Kamboja katanya deket dari Vietnam, aku memutuskan untuk nyicil Asia Tenggara dan menjambangi Kamboja. Rencana yang tadinya Cuma ke Vietnam pun jadi berubah, mau nampang di Kamboja..
7 Mei – Perjalanan ke Vietnam harus transit dulu ke Negara tetagga Malaysia. Lumayan lama untuk flight berikutnya, membuat aku bisa wara wiri Indonesiaku di Bandara Malaysia. Sembari menunggu kedatangan beberapa teman seperjalananku yang akan bergabung, aku memutuskan untuk ngopi2 indah di bandara Malaysia. Setelah sekitar 5 jam menunggu akhirnya kami bertemu seperti teletubbies..*ups bener gak sih tulisannya begitu. Seperti biasa AIR Asia seolah menjadi bidadari bagi para traveler modal alakadarnya seperti kami. Air Asia membawa kami menginjakkan kaki di Vietnam, skitar pukul 9PM waktu Indonesia bagian Vietnam- tidak ada perbedaan waktu sih kata pramugarinya.

Berhubung gw gabung di couchsurfing, so sebelum perjalanan dimulai sudah contact2an sama member Vietnam dan untuk pertama kalinya bakal di host sama orang asli Vietnam bernama Kevin. Nih anak baik budi sekali – mau menjemput ke bandara dan dengan ramah menyapa “are you Rini”- Kebingungan+laper+capek-langsung jawab “yes”.. Hari pertama di Vietnam- Aku, James dan Kevin cukup disuguhkan street food yang murah meriah gak pakai becek. Hmmh, pengalaman menegangkan pas pertama kali sampai di rumah sang Host- Keluarga Kevin ramah dan menyambut kami dengan senyum (selama masih Asia sih masih enak yenk-masih ada basa basinya)..huhuhu-Kamar untuk kami sangat nyaman sekali, sebuah kasur ada Air Con nya dan lebih dari cukup untuk stay beberapa malam saja. Hari pertama cukup sampai disini saja karena perencanaan untuk hari berikutnya bisa di bilang dadakan.



  Street Food yang halalan toyban nyah diragukan-Baca Bismillah aja dah pokoknya
8 Mei- Bangun tidur sekitar pukul 8 AM sepertinya kepagian bagi warga Vietnam. Tapi kakiku dan James sudah sangat gatal ingin mutar2 kota. Penasaran dengan Notre Dome dan beberapa bangunan Prancis lainnya.  Kami memutuskan untuk jalan ke district 1 tempat dimana Notre Dome berada. Benar saja semua bangunan di wilayah ini banyak nuansa Prancis nya. Yak aku suka. Menyusuri district 1, minum kopi, berbicara dengan turis-turis lainnya. Cerita punya cerita ternyata Kevin akan segera pergi ke Finlandia untuk meneruskan studynya.. Jadi sedikit iri, karena anak ini menurutku lafal Inggrisnya sedikit berantakan tetapi bisa melanjutkan study ke Findlandia, nah gw masih ngubrak ngabrik internet dulu untuk dapetin scholarship. Tapi, memang jurusan yang doski ambil lebih terdengar sedikit menarik. Kalau gak salah biotekhnologi..hmmh sains..


Notre Dome at District 1..

Btw, Berkunjung ke Kota Ho Chi Minh, sebenernya lebih seperti city tour, karena untuk pemandangan alam atau sesuatu yang berbau adventure – jangan harap bakal ketemu di Ho Chi Minh. Aku sempat juga mengunjungi salah satu Mall yang isinya brand Eropa semua, mulai dari “Tou Les Jours- Bakery shop”, Hollandis Caffee dan brand baju setara Louis Vitton dan Pierre Cardin. Berhubung aku tidak menyediakan budget untuk shopping so “maaf sekali ya baju2”-aku gak akan beli satu pun dari engkau. Cukup ngopi dan makan Roti Prancis aja, aku rasa sudah cukup.


Bakery Shop Idaman!!!

Janjian ketemu dengan David dan Jenny, teman seperjalanan yang memilih untuk stay di district 1. Dan barulah mulai memikirkan akan kemana keesokan harinya.. Hahahahah, itenararynya sambil berjalan aja- namanya juga unorganized person.  Akhirnya kami sepakat untuk pergi berenang ke sungai Mekong..”ups..”  Gak  lah yauuu!! Kami Cuma ambil one day trip ke sungai Mekong. Sementara James dan Agatha akan melanjutkan perjalanan mereka ke wilayah “Na Thrang”.. Aku memutuskan untuk tinggal hanya 1 hari saja di rumah Kevin dan bergabung dengan David dan James di District 1, karena perjalanan kami akan dimulai pagi2 sekali.
Menikmati suasana malam di District 1 menurutku cukup menarik. Selain harga makanan dan minuman sangat terjangkau, suasanya pun ramai dipenuhi oleh wisatawan. Walau sebenernya aku tidak suka keramaian,tapi aku cukup menikmati suasana malam dikawasan tersebut. Aku, David, Jenny and Brendon (a local guy who join couchsurfing-join us ). We were together had a dinner at Chineese restaurant- still around District 1. Had a little bit conversation about next destination and yeah just keep talking until 1 Am..


District 1

Mei 9th..
Hari kedua di Negara Vietnam sudah diputuskan akan pergi ke Sungai Mekong, karena aku memang tidak punya rencana lain, akhirnya aku menyetujui ide David untuk mengambil one day trip to Sungai Mekong.. Perjalanan sehari ke Sungai Mekong bisa dijelaskan melalui beberapa foto berikut :
Peradaban sungai Nil..eh, Sungai Mekong nih!!!

