Kamis, 11 September 2014

TRIP PENANG AND LANGKAWI…

Menghilang itu bukan jalan keluar, tapi salah satu hal yang harus aku lakukan ketika jiwaku meminta untuk diam dan sedang tidak ingin bersedih menangisi orang yang kukasihi. Memutuskan untuk kembali menggila dan bertemu dengan orang baru untuk dijadikan teman seperjalanan adalah babak kehidupan yang mau tidak mau harus dibuka, walau aku sangat enggan untuk menutup buku ku yang lama karena cerita yang belum juga berakhir.  “Dunia itu akan berakhir dengan sendirinya, tapi tidak dengan berjuta perasaan yang tersimpan di hati manusia, meskipun mati, selalu saja ada orang orang yang akan mengingatnya, dan aku akan membuat kalian mengingatku dengan berbagai kepribadian unik yang aku miliki dan akan berujung dengan penggalan tulisanku yang wara wiri di dunia maya. Kalian akan mengingatku sebagai pecinta gila, aku sedikit senang dengan julukan itu. R Navarin..

Setelah menghilang sekitar setahun sejak kepergian Ana, aku memutuskan untuk membuka hati menimba ilmu bahasa Inggris. Terdengar sangat membosankan memang, dari berjuta juta tahun yang lalu aku selalu mengasah kemampuan bahasa Inggrisku, walau berujung  dengan hasil yang tidak akan jauh berbeda. “Tidak masalah”, itu adalah kata-kata favorit lain dalam hidupku. Salah satu lembaga bahasa asing ternama dinegeri ini aku pilih, dengan kelas TOEFL sebagai target utamaku. Bertemu dengan teman sekelas adalah adaptasi pertama setelah aku sangat enggan bertemu orang baru. Mereka sangat menyenangkan karena usia mereka yang terpaut beberapa tahun di bawah ku, aku bisa melihat kegamangan manusia-manusia muda negeri ini dari sifat dan perawakan mereka.
Me and Bowo


Bowo. Anak ini adalah classmate favorite ku. Pintar, suka tertawa dan menyenangkan, Bowo tergolong pria yang murah senyum dan sangat atraktif. Kosentrasi pendidikan di jalur kedokteran adalah salah satu lambang kegigihan dan kepintaran yang ia miliki. Gayanya yang sedikit metropolis melambangkan jiwanya yang masih labil. Aku memasukkan Bowo dalam lingkungan teman penting. Nice!!


Vina. Anak ini akan terlihat seperti manusia kuburan yang tenang dan damai. Ekspresi wajah yang datar dan sedikit malu-malu membuat Vina terlihat seperti dalam tekanan tertentu. Usianya yang cukup muda membuatnya sedikit enggan untuk berargumentasi dengan manusia-manusia dewasa sekelilingnya. Tentu saja tergolong anak yang pintar dari silisilah keturunannya notabene keluarga oriental dan berasal dari Bang sa tertua di Dunia membuatnya memiliki pemikiran yang cemerlang dan pandangan yang berbeda dari Anak Anak local kebanyakan.

Dina. Dina seperti kebanyakan perempuan Indonesia tergolong sangat loyal, murah senyum dan anak manja. Manja bukanlah suatu kesalahan, tapi hanya gaya hidup yang merugikan. Dia pantas untuk dijadikan teman untuk berhura-hura karena sifatnya yang easy going dan tidak gampang tersinggung dan juga bisa dijadikan telinga jika anda merasa ingin didengarkan. Bisa berargumentasi, tetapi terlihat sangat ragu dengan pendapatnya sendiri, pendirian yang belum cukup kuat karena masih di bawah bayang-bayang orang tua. 

Mereka bertiga adalah orang yang menyenangkan, setidaknya aku merasa oke oke saja dikelilingi oleh orang seperti mereka selama 3 jam seminggu. Dan itu hanya pendapatku sebagai orang bergolongan darah “B” yang bicara apa adanya tanpa ada yang aku tutup-tutupi. Menurutku sifat jujur itu sangat penting walau terkesan sedikit “kurang ajar”.

Setelah 2 bulan lebih, Bowo berniat untuk berlibur ke suatu tempat. Ide sederhana itu keluar begitu saja seperti sebuah opini atas salah satu pertanyaan seputar grammer. Dan kami selalu seperti itu di kelas, aku tidak pernah menemukan kami terlihat begitu pusing dengan tense dan grammer. Bukan karena hal itu terlalu mudah, namun karena kami tidak memikirkannya sehingga semua soal terlihat sama saja dan akan menghasilkan score ujian yang tidak jauh berbeda dari sebelumnya. Keputusan untuk melakukan perjalanan ke Penang adalah hal tersimple lainnya yang menjadi pembicaraan di penghujung sesi belajar TOEFL malam itu. Tepat seminggu sebelum keberangkatan. Aku tidak menemukan sedikitpun rasa antusias dari dalam diriku saat kembali membaringkan badanku yang lelah dikasur tipis dikamarku. Kenyataan pahit yang masih saja belum bisa aku terima tentang kepergian seseorang dengan alasannya menjadi “traveler dan adventurer” membuatku sangat benci dengan kata kata “travelling”. Sungguh aku tidak ingin menjadi seperti dia. “Manusia seperti apa yang tega meninggalkan orang yang ia sayangi hanya untuk bertemu orang baru dan hal baru dalam hidupnya dan membuang orang yang ia sayangi tersebut-dan mengatakan dirinya adalah traveler dan ingin mencoba petualangan lain dalam hidup, sungguhlah aku bukan tergolong orang orang yang demikian.

