Kamis, 11 September 2014

TRIP PENANG AND LANGKAWI…

Menghilang itu bukan jalan keluar, tapi salah satu hal yang harus aku lakukan ketika jiwaku meminta untuk diam dan sedang tidak ingin bersedih menangisi orang yang kukasihi. Memutuskan untuk kembali menggila dan bertemu dengan orang baru untuk dijadikan teman seperjalanan adalah babak kehidupan yang mau tidak mau harus dibuka, walau aku sangat enggan untuk menutup buku ku yang lama karena cerita yang belum juga berakhir.  “Dunia itu akan berakhir dengan sendirinya, tapi tidak dengan berjuta perasaan yang tersimpan di hati manusia, meskipun mati, selalu saja ada orang orang yang akan mengingatnya, dan aku akan membuat kalian mengingatku dengan berbagai kepribadian unik yang aku miliki dan akan berujung dengan penggalan tulisanku yang wara wiri di dunia maya. Kalian akan mengingatku sebagai pecinta gila, aku sedikit senang dengan julukan itu. R Navarin..

Setelah menghilang sekitar setahun sejak kepergian Ana, aku memutuskan untuk membuka hati menimba ilmu bahasa Inggris. Terdengar sangat membosankan memang, dari berjuta juta tahun yang lalu aku selalu mengasah kemampuan bahasa Inggrisku, walau berujung  dengan hasil yang tidak akan jauh berbeda. “Tidak masalah”, itu adalah kata-kata favorit lain dalam hidupku. Salah satu lembaga bahasa asing ternama dinegeri ini aku pilih, dengan kelas TOEFL sebagai target utamaku. Bertemu dengan teman sekelas adalah adaptasi pertama setelah aku sangat enggan bertemu orang baru. Mereka sangat menyenangkan karena usia mereka yang terpaut beberapa tahun di bawah ku, aku bisa melihat kegamangan manusia-manusia muda negeri ini dari sifat dan perawakan mereka.
Me and Bowo


Bowo. Anak ini adalah classmate favorite ku. Pintar, suka tertawa dan menyenangkan, Bowo tergolong pria yang murah senyum dan sangat atraktif. Kosentrasi pendidikan di jalur kedokteran adalah salah satu lambang kegigihan dan kepintaran yang ia miliki. Gayanya yang sedikit metropolis melambangkan jiwanya yang masih labil. Aku memasukkan Bowo dalam lingkungan teman penting. Nice!!


Vina. Anak ini akan terlihat seperti manusia kuburan yang tenang dan damai. Ekspresi wajah yang datar dan sedikit malu-malu membuat Vina terlihat seperti dalam tekanan tertentu. Usianya yang cukup muda membuatnya sedikit enggan untuk berargumentasi dengan manusia-manusia dewasa sekelilingnya. Tentu saja tergolong anak yang pintar dari silisilah keturunannya notabene keluarga oriental dan berasal dari Bang sa tertua di Dunia membuatnya memiliki pemikiran yang cemerlang dan pandangan yang berbeda dari Anak Anak local kebanyakan.

Dina. Dina seperti kebanyakan perempuan Indonesia tergolong sangat loyal, murah senyum dan anak manja. Manja bukanlah suatu kesalahan, tapi hanya gaya hidup yang merugikan. Dia pantas untuk dijadikan teman untuk berhura-hura karena sifatnya yang easy going dan tidak gampang tersinggung dan juga bisa dijadikan telinga jika anda merasa ingin didengarkan. Bisa berargumentasi, tetapi terlihat sangat ragu dengan pendapatnya sendiri, pendirian yang belum cukup kuat karena masih di bawah bayang-bayang orang tua. 

Mereka bertiga adalah orang yang menyenangkan, setidaknya aku merasa oke oke saja dikelilingi oleh orang seperti mereka selama 3 jam seminggu. Dan itu hanya pendapatku sebagai orang bergolongan darah “B” yang bicara apa adanya tanpa ada yang aku tutup-tutupi. Menurutku sifat jujur itu sangat penting walau terkesan sedikit “kurang ajar”.