Hotel Terapung di Sungai Mekong…

Sebenernya kalau dipikir-pikir.. Sungai Mekong ini gak ada indah2nya, dibandingkan dengan Danau Toba, jauhhhhhhhh sangat cint… Danau toba dengan segala keindahan dan kesegaran udaranya tentu saja bikin ngangenin.. Tapi, kalau ente emang cita2 nya pengen keliling dunia, ya kudu masukin Sungai Mekong di list perjalanan.. hahaha…
Sisa Peperangan jaman dulu di hutan Sungai Mekong..

Selesai perjalanan dari sungai Mekong, tentu saja kami kembali ke HCMC (Ho Chi Minh City). Sebelum pulang seperti biasa Mak Lon-ngajak wara wiri district 1 lagi, sekedar nongkrong di sore hari plus menikmati Tiger Beer, karena besok rencananya bakal beranjak ke Negara selanjutnya..

Mei 10th
Went back to the Guest House and berharap hari esok tidak akan pernah ada.. Pagi yang cerah seharusnya kami awali dengan melanjutkan perjalanan menuju Siem Riep. Apalah daya pesona Ho Chi Minh city membuat aku, David dan Jenny bertahan di kota itu. Yup, kami extand one more day in Ho Chi Minh City. Hari terakhir di Negara Vietnam itu kami habiskan dengan berpisah rute jalan lagi. David tertarik untuk mengunjungi War Moseum dan aku dengan segala otak Seniku tentu saja ingin mengunjungi “Art Moseum”. Karena kami sama-sama manusia bebas, jadi kami berpisah tujuan dan sepakat untuk bertemu kembali disalah satu Coffee Shop yang pelayannya sangat tertarik dengan Indonesia. Pria tersebut bernama Teng (well, dalam tatanan bahasa Vietnam bukan begitu penulisannya).  Jalan-jalan di seputaran District One sumpaah!!! Gak bikin bosen. Walau sebenernya kota itu bisa khatam dalam beberapa jam saja.. hahahah, Aku tetap suka muter-muter gak jelas di District One. 


The Art Moseoum – HCMC – Vietnam

Sore itu ditutup dengan nongkrong rame-rame. Kevin – Anak yang ngehost aku disana juga ikut bergabung dan memang seru sekali, si Waitress yang lagi belajar Bahasa Indonesia, selesai sudah di Hajar David (maklumlah kawan yang satu ini juga berprofesi sebagai Dosen, jadi beliau sangat suka mengajari orang, kecuali gw-*murid badal…hahahahah)


Me and Teng di Kedai Kopi ..

Ahn & Ehm Coffee Shop!!

Selesai dengan kopi-kopian kami semua berniat kembali ke Hotel. Tapi aku dan Jenny memutuskan untuk kembali nangkring diseputaran jalan dan memutuskan untuk minum bir and menikmati malam terakhir di Ho Chi Minh.  Mak Lon (panggilan Jenny dari gw nih) ternyata sangat suka wara-wiri dan bikin lelucon dari stiap manusia yang lewat. Salah satu lelucon malam itu adalah “Rosalinda” (panggilan yang kami ciptakan untuk perempuan yang menjual bunga sekaligus jual diri di pinggiran Ho Chi Minh)… hahahaha…ups, tapi memang di tempat wisata selalu ada yang beginian…

Mei 11th
Okeyyyyy!!! Akhirnya selesai dengan muter2 Ho Chi Minh. Kami mulai bersiap melihat sesuatu yang *harapannya beda banget dengan Indonesia. Cambodia-hmmmmh…usut punya usut, Negara ini cukup 8 jam dari Vietnam, but kami mau ke Siem Riep, so perjalanannya kurang lebih 14 jam. Setelah sekitar 4 jam berkendara dari Vietnam kami memasuki perbatasan Vietnam Cambodia.. Rada sereeeem!!!!!, Maklumlah polisi perbatasan plus petugas imigrasi di perbatasan. “Shock Teraphy”..Dua orang turis dari China gak lolos… Busetttt!!!!! Aku, Jenny dan David saling menatap.. Tentu saja dengan tatapan deg2an apakah kami akan bernasib sama. Kebayang deh, mesti muter balik Vietnam dan harus hunting tiket, sementara harga tiket kalau dadakan tau ndiri dah…. Muahalnya minta sujud!!!!... Balik kecerita si turis China yang emang nasib nya siallll banget. Mereka gak bisa bahasa Inggris, Cambodia apalagi bahasa Vietnam. Alhasil, minta bantuan dari turis lainnya yang bisa bahasa Mandari plus Inggris. Aku langsung menatap Jenny seraya berkata “Maklon, lu harus bantu nih orang”. Jenny yang berhati bidadara pun datang dan mencoba menjelaskan permasalahan dari sang petugas Imigrasi. And ternyata 2 turis ini masuk dari wilayah Utara Vietnam, alias Hanoi, dan si Imigrasi menyatakan bahwa stamp di passport mereka tidak membenarkan untuk keluar dari selatan Vietnam.. what!!!!!...hmmmh, Negara yang cukup aneh. Indonesia dari Sabang sampai merauke, tetap aja ada satu stamp… But, setelah negosiasi dengan petugas Imigrasi. Si petugas memberikan izin, namun tetep mesti bayar denda..heheheh-“Denda”…Indonesia banjet yah!!!!...

Dan tibalah giliran kami.. Indonesianisasi..hahahahah…si petugas melihat dengan tatapan membunuh mulai dari kepala  sampai kaki. Aku tau tidak satupun dari tampang kami yang menarik. Wajah capek, sedikit lusuh dan lapar adalah pemandangan yang tidak asing diwajah traveler..  Si petugas mulai menyamakan wajah kayaknya antara di passport dan aslinya. Wheeeww, emang rada beda Pak (bisikku dalam hati). Waktu bikin passport kehidupan masih bahagia dengan  senyum 2cm kiri dan kanan. Aslinya yang berdiri dihadapan Bapak-orangnya udah kurus kering, patah hati dan jarang senyum karena masih “galau”, Si petugas Imigrasi sepertinya mengerti dengan wajah menderitaku, dan membiarkan aku berlalu seraya berkata “Welcome to Cambodia”.  Huffftthhh, lega!!!