Aku melirik arloji, malam itu sekitar pukul 1 dinihari. Kebiasaan lain dalam hidupku adalah melakukan banyak hal disaat orang lain tertidur. Aku putuskan untuk sedikit melirik-lirik tentang Negara tetangga Malaysia terutama Penang. Kata yang terlontar dari mulut Bowo “Ayoklah kita ke Penang tiketnya 59 ribu aja lo..!!” Perkataan anak ini memutar mutar otakku. Sambil menyeruput kopi dan menyulut sebatang rokok, aku mulai memikirikan diriku sendiri, mungkin ini saat nya aku mulai memaafkan Ana dan menerima keadaanku. Mungkin aku bisa memulainya lagi dengan menikmati kebersamaan bersama Bowo dan beberapa teman baru seperjalanan. Alhasil aku mulai berfikir tentang jalan-jalan ke Penang dan Langkawi. Berita ini masih aku simpan, untuk melihat moodku keesokan paginya.

Terbagun dengan kepala pusing adalah situasi normal yang mewarnai suasana pagi dalam kehidupanku. Melirik jam dan mulai bangkit untuk kembali bekerja. Aku putuskan untuk memberi kabar kepada Bowo dan Dina, bahwa kita harus bertemu untuk membuat rencana perjalanan. Aku tidak tau apakah mereka akan oke2 saja atau malah mulai bingung dengan kebiasaan last minuteku dalam membuat keputusan.  Kami putuskan bertemu di hari Jum’at untuk membuat rencana perjalanan dan booking segala tiket-tiket yang dibutuhkan.

Jum’at yang dinanti-nanti, terutama bagi si Bowo. Hunting hunting tiket walau dengan rencana hanya bertiga, keraguan-raguan dari Vina membuat kami sepakat bahwa perjalanan hanya akan  ditempuh 3 orang. Walau pada akhirnya Vina menyatakan setuju untuk ikut setelah berhasil meyakinkan Ibunya tercinta yang selalu memuntahkan banyak pertanyaan dan memunculkan berbagai statement galau atas keinginan puterinya untuk ikut bersama manusia tak jelas sepertiku.  Alhasil semua tiket-tiket pun beres. Sakit kepala dan lelah menjadi akhir dari jum’at malamku, ditambah dengan guyuran hujan yang mulai menipis diperjalanan pulang, membuat ku benar-benar ingin beristirahat sampai bosan di kasur.

Perjalanan yang semula dijadwalkan hanya 4 hari berujung jadi 5 hari karena kesalahan booking tanggal yang aku lakukan. Entah suratan takdir harus berada 1 hari full di penang atau memang karena kelewat lelah,sepertinya aku melakukan kesalahan besar pertama dalam sejarah pembookingan flight. Sibuk menelfon maskapi penerbangan dan mulai online untuk searching tiket untuk vina adalah cerita di Sabtu pagi yang tidak Indah sama sekali. Sabtu sorenya kami putuskan untuk bertemu kembali dan membahas solusi apa yang kira kira bisa diambil. Dan memang extand sampai jadwal keberangkatan adalah hal terbaik.

Penang and Langkawi Here we Go!!!!

Thursday, 11th 2014
A bit nervous of course , 1st time for me to start a trip after a big disaster in my life..
Our flight is 6.30 PM from Medan destination to Penang-Malaysia. Stay one night in Penang and the next day will be arrive in Langkawi Island. Okay, stop using English!! Di Penang, kami tinggal di apartmen teman dekat Dina. Pria ini bernama Ade. Ade adalah salah satu mahasiswa dari Universitas Sains Malaysia. Ade tergolong pria pintar, dewasa sesuai dengan usianya dan pribadi yang enak di ajak bicara apa saja, mulai dari sempak belampu sampai kutang berenda!!!!! Hahahahahahah…-*ngakak!!

8.30 PM arrived di Penang International Airport of Malaysia. Say bye bye to Petugas imigrasi yang begitu teliti nge-stamp passport kami dan caw!!!! Taxi merupakan pilihan yang tepat kalau anda melakukan perjalanan lebih dari 3 orang. Biaya taxi dari Bandara ke kawasan kota Penang berkisar antara 30-50 RM atau sekitar 120IDR. Kami sampai di apartment Ade yang berada di kawasan Bukit Gambier Penang dan memutuskan untuk makan malam bersama disalah satu tempat nongkrongnya mahasiswa di kawasan Bukit Gambier. Begitu banyak pilihan makanan, walau rata-rata adalah makanan India dan Arab. Aku begitu tertarik mencoba makanan baru dari tempat tempat yang berbeda. Modal 6RM saja sudah bisa makan nasi Tom Yam dan Teh Tarik khas nya Malaysia.