Setelah 2 bulan lebih, Bowo berniat untuk berlibur ke suatu tempat. Ide sederhana itu keluar begitu saja seperti sebuah opini atas salah satu pertanyaan seputar grammer. Dan kami selalu seperti itu di kelas, aku tidak pernah menemukan kami terlihat begitu pusing dengan tense dan grammer. Bukan karena hal itu terlalu mudah, namun karena kami tidak memikirkannya sehingga semua soal terlihat sama saja dan akan menghasilkan score ujian yang tidak jauh berbeda dari sebelumnya. Keputusan untuk melakukan perjalanan ke Penang adalah hal tersimple lainnya yang menjadi pembicaraan di penghujung sesi belajar TOEFL malam itu. Tepat seminggu sebelum keberangkatan. Aku tidak menemukan sedikitpun rasa antusias dari dalam diriku saat kembali membaringkan badanku yang lelah dikasur tipis dikamarku. Kenyataan pahit yang masih saja belum bisa aku terima tentang kepergian seseorang dengan alasannya menjadi “traveler dan adventurer” membuatku sangat benci dengan kata kata “travelling”. Sungguh aku tidak ingin menjadi seperti dia. “Manusia seperti apa yang tega meninggalkan orang yang ia sayangi hanya untuk bertemu orang baru dan hal baru dalam hidupnya dan membuang orang yang ia sayangi tersebut-dan mengatakan dirinya adalah traveler dan ingin mencoba petualangan lain dalam hidup, sungguhlah aku bukan tergolong orang orang yang demikian.

Aku melirik arloji, malam itu sekitar pukul 1 dinihari. Kebiasaan lain dalam hidupku adalah melakukan banyak hal disaat orang lain tertidur. Aku putuskan untuk sedikit melirik-lirik tentang Negara tetangga Malaysia terutama Penang. Kata yang terlontar dari mulut Bowo “Ayoklah kita ke Penang tiketnya 59 ribu aja lo..!!” Perkataan anak ini memutar mutar otakku. Sambil menyeruput kopi dan menyulut sebatang rokok, aku mulai memikirikan diriku sendiri, mungkin ini saat nya aku mulai memaafkan Ana dan menerima keadaanku. Mungkin aku bisa memulainya lagi dengan menikmati kebersamaan bersama Bowo dan beberapa teman baru seperjalanan. Alhasil aku mulai berfikir tentang jalan-jalan ke Penang dan Langkawi. Berita ini masih aku simpan, untuk melihat moodku keesokan paginya.

Terbagun dengan kepala pusing adalah situasi normal yang mewarnai suasana pagi dalam kehidupanku. Melirik jam dan mulai bangkit untuk kembali bekerja. Aku putuskan untuk memberi kabar kepada Bowo dan Dina, bahwa kita harus bertemu untuk membuat rencana perjalanan. Aku tidak tau apakah mereka akan oke2 saja atau malah mulai bingung dengan kebiasaan last minuteku dalam membuat keputusan.  Kami putuskan bertemu di hari Jum’at untuk membuat rencana perjalanan dan booking segala tiket-tiket yang dibutuhkan.

Jum’at yang dinanti-nanti, terutama bagi si Bowo. Hunting hunting tiket walau dengan rencana hanya bertiga, keraguan-raguan dari Vina membuat kami sepakat bahwa perjalanan hanya akan  ditempuh 3 orang. Walau pada akhirnya Vina menyatakan setuju untuk ikut setelah berhasil meyakinkan Ibunya tercinta yang selalu memuntahkan banyak pertanyaan dan memunculkan berbagai statement galau atas keinginan puterinya untuk ikut bersama manusia tak jelas sepertiku.  Alhasil semua tiket-tiket pun beres. Sakit kepala dan lelah menjadi akhir dari jum’at malamku, ditambah dengan guyuran hujan yang mulai menipis diperjalanan pulang, membuat ku benar-benar ingin beristirahat sampai bosan di kasur.

Perjalanan yang semula dijadwalkan hanya 4 hari berujung jadi 5 hari karena kesalahan booking tanggal yang aku lakukan. Entah suratan takdir harus berada 1 hari full di penang atau memang karena kelewat lelah,sepertinya aku melakukan kesalahan besar pertama dalam sejarah pembookingan flight. Sibuk menelfon maskapi penerbangan dan mulai online untuk searching tiket untuk vina adalah cerita di Sabtu pagi yang tidak Indah sama sekali. Sabtu sorenya kami putuskan untuk bertemu kembali dan membahas solusi apa yang kira kira bisa diambil. Dan memang extand sampai jadwal keberangkatan adalah hal terbaik.

Penang and Langkawi Here we Go!!!!

Thursday, 11th 2014
A bit nervous of course , 1st time for me to start a trip after a big disaster in my life..
Our flight is 6.30 PM from Medan destination to Penang-Malaysia. Stay one night in Penang and the next day will be arrive in Langkawi Island. Okay, stop using English!! Di Penang, kami tinggal di apartmen teman dekat Dina. Pria ini bernama Ade. Ade adalah salah satu mahasiswa dari Universitas Sains Malaysia. Ade tergolong pria pintar, dewasa sesuai dengan usianya dan pribadi yang enak di ajak bicara apa saja, mulai dari sempak belampu sampai kutang berenda!!!!! Hahahahahahah…-*ngakak!!