Perjalanan bus lanjutttt!!!! Tujuan berikutnya adalah Pnom Penh-Ibu kota Kamboja.. Kami berhenti di station bus untuk switch bus menuju ke Siem Riep.. Jam 12…teeeett toott!!! Waktunya makan. Dengan semangat 1945, masuk ke ruang tunggu keberangkatan dan mulai melirik kiri kanan. Gila!!!! Ibu kota Negara ini seeeeppiii!!!.. Seperti berada di kota Padang sambil dengerin lagu Elvis “Love Me Tender”-tiba2 sekelilingku jadi berwarna hitam putih.. Demi Tuhan!! Dunia macam apa ini.. Tapi, apa mau dikata, dalam otak hanya berfikir semoga Siem Riep menawarkan nuansa yang sedikit beda..*wish…


Mak Lon – di Perbatasan Vietnam & Cambodia

Setelah sejam menunggu, perjalanan pun dilanjutkan dengan bus yang berbeda menuju kota Siem Riep.. Kami bertiga merasa semakin aneh dan mulai capek, tidak banyak percakapan selama dalam bus. 1 butir antimo akhirnya aku minum untuk menyelamatkan perjalanan yang masih sekitar 5 jam lagi.

“Mak Rin”….tiba-tiba Mak Lon alias Jenny membuat aku harus buka mata… “sepertinya kita dah mau nyampe”…hmmmmh, lirik jam tangan, ternyata udah jam 5…fiuhhhh, aku melewatkan semua perjalanan..hahahah.. David sedikit sibuk untuk konfirmasi hotel dan meminta petugas hotel untuk menjemput kami dari station Bus. Nego pun berhasil. Sesampainya di station buskami disambut, salah satu pengemudi “TUK2”.. well, becak motor disini namanya TUK2…

Sesampainya di Hotel, kami langsung ditawari paket perjalanan untuk memasuki Angkor Wat. Sebenernya aku tidak terlalu tertarik untuk jalan2 dikawasan temple. Bagiku Cemara Asri jauh lebih menarik. Tapi, apalah daya berhubung si “Angelina Jolie” pakai acara syuting pelem Thom Rider di sana, terpaksa aku bulatkan tekad untuk menyambangi Angkor Wat.. Kesepakatannya adalah masuk ke Angkor wat dengan menyewa guide dan tuk2. Total per orang sekitar 6US diluar tiket masuk senilai 20USD…Wheeew, di kota ini serba mahal emang, udah gitu catet ya, di Kamboja transaksi nya pakai USD man!!!

Tibalah saat nya cari makan malem, karena udah kemaleman, kami putuskan untuk makan di hotel saja. Roof restaurant menjadi pilihan yang indah pada malam pertama di Kamboja. Seperti biasa, nasi goreng selalu menjadi menu andalan ku. Dan mumpung lagi travelling aku sempatkan untuk minum Bir khas Kamboja bernama “Angkor Beer”. Setelah puas talking gak jelas, aku putuskan untuk kembali ke kamar dan beristirahat. Maklum keesokan hari nya harus keliling Angkor  Wat, so aku mau tidur dulu..


Angkor Premium Beer “My Country My Beer”

Mei 12th
Gara-gara ingin melihat sunrise yang katanya moment paling indah di Angkor Wat, kudu bangun jam 5 – Subuh euyy!!!!.. Tapi tetap saja “telat” , namanya juga travelling.. Lebih banyak nyantai daripada seriusnya.. Terlambat sampai dikawasan Angkor Wat, namun tetap saja indah untuk menikmati suasana pagi dikawasan candi2 tersebut. Suasana Alam yang cukup indah dan asri diseputaran Angkor Wat, bikin nyaman lah pokoknya. Puas dengan suasana pagi, kami kembali ke hotel untuk sarapan sebelum selanjutnya kembali ke Angkor Wat untuk memulai perjalanan muter2 Angkor Wat.
Me-at the front of Angkor Wat….

Pemandu perjalanan kami yang mahir berhasa Inggris dan Jerman terlihat begitu antusias menjelaskan mengnai sejarah setiap tempat yang kami singgahi. Tidak terasa sudah 3 jam dan si Pemandu membawa kami ke salah satu restaurant local setempat untuk makan siang. Pada saat makan siang terjadi pembicaraan aneh diantara kami. Entah karena kami tergolong manusia modern, entah karena sudah capek. Aku menyatakan bahwa keliling di kawasan ini terasa begitu membosankan. Dan ternyata David dan Jenny merasakan hal yang sama. Alhasil, kami memutuskan untuk mengakhiri perjalanan di kawasan Angkor Wat, kami meminta sang guide untuk mengantar kami ke Angkor Thomb, untuk sesi foto aja, karena di Angkor Thomb ini nih si Angelina Jolie shooting, so gak mau kelewatan momentnya.. Setelah sesi pemotretan selesai, kami memutuskan untuk kembali ke penginapan. Dan mulai berencana untuk pergi keliling kota Siem Riep, untuk membeli beberapa souvenir. Kami memutuskan keluar sekitar jam 5 sore, karena sesampainya di hotela setelah perjalanan muter2 Angkor Wat yang gak jelas, cuapeeeeknya mintak ampun.