Friday, 12th 2014
Penerbangan menuju langkawi adalah pukul 11.10 menit. Berhubung nongkrong nongkrong di malam sebelumnya baru selesai sekitar pukul 1 dinihari. Bangun pagi ini terasa sedikit aneh. Melirik jam tangan dan mulai mengemas beberapa barang dan pakaian yang sempat aku keluarkan, dan memutuskan untuk tidak mandi pagi ini. Seperti biasa kebiasaan ku yang jarang mandi tetap saja aku jaga untuk membuatku nyaman dengan cuaca yang belum aku pelajari. Dan aku rasa badanku belum terlalu bau dan belum membuat hidung orang lain menderita.



Penerbangan dari Penang menuju Langkawi terbilang sangat – sangat singkat hanya butuh 40 menit, dan diudara hanya 15 menit saja. Wheeeww!!!
Sesampainya di bandara Penang, kami kembali berdiskusi untuk menentukan tour apa yang akan kami lakukan. Sebagai tukang jalan yang bebas, memang mengikuti tour bukanlah solusi, namun jika ingin menikmati pulau langkawi, mengikuti tour adalah salah satu jalan cepat dan mudah yang bisa di tempuh.  Kami memutuskan untuk menyewa Mobil Toyota Innova sekitar 340RM, kemudian mengambil 2 paket tour “Island Hopkins” and “Mangrove Tour” dengan harga 500RM, total 840 dan kami menshare biaya tersebut kepada 7 orang. Ade, Vina, Rini, Bowo, Dina, Brasto beserta Istri dan anaknya. Ups,aku sedikit lupa untuk memperkenalkan Brasto. Brasto adalah salah satu classmate kami yang juga merupakan salah satu collegue ku di kantor. Ia memutuskan untuk ikut bersama kami setelah berbagai godaan tentang penang yang ia baca dari internet.

Kembali ke Rental mobil, biaya bensin selama 3 hari 2 malam ini cukup 30RM saja. Jangan lupa untuk booking akomodasi sebelum anda melakukan perjalanan ke langkawi. Berhubung tidak mendapatkan rekomendasi yang pasti, aku dan Brasto sudah booking 3 kamar dari agoda.com. Situs ini sangat bermanfaat bagi yang butuh referensi tempat tinggal. Tempat pertama yang kami singgahi adalah guest house di kawasan Pantai Cenang. Kami tinggal di 8Doors Inn sekitar 300ribu-an untuk 2 malam/ kamar dan itupun masih bisa share dengan teman teman yang lain.

Tidak tinggal diam di penginapan adalah hal yang tepat, tempat selanjutnya yang kami kunjungi adalah ZON. ZON merupakan supermarketnya coklat duty free. Menurut info ZON tutup sekitar pukul 5 disore hari, so kami putuskan untuk ke tempat ini pertama kali sebelum kami pergi ke kawasan Oriental Village di utara Langkawi.
Oriental Village bisa di tempuh sekitar 40 menit perjalanan menggunakan mobil. Disini lah adanya “cable car”. Dari penampakan dan gambarannya, cable car adalah sesuatu yang menyenangkan dan diatas atau dipuncaknya anda akan bisa melilhat kemolekan pulau Langkawi. Tiket masuk ke kawasan ini adalah 35RM atau sekitar 130ribu IDR. Antreannya pun lumayan menyiksa. Menit menit pertama menaiki cable car terasa menyenangkan, 5 menit kemudian adalah hal yang lumayan menarik karena hujan, selanjutnya sedikit bingung karena kabut yang menutupi kawasan perbukitan dan selanjutnya adalah penyiksaan bagiku karena tiba tiba menjadi pusing dan mual. Cable car benar benar terasa seperti penyiksaan semasa kecil ketika aku harus naik mobil, duduk di belakang dan mobil melewati “kelok 44” dikawasan Bukittinggi menuju Maninjau. Namun, untuk anda yang tidak punya silsilah “Car Sick” dan sejenisnya, mungkin masih bisa menikmati hal ini, tapi bagiku cukuplah sekali seumur hidup.

Dipijit karena masuk angin.
Dikarenakan musibah dadakan ini, aku memutuskan untuk beristirahat saja di kamar, karena ingin melanjutkan rute mangrove tour keesokan harinya. Walau sebelum ke kamar kami sempatkan makan malam di salah satu rumah makan seafood di kawasan pantai cenang. Tempat makan itu lumayan enak. Aku pernah mendengar bahwa makanan di Penang dan Langkawi enak-enak. Tapi, menurut lidah padangku masakan Bukittinggi dan seafoodnya Batam lebih menarik. Atau mungkin aku belum menemukan selera yang pas di lidah.

Saturday, 13 September 2014
Hari kedua di Langkawi adalah harinya Tour!! Cuaca yang kurang bersahabat membuat kami semua malaaas sekali untuk bangkit dan memulai aktivitas. Hujan deras masih mewarnai sabtu pagi yang seharusnya diisi dengan maen maen di pantai cenang. Namun, sudah pukul 7.30 tetap saja belum ada kehidupan dari ketiga kamar di guest house ini. Aku memutuskan untuk melilhat lihat sekeliling dan berniat mencari sarapan pagi itu. Skitar pukul 8, hujand sudah mulai mereda. Aku dan Brasto menemukan tempat sarapan dijalan menuju main streetnya pantai cenang. Makanan street food yang menggugah selera, tidak kurang dari 5RM sudah cukup untuk membeli makanan dikawasan pantai cenang. Sembari menunggu jemputan dari tour agency, kami semua sarapan di tempat yang sama.
Sekitar jam 9.10 menit mobil penjemput pun datang, perjalanan pertama Island Hopkin tour pun di mulai. Beberapa pemandangan yang manarik dari atas boat bisa kalian saksikan melalui beberapa foto berikut :


Me and Bowo di Dayang Bunting
Island Hopins Tour


Tour berakhir sekitar pukul 6 sore. Kami memutuskan untuk mencoba makanan khas Penang bernama “Laksa”…. Ups!! Untuk pecinta ikan gak ada salahnya nyoba, tapi untuk yang gak suka amis dan gak suka ikan, lebih baik jauh – jauh dari menu yang satu ini. Karena dijamiin amiiiisss bingit. Disepanjang jalan belakang di bandara ini selain dari laksa ada juga beberapa jajanan dari ikan dan kepiting yang bisa di makan dan tidak begitu amis.


Selesai dengan laksa dan jajanan pinggir jalan lainnya, kami memutuskan kembali ke penginapan untuk mandi dan istirahat sejenak, sebelum akhirnya keluar kembaki dikawasan pantai cenang untuk makan Pizzza dan Kebab!!!!

Malam minggu kami di langkawi ditutup dengan jalan kaki dari Viva Itali hingga ke penginapan, kemudian aku Bowo dan Ade nongkrong Indah di salah satu kedai makanan cepat saji hingga pukul 2 pagi untuk sekedar cerita cerita dan tukar pikiran.




Sunday, 14 September 2014
Sunday morning rain is falling. I think I’m really a bad “rainmaker”,,… Our flight is 10.10 Am and at 7 we were still in the middle of our dream. I woke up and made so noisy sound to waking up Dina and Vina, she is the good one, because she is a student. It was not a hard thing to wake her up in the morning. Without breakfast just walking out to the airport.
Sunday afternoon we decided to go to “George Town”. George Town is about an hour from Bukit gambier . I saw so many nice street art and took some funny and nice pictures with Bowo and the others.. 

George Town

George Town

George Town



We were so lucky, because on Sunday night they had Hungry Ghost Festival. This festival is one of biggest festival in Penang. Most of chineese people came and praying, standing on the street waiting for the parade who bringing the  statues of their Lord. This festival was held about 2 hours and after that we were stuck in the middle of traffic jam!!! Around 10 something finalllly we came out from the hell traffic and directly went to Gambier foodcourt to have a very late dinner. Last night in Penang was ended up with “Sisha”, one of my new favorite thing. Sisha introduced by Arabian and Indian people in Penang. It seems like smoking but is not bitter, so soft and tasty. We were here until 2PM something.

Monday, 15 September 2014
It was raining and we were so tired and decided to go back to the apartment. I woke up around 10 Am in the next day. Last time to enjoy breakfast in Penang and after that went to the airport. Flight back to Medan was on 4.30 Pm. Pufffffhh what a nice holiday in Penang and Langkawi.

Thanks a lot to all of the people that we met in Penang and Langkawi. Bowo, Dina, Vina, Brasto and family, thank you for good cooperation. Our new friends Keita, Harrith, Amber and a guy who came from Iran-I forgot his name. Special thanks to ADE who want to accommodate us and send my warmest regards to RIZKY!!
Next trip that is gonna Be EUROPE!!!!!! It’s a must!!!

On the Boat - Mangrove Tour!!




Selasa, 04 Februari 2014

KALEIDOSKOP 2013

Semakin tua semakin bingung.. semakin lama semakin memusingkan.. Adakalanya hidup bukan sekedar membuat rencana, melepas hawa nafsu dan mencari uang untuk mendapatkan kebahagiaan kehidupan. Pepatah basi “Manusia berencana, biarkan Tuhan yang akan menentukan hasil”. Lalu seorang manusia memilih motto “Life is what you make it”. And where is the GOD!!!....

Tahun dengan angka sial 13 ini memang penuh nuansa. Mulai dari target tahun lalu untuk pergi ke India, berujung dengan perjalanan ke Vietnam dan Kamboja aja.. Dapat best friend and almost jadi partner in crime.. but, gagal!!!! Hufth…. So, aku harus memutar otak lagi membuat rencana agar kehidupan yang hampir hancur bisa di tata, satu persatu.Dan sekedar mengingatkan diriku dan mungkin bakal di baca juga sama orang2 yang gak sengaja mampir di blog ini, sekedar ketak ketik akhir tahun, aku menulis kaleidoskop 2013 dan tentu aja bakalan ada beberapa planning utk tahun 2014..