Ting Tong!!!! Jam 5.. Jalan di kota Siem Riep tidak seindah yang dibayangkan, kebanyakan rada bingung. Ups!!!! Kagak ada angkot, taxi.. Pilihan Cuma TUK2 dan mereka tentu saja tidak mahir berbahasa Inggris. Kami memutuskan untuk jalan sedikit ke salah satu minimarket untuk melihat cemilan2 lokal ala kamboja. Maak, tulisannya kagak ngerti dah!!! Ujung2nya beli semacam Chitato ala Kamboja.. Wkawkwkwk. …..

Malam terakhir kami putuskan untuk mencari makanan yang benar-benar bisa dimakan manusia.. Modal bertanya kanan kiri, Akhirnya kami menemukan sesuatu yang sudah kami idam2kan selama seminggu .Tempat makan itu tidak lain adalah “KFC”..ups, sorry nyebut label.  Tapi, memang disaat2 seperti itu hanya KFC makanan yang benar2 menggiurkan. Satu jam disana, kami merasa lega dan akhirnya bisa menatap dunia dengan benar.

“Perut kenyang hatipun senang”….
Perbedaan antara orang yang lapar dan orang yang kenyang adalah perasaan jiwa..ups!!! benar saja.. Jiwa yang kenyang bisa menikmati suasana apapun ternyata. Dalam keadaan kenyang akhirnya kami jalan dan menemukan tempat tourist mangkal  di Siem Riep… Sangata di sayangkan kami menemukannya di malam terakhir kami. Disana seperti  sebuah pasar malam, dimana kita bisa beli souvenir sepuasnya, makan and ngebir. Dan seperti ada sebuah pertunjukkan jalanan. Goshhhhh, satu2 nya hal yang menarin ditemukan di malam terakhir, dan kami tidak punya waktu begitu lama untuk menelusuri tempat ini. But, seandainya kalian sempat ke Siem Riep, gak ada salahnya ke tempat ini. Bilangnya aja sama tukang Tuk2 nya, mau ke KFC. Nah, lokasinya bakal berada diseputaran KFC itu.. Pokoknya jangan menghabiskan waktu di guest house lu aja dah pokoknya.. Kami sempat jajan-jajan short dikawasan tersebut. Hmmmh, lumayanlah untuk hunting beberapa souvenir unik..


Kepala Babi Ciiiinttt!!! See???!!!!!...banyak makanan yang bukan makanan manusia disana.. ups!!

Kami memutuskan untuk kembali ke penginapan sekitar pukul 11 Malam… Malam terakhir teteup menyempatkan diri untuk mencoba “My Country My Beer”.. – Angkor Beer!!!!..  Aku dan Jenny tetap eksis kea tap penginapan untuk menikmati malam terakhir sembari melihat pemandangan bule honeymoon lagi berenang..hahahah---Asem dahhh yang jomblo2 ini!!!!!!!.... Teng jam 12, kami memutuskan kembali kekamar bukan karena udah malam, tapi karena udah sempoyongan. Wkwkwkw. Tapi, emang besoknya juga mesti bangun pagi-pagi sekali untuk pergi ke Bandara.. Balik ke alam nya.

Mei 13th
Hari terakhir pun tiba.. Apapun upayanya tetap harus balik.. Udah kebayang wajah Kingkong di rumah, tumpukan kerjaan dan kisruhnya orang Medan.. Bangun pagi pun terasa sangat menyebalkan, karena harus balik. Sudah pukul 6, kamar kami belum ada kehidupan. Akhirnya aku memulai dengan grasak grusuk di kamar mandi yang dilanjutkian dengan Jenny yang mulai kebingungan karena membeli begitu banyak barang yang harus di bawa ke tanah air.. Itulah awal dari hari terakhir di Kamboja, well, hari terakhir dari travelling juga sih sebenernya. Sudah jam 7 dan kami mulai pontang panting@!!!!! Yuhuuuuuu, akhirnya semua terselesaikan dalam kesembrawutan kehidupan pagi.. Berhubung flightnya jam 10, jadi harus kudu2 ya… Belum lagi sarapan!!!!. Yup, kami turun 7.30 dan mulai mendesak si pelayan untuk bikin sarapan seinstan mungkin. Akhirnya sarapan pun bernasib take away. Karena kami mesti pontang panting ke airport. Sesuai perjanjian, pihak hotel mengantarkan kami semua ke airport. So, kami semua ke Airport…

Sesampainya di Siem Riep Airport..bingung!!! again!!!.. Ini Airport kok sepppiiiiii banget … Sumpah….kyknya kami pengunjung pertama hari ini.. Takut salah jadwal, serentak pada ngecek lagi tiket, benar gak sih penerbangannya jam segini.. hmmmh..!!! Ternyata benar, kami bertiga memasuki kawasan check in, itu lebih mirip pergi ke Supermarket yang baru buka.. Bandara nya rapi, bersih, standarnya Bandara International lah.. dibandingkan Polonia,,..Oke Polonia kalah!!! But, now, we had Kuala Namu International Airport… Bandara baru ini gak bisa dibandingkan dengan Siem Riep Airport jelas kebanting dahhhh si Kamboja… Kuala Namu bisa dibandingkan dengan Svarnabhumi Inernational Airport in Bangkok.. Itu baru sebanding…well..welll…

Kami menunggu sekitar 1 jam sebelum akhirnya pesawat Air Asia membawa kami kembali ke Kuala Lumpur untuk lanjutan penerbangan menuju Medan.. Oke balik ke Tanah Air, sedikit malas melanda.. Tapi, dengan beberapa cerita menarik sebagai oleh-oleh untuk teman2 komunitas travelling dan teman kantor, itu cukup lah!!!..hehe..
Me – Front of the Guest House in Siem Riep…

Minggu, 17 Februari 2013

Ditinggalkan itu sakit, melepaskan itu sulit dan meninggalkan itu sebuah pilihan


Ditinggalkan itu sakit, melepaskan itu sulit dan meninggalkan itu sebuah pilihan. 
Hidup bagiku tidak pernah memberikan pilihan yang mudah untuk di mengerti.  
Manusia yang datang seperti sebuah kendaraan yang lalu lalang di jalanan. 
Dan aku hanya seorang pejalan kaki yang singgah untuk menikmati secangkir kopi. 
Tegur sapa sesaat sebelum mereka semua pergi dan berlalu. 
Dan aku bangkit dari kursi, kembali melanjutkan perjalanan lalu mencari kedai kopi lainnya untuk menatap kembali kejalan dan mulai melihat pejalan kaki lainnya. 

Sesaat aku teringat kembali akan pilihan ku untuk menerima orang asing untuk masuk ke dalam duniaku yang sudah hancur sebelumnya. Ia datang seperti seorang room design yang berhasil menata kehidupanku. Hanya dalam waktu 1 minggu saja setelah kami bertemu di tempat persembunyianku disalah satu sisi danau Toba. Aku berhasil menatap bahwa kehidupanku akan seperti apa. Semua imajinasi profesionalku perlahan bermunculan. Iya, aku akan menjalani bersama dengan sahabat hatiku ini.  Lalu satu kata yang menyakitkan muncul “ditinggalkan”, sang arsitek harus kembali ke ke Negaranya untuk bekerja, dan aku harus membenahi hatiku yang mulai rapi. Email dan FB seolah menjadi hal yang paling penting dibandingkan bekerja dan mencari uang. Sampai akhirnya ia memilih untuk menetap di Bali dalam jangka waktu yang cukup lama 6 bulan. Aku merasa bahagia karena aku merasa memiliki sesuatu yang akan aku jaga dan aku kasihi. Aku memiliki berjuta perasaan untuk menyayangi yang aku tidak tau akan aku berikan kepada siapa. Dan aku rasa aku memilihnya.
Kami bertemu kembali Oktober 2012, seolah seperti sebuah kebahagiaan yang sangat menakjubkan. Dia menjemputku dan kami melalui masa-masa indah bersama, seperti saudara , aku tidak membutuhkan apapun karena aku merasa complete. Dia pun terlihat begitu senang. Aku menatap kerlingan bahagia dari matanya yang hijau. Tatapan mata yang selalu ingin aku lihat. Tapi, aku harus memilih “meninggalkannya” dibali karena aku harus kembali bekerja, mengumpulkan uang untuk bisa bersama di Jerman suatu saat. Itu seperti sebuah cita2 dan kami akan menikmati hari bersama, berbagi cerita tentang hidup, minum bir, menikmati oktober fest atau mulai merayu pria2 jerman..upss!!!

Aku mulai merasa sendiri setelah pertemuan kami dibulan oktober. Dia seperti hilang , tidak ada pesan dan mulai tidak membalas pesanku. Aku sedikit senang ketika akhirnya dia sent me an email untuk mengucapkan ulang tahun. Aku merasa harus menemaninya di hari ulang tahunnya, di bulan Februari. Aku mengatakan padanya bahwa aku akan ke sana di Bulan Februari untuk bersama lagi. Dia tiba2 menjadi orang yang sangat dingin. Membuat aku ingin segera ke sana untuk mengetahui keadaannya. Aku mengabarinya bahwa aku akan kesana sabtu 12 Febru. 180 derajat berbeda dari pertemuan kami sebelumnya, dia tidak menjemputku dan sepertinya bukan manjadi temanku lagi. Aku tetap harus positive thinking, mungkin dia sedikit sibuk, dan aku masih bisa ke ubud sendirian. Hari minggu yang cerah pun berubah menjadi hujan kesedihan, karena aku menyadari bahwa aku sendirian di balkon tanpa siapapun. Dan aku pun mengurungkan niatku untuk menelponnya. Sms yang aku terima, ia mengajakku untuk makan malam. Kami bertemu tidak lebih dari 2 jam. Dan selama pertemuan itu, ia dan roomatenya membicarakan yoga, lalu hari2 mareka. Aku menjadi merasa aku bukan temannya dan hanya seorang turis yang bertemu disalah satu sisi jalan di Ubud.  Pertemuan itupun berakhir dengan perasaan bingung, marah, sedih dan kecewa yang membuatku tidak bisa memejamkan mata. Iya, sepanjang malam aku hanya duduk di bar sendiri dan membiarkan diriku mabuk dan mencaci pilihan dalam kehidupanku.

Keesokan harinya, serasa Ubud berubah menjadi neraka kehidupanku. Hari ulang tahunnya yang telah aku rencanakan sebagai bentuk dan lambang dari persahabatan kami seolah menjadi sekedar rest area baginya. Kami bertemu di pasar setempat dan aku mengucapkan selamat ulang tahun dipinggir jalan, karena dia berkata bahwa dia akan pergi ke denpasar bersama temannya untuk melihat temannya yang lain. Aku hanya bisa menatap mata itu dan berkata dalam hati ku “iya aku telah kehilangan sabahat”..Aku memeluknya dan ternyata itu menjadi pelukan terakhir. Dan entah kapan aku bisa menatap  kerlingan mata hijau itu sambil menikmati kopi susu. Seolah belum puas dengan itu, ia berkata bahwa ia akan kembali ke Jerman awal maret dan tidak akan kembali lagi ke Indonesia. Aku tersenyum, seolah pertanda bahwa aku mulai menertawakan kekalahan dalam kehidupanku. Aku menatapnya berlalu begitu saja dan menjadi kaku terdiam. Inilah akhir dari sebuah persahabatan. Walau aku begitu sulit untuk bisa melepaskannya dan mengatakan pada diriku bahwa aku ditakdirkan untuk sendiri.

Aku kembali ke penginapan dan hanya terdiam. Semua berakhir dan hancur..
BUKAN KEPERGIANNYA YANG MEMBUAT KU SAKIT, TAPI KEHILANGANNYA YANG  AKU TANGISI……….