JANUARI 2013

Repotnya pindah ke rumah kontrakan yang baru mengawali tahun 2013. Tanpa pikir panjang. Mencari rumah kata orang gampang-gampang susah. Setalah keliling 7 keliling di kota Medan, ternyata rumah kontrakan Idaman berhasil di dapatkan dari salah satu collegue dari bagian keuangan di kantor. Berhubung doski dimutasikan ke Dumai, rumahnya pun kosong. Langsung olah TKP dan mulai ngecek2 rumah doski. Ternyata sesuai dengan harapan dan “klop”.. Negosiasi by phone pun terjadi, harganya pun “cocok”. Per tanggal 1 Januari ditahun 2013, aku bersama Okta dan Harry berencana memasuki rumah kontrakan. Sibuk dah pokoknya mempersiapkan peralatan untuk rumah baru. Okta dan aku “ngubek-ngubek” semua tempat perbelanjaan rumah tangga. Alhasil, kami pindah dengan keadaan seadanya.Awal Januari memang terasa sedikit berat, namun “Life must go on”.. Awal Januari ini, menata ulang kehidupan emang sedikit sulit. Pertengahan Januari mulai lah cerita tentang “Couchsurfing”..Minggu pertama Januari, telp dari Bg Andi cukup bikin bingung.. “ Rin, minggu ini sibuk kah, ada 2 CS dari Poland yang mau datang, kamu bisa host”.. Berhubung, kamar ku yang diatas cukup besar untuk 1 orang.. Langsung saja bilang oke, sekalian melatih bahasa Inggris yang sudah  semakin semaput. Ketemuan sama Anya, dia anaknya emang asyik, suka senyum plus cuantiiiikkkk!!! Hihihihi… Friendly abieezz…2 hari bersama Ania dan Alexandria emang  menyenangkan. Mereka pun akhirnya berlalu dan melanjutkan travelling ke danau Toba dan sekitarnya.

Ania dan aku….

Ania berlalu – Suasana tahun baru pun berlalu.. Hidup, tiba2 jadi sedikit sibuk dengan pekerjaan awal tahun. Dan petualangan baru pun tiba2 menghampiri. Telp lainnya datang dari kak Irna-moderator CS Medan, “Rin, lu sibuk kah minggu ini, ada anak Prancis yang req host ke gw, tapi gw gak bisa… Anaknya menarik karena dia naik motor dari Jakarta ke Medan, sendirian..” Hmmh, tidak langsung percaya begitu aja, gw malah ngulik2 profil anak ini di CS site. Aku kirim pesan email, tapi tidak di balas, aku sms pun tidak ada jawaban.. Ya sudah,  kalau memang tidak ingin di bantu. Tiba2 di Minggu sore, salah seorang CS yang lain , sebut saja “Erna”.. “Kk Rin, besok Ana yang dari Prancis akan stay tempat kakak, aku sudah bikin janji sama dia untuk ketemu di Carefour..” hmmmh, aku mulai berfikir, owh okay, mungkin sms ku tidak dibaca, atau dia gak ngerti bahasa Inggris, atau apa bahasa Inggris ku terlalu jelek sehingga tidak dimengerti orang Prancis. “Oke”, jawabku dan karena aku terlalu sibuk, aku menitipkan kunci kepada Harry, salah satu room mate ku untuk diberikan kepada Ana dan Erna. 

Aku pulang hari Senin sekitar pukul 4 PM, dengan kondisi semaput, capek dan sedikit bĂȘte karena dapat bos baru yang kacaunya minta ampun.. Masuk ke kamar sudah ada Satu orang “bule”, Irna dan Erna.. Okay..Irna introduced her to me. Langsung saja ceplas ceplos pakai bahasa Inggris. Dan si Bule bilang “namaku Ana”.. Ups, nih anak bisa bahasa  Indonesia... Sial!!! Oke, Irna menjelaskan bla…blaa…bla…, dan aku mulai basa basi busuak seperti biasa, menjelaskan kegiatanku dan situasi Medan pada umumnya. Dari sorotan matanya yang capek dan kesepian.. “sepertinya kita sama”, bisikku dalam hati.. Kamarku yang masih alakadarnya, namun untung ada AC sudah cukup nyaman aku rasa untuk kami berdua Istirahat.  Bangun-bangun keesokan paginya, baru sadar kalau udah ada makhluk berbadan besar tidur di sebelah gw. Upss!!! Oh iya, ada si Ana dari Prancis lagi gw host. Badannya tinggi besar, tapi wajahnya lumayan cantik.. okelah, gw harus kerja, so dia mutusin untuk istirahat di rumah. Setalah 2 hari, doski bilang mau cari kamar kos untuk tinggal sampai 6 bulan. Aku mulai muter otak, kira-kira dimana ya, kosan yang deket2 rumah gw, karena kantornya juga sangat dekat dengan kawasan rumah gw.. Uplaaa!!!!.. Berhubung gw lebih banyak kecapek’an dari pada mikir. So, gw tawarin aja untuk tinggal ditempat gw, sekalian gw mau belajar mengerti budaya orang sana. Maksud hati baek ya, kagak macam-macam. Doski seperti banyak pikiran, namun akhirnya memutuskan untuk tinggal bersama.

Sebelum loncat ke Februari 2013, gak ada salahnya sedikit cerita tentang pengalaman terindah ulang tahun sepanjang masa kehidupan gw. Tinggal bareng Kingkong (Sebutan gw buat si Ana) emang banyak menimbulkan pengalaman baru. Mulai dari mesti mandi setiap pagi.. Untuk ukuran orang Prancis dia lumayan bersih dan rajin, secara kita tahu orang Prancis suka tidur, makannya lama and malas mandi.. Ups, sorry, tapi aku gak akan diskriminasi makhluk lain, karena akunya juga malas mandi.. Oke, kita bahas masalah mandi dulu, berhubung dia tau kalau gw jarang mandi, jadi kyknya dia gak bakalan percaya ketika gw bilang gw mandi hari ini.. Wajahnya yang cuek bebek bakalan nyengar nyengir gak percaya. Oke balik ke pengalaman terindah, sebenernya ini tentang ulang tahun. Dalam satu minggu gw dan Kingkong lumayan akrab, walau dia banyak mengeluarkan gaya Prancis yang kadang bikin bĂȘte. Emosi aja bawaannya kalau ditanyain. Lagi ngobrol2, keceplosan deh kalau bulan ini gw ulang tahun. Tp, doski langsung bilang kalau doski emang gak pernah mikirin yang namanya ulang tahun. Ya udah, gw juga gak ngarapin apa-apa. Ditambah gw lagi rempong karena nyokap and kakak gw lagi disini.

Tibalah tanggal 22 setiap tahun yang selalu ingin gw lupakan dengan sekuat tenaga, tapi tetep aja bangun tidur and  mesti ingat kalau gw udah berusia 26 tahun.. Sial!!!!..  Sampainya di kantor sudah ada surprise party dari temen badminton.. Lumayan surprise sih. Tapi, tak ada satupun kata2 dari sang room mate.. Memanglah orang Prancis ini pelit, bahkan untuk bilang happy birthday….. sebel!!!, aku putuskan untuk diam juga dengan berjuta bahasa. Yang lebih sebelnya lagi, temen satu badminton ngasih tau kalau itu adalah hari ulang tahun ku, dengan marah dia bilang, yaaa aku tau-emangnya aku gak punya otak!!!!! What!!!!...kok sampai bawa2 otak segala!!! Gw juga udah tau kalau lu komunitas pelit.. Aku tidur di bawah karena nyokap dikamar bareng kk. Keesokan paginya, saat baru membuka mata, pas di depan mata udah ada satu paket body shop plus dengan sabun mandi and segalanya…diikat pita hijau bertuliskan “Happy Birthday”.. Kingkong!!!!!!... siapa lagi kalau bukan dia…Romantissss banget!!!!... gak ngomong, tapi tiba-tiba ngasih.. Dengan pasang wajah sedikit sombong, aku bilang makasih, padahal dalam hati seneng banget.. Hadiah plus cara terindah dalam mengucapkan “Happy Birthday”…thanks Kingkong!!!! Kau soulmate terindah di tahun 2013.


FEBRUARI 2013

Eh, sudah Februari aja nihh!!!.... Dibulan ini pada sibuk info2 mengenai perubahan struktur organisasi dari kantor. Semua pada stress merasa akan dipindahkan atau apalah gitu.. Well, aku termasuk dalam kategori yang akan dipindahkan, tapi sepertinya belum terlalu jelas. Sedangkan untuk urusan rumah, aku masih tinggal bersama Ana, dengan segala keributan2 kecil karena beda budaya. Mulai menyesuaikan, tapi lama kelamaan aku terlalu peduli dengan kehidupannya. Untuk ukuran bule sebenarnya dia std sekali, tapi bagiku anak ini cukup menarik dengan segala keanehannya. Tapi, ya sudahlah tidak usah di bahas. Sebelum terlupa sebenernya di Bulan ini, aku sempatkan ke Bali untuk melihat temanku Marie-Germany. Doski ulang tahun, so, niatnya mau bikin surprise kecil2an. Perjalanan ke Bali pun, rada ribut dengan Ana, mulai nanya ke sana ketemu siapa, sudah berapa kenal and bla….bla..bla… Aku senang doski care, but ya, gw gak pengen terlalu jauh.. Ntar kalau dia balik ke negaranya, gw pasti ngerasa kehilangan banget.


MARET 2013

Perbedaan memang tak bisa disatukan, dibulan ini memang ribut agak besar mulai mewarnai. Maret selalu menjadi awal kehancuran dari sesuatu yang dibangun. Sebenernya diperiode ini tak banyak aksi2 yang mendukung cita2ku terwujud untuk tahun 2013. Dibulan ini aku memutuskan untuk berhenti belajar biola, dan mulai fokus dengan pekerjaanku. Memutuskan untuk tetap dijalur music sepertinya hanya membuang-buang waktuku. Kerjaan memang lagi mumet2nya pulak, dan kehidupan dirumahku bersama Ana juga kadang kurang harmonis. Tapi, "tetap bertahan dan Lanjutkan" adalah slogan favorite.. Wanita Prancis ini mulai complain dengan kebiasaan moodku yang kalau lagi jelek, diam sendirian dikamar, denger music slow and itu bisa berjuta-juta tahun. But, that’s the real me. Tapi, mungkin dia ingin aku bahagia selalu. Hufthhhh..Maret selalu punya cerita. Bahagia sih bahagia, tapi ada masanya gw lebih suka sendiri dan merenung.