Kamis, 24 Januari 2013

Iya, Aku Kurang Ajar

Aku bukan orang yang bisa bersikap manis
Tapi tenang saja karena aku juga  bukan orang yang sadis
Aku bukan orang yang akan membuai mu dengan kata-kata manis
Aku menyayangimu dalam senyuman ku yang sinis..
Sedikit tutur sapa dan kelakar tanpa basa basi
Namun, aku bisa menghilang begitu saja dan pergi
Maka jangan pernah berkerling saat ku disini
Karena hatiku sudah tidak sempurna lagi
Sedikit luka dan kecewa bisa membuat ku mati
Dan aku akan menggenggam mu begitu erat
Sampai kau merasa terjerat
Dan kau akan berfikir aku orang yang jahat
Dan kau akan berpaling dan menghindar
Lalu akan menyendiri dan menjauh meninggalkanmu
Hingga kau sadar bahwa ternyata kau juga butuh aku
Namun, disini aku tetap diam tak kan berlari mengejar
Iya akulah yang “kurang ajar”…
Dan aku sadar
Iya aku si “kurang ajar”,
Karena terlalu menyayangimu secara tak wajar..

Selasa, 01 Januari 2013

Kaleidoskop 2012

Cuaca medan yang kurang bersahabat membuatku harus seanantiasa menunda rutinitas tahunan yang menjadi salah satu hobby ku.. “Menulis Kaleidoskop”.. Ritual wajib ini seolah menjadi begitu penting, dan perasaan berdosa selalu menghantui seandainya aku belum menyelesaikan kaleidoskop tahun ini dan mulai kembali berkhayal untuk tahun 2013. Tahun 2012 ini syukurnya banyak hal-hal baru dalam perjalanan hidup. Belajar untuk membaca secara gambling manusia-manusia dibalik topeng mereka masing-masing, melihat diriku sendiri dan mencoba memahami siapa aku..wkwkwkwk-berat bok bahasanya.. Tapi, memang bener sih tahun 2012 ini berjalan sesuai dengan rencana tahun sebelumnya. Bisa dibilang sukses 80%..hahahah..Kisah selengkapnya, mari kita saksikan rangkuman tragedy kehidupan seorang Rini Navarin  selama tahun 2012..

Januari
Bulan kelahiran ku tahun 2012 bisa dibilang bulannya Glenn Fredly “January”. Mengawali tahun baru di Samosir Island bersama teman-teman sekantor berakhir dengan sedikit kericuhan. Salah paham oleh beberapa temen dari kantor atas statement ku “huft, cekak deh gw habis taon baru ke samosir”. Mereka malah berfikir bahwa mereka menghabiskan uangku…Padahal memang gw yang royal terhadap diri sendiri dan bias dibilang kalap. Pelajaran pertama yang aku dapatkan adalah “jangan pernah curhat kepada orang kantor”. Karena rata-rata mereka punya sisi, baik menurut kita, mau mendengarkan curhat kita..eh ujung-ujungnya malah menceritakan masalah itu ke orang yang bersangkutan, sehingga memicu perselisihan. Syukur-syukur kalau teman-teman kita ini bisa diberikan pengertian, kalau gak siap-siap aja merasa bahwa kantor itu neraka..*walau belom pernah masuk neraka---“gimana mau masuk, mati aja belom..”
Perayaan ulang tahun yang ke 25 di tahun ini, hmmm-lupa…oh, inget, dirayain di pemandian sidebuk-debuk oleh temen akrab ku dari gasdom. Diceburin kedalam kolam air panas jam 1 pagi..dapet hadiah kemeja hijau cakep dan kue tart lucu. Makan rame-rame and mabok-mabok di Tavern-danau toba..

February
Bulan yang selalu menawarkan nuansa cinta ini memang tidak berarti apa-apa bagiku. Setiap tahun bulan February selalu aku habiskan dengan rutinitas ngantor, badminton dan kursus biola. Perkembangan permainan biolaku juga sudah cukup bagus untuk pemula. Aku sudah bisa memainkan beberapa folk song diiringi piano sang teacher. Sedangkan untuk sport. Aku memaasuki dunia perbulu tangkisan pada bulan ini. Dengan semangat 45 aku membeli seperangkat alat sholat.. Eh, seperangkat atribut badminton maksudnya.. Tak pelak mulai dari gaya susi susanti sampai taufik hidayat keluar..* gaya doank tapi maennya tetep aja “paok”..hummphhh… Bisa dibilang mulai pada bulan ini aku memutuskan untuk keluar dari komunitas Industry & Marine (temen satu ruangan) dan memilih berteman dengan pecinta olahraga, travelling dan music.  


Maret
Selain aku sudah bias melupakan masa lalu dengan salah satu mantan sahabat, saatnya untuk kembali melirik rencana yang telah aku susun untuk tahun 2012. Lirik sana sini untuk melihat kesempatan agar bias keluar negeri. Tanpa sengaja teringat bahwa aku sudah memiliki return tiket perjalanan ke Thailand, walau eksekusinya masih di bulan Mei. Masih ada kesempatan 2 buloan lagi untuk bias menyusun rencana perjalanan singkat tersebut. Aku juga membeli promo tiket perjalanan Medan – Malaysia untuk bulan July.

April
Bulan ini merupakan bulen bersejarah dalam setahun kehidupan. Seperti biasa bulan april selalu membawa sesuatu yang baru dalam hidupku. Dibulan ini keributan besar pecah, tapi sekaligus membawa berkah. Aku akhirnya mengetahui bahwa orang yang aku anggap sodara ternyata ular berkepala dua. Didepan ku berlagak seperti sangat menyukaiku, tapi dibelakangku malah menjelek-jelekan bahkan seperti aku ini brandal murahan. Satu kata memang untuk orang-orang ini kalian gak lebih dari sekedar “anjing”… Kesal bukan kepalang itulah yang aku rasakan. Serasa ruang kantor itu benar-benar seperti neraka karena orang-orang seperti itu. Aku benar-benar merasa sedih, kecewa dan marah yang bercampur jadi satu. Aku memilih menyendiri di pulau kesayanganku “samosir”..Sambil mencoba untuk melupakan kejadian pahit dalam kehidupanku. Cerita dibulan ini harus segera diakhiri, karena hanya satu yang mencolok di bulan ini, gw MURKA..dah itu aja…

Mei 2012
Bulan ini adalah bulan yang penuh berkah. So, cerita dibulan ini menurutku akan jadi kaleidoskop yang panjang dibandingkan dengan bulan-bulan lainnya di tahun 2012. Cerita ini berlanjut dari bulan april. Gw ngabur dan menyendiri dipulau Samosir. Disela-sela lamunan ditepian samosir, eh, malah dapat temen baru.. Ni anak berhasil membuat masa-masa renungan di samosir jadi beda. Cewek berdarah Jerman bernama Marie. Terdampar di Samosir setelah rentetan perjalanannya yang lumayan jauh. Kami menghabiskan liburan bersama dengan bermain catur dan memandangi “white sand” yang gak ada white-white nya sama sekali….humph…

Pertemuan yang singkat itu berakhir dibandara. Aku memutuskan untuk mengantarkannya ke Airport dengan beberapa kejadian yang membuat aku memutar otak untuk mencari tiket penerbangan selanjutnya ke Bangkok-Thailand. Kami mengalami kebocoran ban sekitar kawasan siantar sekitar pukul 1, sementara Marie harus sampai di airport paling lambat pukul 4 PM.. Aku dan Marie saling menatap dengan wajah galau sangat karena takut ketinggalan pesawat sore itu. Dalam keadaan panic, aku malah langsung menelfon beberapa travel agent. Booking penerbangan ke Bangkok untuk keesokan harinya. Berjaga-jaga kalau hal terburuk bakal terjadi. Busyeettt!!!gak kebayang dah, gw mesti menanggung tiket dan akomodasi cewek ini utk satu hari. Gw sampai booking hotel terdekat untuk tempatnya stay until penerbangan besok.

Sekitar pukul 4.30 kami tiba bandara. Marie masih sempat-sempatnya memberikan salam perpisahan dan pelukan hangat pertemanan disela-sela panggilan untuk memasuki ruang tunggu, sementara dia pun belum check in. Sejak saat itu aku mulai terbiasa untuk chatting denganya by facebook and sometimes called her.. Gaya banget, nelpon kawan di Jerman!!!!hahahah… sounds very cool!!!!

Masih di bulan Mei yang penuh kebahagiaan. Di bulan ini Passport gw pecah telor dahh.. gw ke Bangkok-thailand di penghujung bulan Mei. 3 hari 2 malam terasa sangat singkat untuk menikmati Bangkok. Terkesima banget dengan Negara orang..hahahah, kisah ttg Bangkok udah gw tulis sebelumnya, kalau pengen tau tinggal di obrak abrik Blog ini aja..
Juni 2012..
Hmmhh, Juni tahun lalu biasanya ngucapin happy b’day buat cow yang gw suka dari jaman2 SAM doeloe. Berhubung dia udah nikah, so sekarang Juni diisi dengan khayalan-khayalan tingkat Dewa untuk tinggal di luar negeri..halah!!!!!..

Juli 2012
Pertengahan bulan July adalah bulan Ramadhan dan sebagai a moslem. Gw wajib puasa kyk muslim lainnya. Namun, yang agak mencolok di bulan ini adalah gw jalan-jalan ke Kuala Lumpur Malaysia. Yup, jalan-jalan di bulan puasa..heheheh, terpaksa bolos 2 hari dari ibadah puasa karena gw gak tau mesti sahur jam berapa, jadwal sholat pun tak punya..hahahahah*modus. Tapi, dari pada semaput di Negara orang mending gw gak ikutan puasa. Pengecualian dund kan lagi Musafir :P

Agustus
Bulan ulang tahun Indonesia ini tidak bisa dirayakan sebagaimana tahun-tahun sebelumnya. Berhubung 17 Agustus berdekatan dengan Hari Raya Idul Fithri. Berhubung hampir 100 person orang Indonesia adalah muslim, so tetep aja orang lebih pusingin lebaran ketimbang perayaan kemerdakaan Indonesia. Salah satunya aku, yang pada saat itu sudah meluncur ke kota kelahiran. Padang, yup perayaan lebaran 2012 kudu balik ke tanah kelahiran. Niatnya sih pengen ngadem2 aja, gak banyak kegiatan, berhubung lagi ingin menenangkan diri dan menghilang dari peradaban. Tapi, teteap aja gak bisa, namanya pulang kampong ya siap-siap aja bakalan rempong..hufthh *temple lima jari ke jidath…Bulan ini diwarnai dengan pulang kampong, ketemu temen-temen lama di kota Padang dan rada-rada galau karena keuangan mulai morat marit..
Namun, di penghujung Agustus, sebuah sms indah yang tidak diduga-duga dating. Bukannya pesan singkat 3355 (which is mean I will dancing2..hahahah)tapi, malah sms tugas dinas yang bikin gw harus muter otak untuk membuat itenarary jalan-jalan..heheheh, gw ditugaskan ke Aceh. Ide busuk pun langsung bermunculan mengingat Aceh memiliki satu objek wisata yang menarik. “Pulau Weh-Sabang”, merupakan bagian paling ujung dari kawasan Indonesia yang memiliki pantai dengan pasir putih terindah sepanjang penjelajahan perpantaian Indonesia dan beberapa kawasan Asia Tenggara. Singkat, namun berkesan. 2 hari untuk mengurus semua masalah kedinasan dan berujung kepada liburan singkat bersama salah satu collegues ku di sana. Humpuh aku lupa membahas kisah Aceh. Namun, tidak akan aku jelaskan disini karena sepertinya bakal menarik untuk ditulis nanti, walau sudah lama berlalu..heheheh..maklum rada sibuk nih bos. 2 hal menarik di bulan Agustus adalah lebaran dan perjalanan yang menyenangkan di Aceh.