APRIL 2013

Bulan ini, ide busuk mulai bermunculan. Mulai dari kembali mengontak Joe untuk rencana perjalanan ke India, yang sepertinya mulai gagal.. Ngumpul bareng anak2 CS Medan pun membuahkan hasil yang lumayan dadakan. Yukkk jalan ke Vietnam dan Kamboja. Ditengah2 ribut masalah kenaikan BBM subsidi, dan diantara keributan dengan Ana.. Lagi-Lagi, sepertinya semua hal romantis antara aku dan Prancis mulai terkikis. Tapi, tetap mencoba mengerti dan memahami adalah hal yang harus terus dipertahankan. With or without you adalah lagu yang sangat pas untuk situasi semacam ini. Bobot diri hampir menyusut, karena masalah yang terbilang complicated antara relationship, pekerjaan dan family. Aku hanya melihat satu jalan keluar, kabuuurrr!!!! Jalan-jalan. Keputusan yang sangat dadakan untuk bergabung bersama Agatha, James, David dan Jenny untuk pergi ke Vietnam dan Kamboja pun diputuskan. Tiket sudah ditangan. Bulan Mei selalu menjadi timing yang baik untuk jalan-jalan.


MEI 2013

Pergi ke Vietnam dan Kamboja diem2 aja.. Pengen ngasih surprise dengan calling dari Vietnam untuk nanyain Oleh2 ternyata jadi pemicu sedihnya jalan-jalan di Vietnam. Jawaban dari sang roommate kurang bersahabat. Entah apalagi permasalahan hidupnya. Itu memang bikin perjalanan di Vietnam menjadi tidak menarik. Untuk bulan Mei 2013, perjalanan ke Vietnam dan Kamboja ada sesinya sendiri di Blog ini..


JUNI 2013

Bulan ini aku memutuskan cabut dari Rumah dan memutuskan untuk nge-kos. Keputusan gila emang. Tapi, aku hanya ingin mellihat dia nyaman tinggal di rumah. Kalau memang dia tidak suka melihatku, aku mengalah. Aku merasa terlalu tua untuk berdebat dengan anak Prancis ini. Sendiri memang selalu menjadi pilihan utama. Keputusanku untuk menjadi anti social pun muncul. Aku memang seorang pakar individualis. Aku bisa berjuta-juta tahun hidup tanpa ada manusia lain. Bermain dengan kucing, mendengarkan lagu, menulis dll. Begitu banyak kegiatan yang aku sukai dalam kesendirian. Termasuk menangisi orang yang sudah aku anggap lebih dari saudaraku sendiri. Madam Larderet!!!! Aku memang sayang sama anak ini. Itu saja!!! Tidak ada keinginan yang aneh-aneh. Berhubung aku jauh dari keluarga, maka aku menganggap orang yang satu rumah dengan ku adalah bagian dari kehidupanku dan sudah menjadi tanggung jawabku untuk memperhatikan dan menjaga mereka. Jiwa heroic yang lebay emang, tapi itulah aku dengan segala kekuranganku. Hari pertama kabur…tenanggg!!!!, sudah 2 hari berlalu, telp pun berdering. Allo!!! Kau di mana????? “Dikantor”, jawabku..”ini dari siapa?”…”hh, kurang ajar, sudah lebih dari 5 bulan, kau tidak tau suaraku”!!!.. hmmm, sapaan yang sangat halus apa kasar yak…hmmmh, sudahlah… Aku langsung Tanya “ada apa kong??”.. bla…blaa…nla… Intinya, dia celingak celinguk ke kamarku, kenapa tidak ada kehidupan. Aku jujur aja bilang kalau udah kos. Sungguh, gak sanggup melihat orang yang kita pedulikan merasa gak nyaman dengan kita. Aku bakal menjauh  dan meratap sedih dari jauh aja, yang penting dia bahagia..Prettttt!!!!!!...thats me .. again!!!..Doski ngajak ketemuan, untuk membahas tuntas katanya.. Oke, gw balik. Tapi masalah berlanjut kayaknya..Neraka deh, tapi apa mau dikata, kalau udah bertanggung jawab ya bertanggung jawab aja gw..Lanjutan cerita ini, tentu saja di Bulan July awal..


JULY 2013

Last month buat nih anak untuk wara wiri di Medan. Aku pun mulai panic, karena akan ditinggalkan, entah kapan bakal bisa bareng dan ribut2 lagi. Lanjut dari cerita Juni. Setalah pembicaraan alakadarnya, ternyata masih ada yang mengganjal, walau gw pikir itu sudah selesai!!! Tapi, it was not done yet!!! Pembicaraan selanjutnya adalah “doski yang pengen hengkang”… Hedewwwhhh, memanglah capek kali ngadepin bule nih… Itu gak polite bagi Indonesia.. Aku emang sudah gak tahan lagi.. tinggal 1 bulan saja.. Dia tetap keras kepala, dan kali ini gw gak bakal ngalah.. ya udah sama2 keluar aja.. Tp, akhirnya kesepakatan ttp tinggal bareng, dan gw tidak tegur sapa, intinya kalau dia merasa gw mengganggu, gw bakal diam 1000%.. So, satu rumah tanpa ada komunikasi. Dan bulan ini, ditutup dengan farewellnya Ana. Tepatnya tanggal 18 July 2013. Dan habis itu tinggal kenangan saja.. Walau gak komunikasi, jujur, aku gak benci kok sama ni Anak…. Sampai kapan pun, dia tetap pertnerku..Amin..