September
Bulan yang sering dijadikan judul lagu ini terbilang bulan sendu. Tidak ada aktivitas yang begitu spektakuler. Hanya rutinitas kerjaan, bulu tangkis, biola dan aktivitas bersama teman-teman travelling ku di couchsurfing.

Oktober
Tibalah saatnya membahas Bulan paling bersejarah sepanjang tahun 2012. Mungkin bagi sebagian orang Oktober terasa biasa. Bagiku awalnya memang biasa, aku tidak menduga penantian dari bulan Mei-sejak pertama kali bertemu Marie akan terulang kembali di bulan Oktober. Diawali dengan dag dig dug apakah kawanku ini akan benar-benar dating kembali ke Indonesia atau hanya omongan belaka. Sejenak melirik FB nya lalu mulai kecewa karena berdasarkan foto2 FB, doski masih sibuk beroktober festival ria di Jerman. Aku mulai mengelus dada dan mulai berencana untuk kembali mengunjungi samosir island entah untuk yang keseratus kalinya. Aku benar-benar tidak peduli yang penting bisa mengenang pertemuan kami.*toenk---toenkk lebay dan alay*….

Minggu kedua oktober, iseng –iseng buka lagi FB dengan perasaan yang malas sangat dan jujur saja sudah lebih dari beberapa hari sejak terakhir ngecek apakah doski masih di sana atau sudah beranjak. Setelah log in 1st page yang keluar adalah melihat status nya yang sudah lives di denpasar. Apaaa????????sontak kaget, bengong dan what??? Panic!!!! Gak tau harus mulai dari mana, apa mesti email dia dulu..hmmh, say hi, nanya kabar..or “lets meet up!!!!”..puffff..but okay!!!mulai dari say hi by email on Facebook. I sent her an email on facebook and asked “are u in ubud?”..just like the other email, she didn’t reply-I guess, maybe too busy or I don’t know.. 2 days after, I had checked my mail and I’d seen that she replied my mail already..seems that she  was so happy. Seems god heard my wish,  I got a lovely letter from HR department in my office. They asked me to do training in Jakarta. Great!!!such a great time, because I don’t have to buy a ticket to Jakarta. All I have to do just book a return ticket Jakarta-Denpasar. And yeah, we met in the airport. She picked me up from the airport and stayed beside her room in Ubud. We spent 3 days together, enjoyed Ubud, walked around, chilled out.. that was amazing time. I felt so lucky.

I went back to Medan with happiness plus a little bit sad, coz I wanna stay forever in Bali specially Ubud. I think I found somebody whos gonna be my best friend. But, still wish because I have to realized that I can’t change the world and I can’t change her to be my bestfriend. Maybe she just considered me as a nice local people. Not more..
Tha was happened on October..ups..i wrote in English…good, I keep practicing, so if you guys find a mistake about the grammer, feels free to correct me..:-)

November
hmm, after a short vacation in Bali...i didn’t do travelling..hmmm, except bussines trip to Simalem Resort. Twice on this month. Oh man, I forgot to write a story about simalem resort.hmm, I will write it soon. The poin is November was a silent month..heheheh

December
The end of this year. Still haven’t plan yet where I have to spend my holiday, Christmas and  new year eve. And honestly, I wrote this kaleidoskop on December..okay, this month i’ve been in Padang for 3 days to make my new identity. We called Electronic Identity Card and because Padang is my home town so I made it in Padang. And now im sitting on the chairs front of the silent river in lawang hills, writing my kaleidoskop.hehehe, accompanied by a cat, black and white, really looks like Sylvester (a famous cartoon cat). I wondering about what im gonna do for 2013. I should make some plan.

Okayyyy!!!!!bye…bye 2012…and proudly present 2013… my plan for 2013 are :
1.    I will move to my new rent house on January 1st with 2 flate mate Okta and harry and of course im ready to host you guys-traveller, if you sent me a request on couchsurfing
2.    I have to find a scholarship for 2014. Improve my English is a must!!! Dan mesti berhemat, biaya besar ya..semua akan dimulai di tahun 2013
3.    If I have a time and money I will travel to India with Joe. He is my friend from couchsurfing. He invited me to join him on july. But, I didn’t decide yet about that plan. Sounds good, but I have to think twice..
4.    I need a 2nd career and I decided to be an announcer is a great idea. Because I was a broadcaster 4 years ago. And I think I should improve my entertainment skills..again..
5.    I didn’t mention music and love or relationship in my plan. Hmm, let say I had killed all my dream in music. Was really hard. Maybe this is the hard things that I ever did in my life after decided to be a single and never falling in love again- since my ex was cheating..”life is unfair”-but I have to face the world by myself..So, 2013, 2014 or until the end of my life you will never hear “a love story” from me..
6.    I need a Best Friend….but, I think no body wants to be my Best Friend..hmmh, so, that’s gonna be my wish for my birthday January 22nd . Wish somebody will come, smile at me and fiil my heart..huammpphh,only in my dream..in fact, no body- hmmm, now Dunhill white, coffee milk and songs are my close friend. Maybe I will celebrate my birthday with them in my funky room..

I think that’s enough for now….maybe I will think about another idea while enjoying a cup of coffee milk..heheheh…