AGUSTUS 2013

Ana berlalu.. Trude pun datang.. Trude, cewek Belanda. Aku kenal dari Yanti-anak Jogya…Dia perempuan banget dan baik tentunya.. Enak di ajak ngobrol. Kita sering nongkrong bareng dan ketawa ketiwi bareng.. Nonton ke cinema.. lega deh, sedikit refreshing, setelah 6 bulan hidup dengan ketegangan yang luar biasa.. Trude ibaratnya airputih untuk menetralisir kehidupan pribadi dan social yang mulai rusak. Hingga aku sampai pada kesimpulan Orang Belanda bisa cocok dengan Indonesia, wajar aja 350 tahun di sini mereka gak mau hengkang dan Indonesianya baru sadar di jajah setelah 350 tahun. Wow!!!!!Sisa bulan tinggal bersama Trude dan selebihnya aku kepadang.. Lebaran euy!!!!!!


SEPTEMBER  2013

Kembali ke Medan dan mikir muter2, liat kamar Ana yang udah kosong.. dan masuk ke kamar ku yang berantakan.. Baiklah ini kelanjutan kehidupan ku lagi.. Sendirian, dan kabur dari dunia per-Gatheringan di CS. Tetap nge-host, tapi antara aku dan travellernya aja, gak ada ngumpul2 lagi. Sibuk membenahi diri. Eh, sebelum lupa di bulan ini, aku sudah mengendarai Orlando (Orange Belando), motor Yamaha Jupiter MX gw yang baru. Bisa dibilang, terinspirasi oleh Ana yang kesana kemari pakai motor, enak juga ternyata.. Lebih bebas berekspresi dan bisa terbang sendirian kemana2 tanpa takut biaya bentor yang semakin kurang ajar.


OKTOBER  2013

Di bulan ini memutuskan komunikasi dengan Ana. Karena menurutku, aku adalah manusia bodoh, yang seharusnya tau bahwa mungkin “Dia tidak ingin jadi teman, apalagi jadi Best Friend”. Banyak kebohongan-kebohongan kecil terungkap dari beberapa teman Ana. Memang doski gak bilang langsung, tapi aku sudah mendapatkan cerita yang berbeda-beda. Bagaimana bisa aku percaya sama nih anak, karena dia gak pernah bilang kebenarannya. So, I have to face the world without Best Friend… Kerjaan semakin padat menjelang akhir tahun. Ada workshop layanan jual dan persiapan untuk gathering customer. Kira2 begitulah..


NOVEMBER 2013

Emang sulit memutuskan untuk anti social. Tapi, aku mulai menikmatinya. Pulang kerumah menulils, membaca artikel. Dan aku memutskan untuk belajar bahasa Prancis. Bahasa yang tergolong sulit. Bukan untuk gaya2an, tapi memang ingin bisa bicara beberapa bahasa aja. Tetap kembali bermain badminton, juga terhitung keputusan yang baik. Project akhir tahun di kantor membuat hari2ku sedikit sibuk. Walau, kalau pulang kerumah masih teringat tentang mantan teman serumah. Kalau sudah begini baru ingat yang baik-baik tentang dia. Kado ultah, DVD Revenge full set, nonton bareng (kadang-kadang), badminton bareng, berantem, masak2, makan bareng..hufthhh…. If I could change the world….


DESEMBER 2013

Penghujung tahun sibuk dengan gathering di Batam. Aku memutuskan untuk tidak kemana-mana merayakan tahun baru yang tinggal beberapa hari lagi. Telp dari Padang pun bordering, Mama kena stroke. Apa mau dikata balik ke kampong halaman itu wajib hukumnya!!!! Apalagi kalau lagi sakit. So, aku balik pulang. Walau 2 hari sebelumnya aku dinobatkan jadi pekerja terbaik di Industrial Fuel Marketing. Aku merasa aku kurang tepat untuk mendapatkan piagam penghargaan semacam itu. So, santai aja, dan aku rasa uang hadiah akan aku traktir teman2ku satu kantor sampai uangnya habis. Kalau merasa itu memang kurang pas untukku.. “ Belajarlah untuk mengalah sampai tidak ada yang bisa mengalahkanmu”…. Motto yang bijak dalam situasi yang kurang menyenangkan. Okay…bye 2013. Selamat datang 2014. Rencana tinggallah rencana. Namun, aku tetap bermimpi sampai aku mati karena ingin mewujudkan mimpi itu. 2014, aku tidak terlalu berharap banyak pada kehidupanku, yang mungkin akan aku jalani sendiri…


1.   Aku tetap akan belajar bahasa Prancis, walau tidak ada sedikitpun terlihat kesempatan untuk dapat hidup di Prancis atau hidup bersama orang Prancis.
2.       Aku mengambil beberapa online Course
3.    Aku harus dapat sertifikat TOEFL, ntah itu nantinya akan digunakan untuk apa
4.       Aku akan buka usaha gerobak kopiku bersama Agung
5.  Tidak ada rencana untuk jalan-jalan keluar Negeri, tahun ini akan aku habiskan dengan mengikat pinggangku.
6.   Penampilanku akan berubah menjadi sangat serius, lebih sering menggunakan jas casual dengan long pants, kaos kerah “V” sangat cocok untukku dan membiarkan rambutku gondrong. Aku tidak menyediakan budget untuk potong rambut. hahahahah..
7.       Mempersiapkan segala sesuatunya untuk off di awal tahun 2016
Tidak ada rencana khusus. Tahun ini aku lebih memilih lagu The Beatles “ LET IT BE”………..