8.30 PM arrived di Penang International Airport of Malaysia. Say bye bye to Petugas imigrasi yang begitu teliti nge-stamp passport kami dan caw!!!! Taxi merupakan pilihan yang tepat kalau anda melakukan perjalanan lebih dari 3 orang. Biaya taxi dari Bandara ke kawasan kota Penang berkisar antara 30-50 RM atau sekitar 120IDR. Kami sampai di apartment Ade yang berada di kawasan Bukit Gambier Penang dan memutuskan untuk makan malam bersama disalah satu tempat nongkrongnya mahasiswa di kawasan Bukit Gambier. Begitu banyak pilihan makanan, walau rata-rata adalah makanan India dan Arab. Aku begitu tertarik mencoba makanan baru dari tempat tempat yang berbeda. Modal 6RM saja sudah bisa makan nasi Tom Yam dan Teh Tarik khas nya Malaysia.


Friday, 12th 2014
Penerbangan menuju langkawi adalah pukul 11.10 menit. Berhubung nongkrong nongkrong di malam sebelumnya baru selesai sekitar pukul 1 dinihari. Bangun pagi ini terasa sedikit aneh. Melirik jam tangan dan mulai mengemas beberapa barang dan pakaian yang sempat aku keluarkan, dan memutuskan untuk tidak mandi pagi ini. Seperti biasa kebiasaan ku yang jarang mandi tetap saja aku jaga untuk membuatku nyaman dengan cuaca yang belum aku pelajari. Dan aku rasa badanku belum terlalu bau dan belum membuat hidung orang lain menderita.



Penerbangan dari Penang menuju Langkawi terbilang sangat – sangat singkat hanya butuh 40 menit, dan diudara hanya 15 menit saja. Wheeeww!!!
Sesampainya di bandara Penang, kami kembali berdiskusi untuk menentukan tour apa yang akan kami lakukan. Sebagai tukang jalan yang bebas, memang mengikuti tour bukanlah solusi, namun jika ingin menikmati pulau langkawi, mengikuti tour adalah salah satu jalan cepat dan mudah yang bisa di tempuh.  Kami memutuskan untuk menyewa Mobil Toyota Innova sekitar 340RM, kemudian mengambil 2 paket tour “Island Hopkins” and “Mangrove Tour” dengan harga 500RM, total 840 dan kami menshare biaya tersebut kepada 7 orang. Ade, Vina, Rini, Bowo, Dina, Brasto beserta Istri dan anaknya. Ups,aku sedikit lupa untuk memperkenalkan Brasto. Brasto adalah salah satu classmate kami yang juga merupakan salah satu collegue ku di kantor. Ia memutuskan untuk ikut bersama kami setelah berbagai godaan tentang penang yang ia baca dari internet.

Kembali ke Rental mobil, biaya bensin selama 3 hari 2 malam ini cukup 30RM saja. Jangan lupa untuk booking akomodasi sebelum anda melakukan perjalanan ke langkawi. Berhubung tidak mendapatkan rekomendasi yang pasti, aku dan Brasto sudah booking 3 kamar dari agoda.com. Situs ini sangat bermanfaat bagi yang butuh referensi tempat tinggal. Tempat pertama yang kami singgahi adalah guest house di kawasan Pantai Cenang. Kami tinggal di 8Doors Inn sekitar 300ribu-an untuk 2 malam/ kamar dan itupun masih bisa share dengan teman teman yang lain.

Tidak tinggal diam di penginapan adalah hal yang tepat, tempat selanjutnya yang kami kunjungi adalah ZON. ZON merupakan supermarketnya coklat duty free. Menurut info ZON tutup sekitar pukul 5 disore hari, so kami putuskan untuk ke tempat ini pertama kali sebelum kami pergi ke kawasan Oriental Village di utara Langkawi.
Oriental Village bisa di tempuh sekitar 40 menit perjalanan menggunakan mobil. Disini lah adanya “cable car”. Dari penampakan dan gambarannya, cable car adalah sesuatu yang menyenangkan dan diatas atau dipuncaknya anda akan bisa melilhat kemolekan pulau Langkawi. Tiket masuk ke kawasan ini adalah 35RM atau sekitar 130ribu IDR. Antreannya pun lumayan menyiksa. Menit menit pertama menaiki cable car terasa menyenangkan, 5 menit kemudian adalah hal yang lumayan menarik karena hujan, selanjutnya sedikit bingung karena kabut yang menutupi kawasan perbukitan dan selanjutnya adalah penyiksaan bagiku karena tiba tiba menjadi pusing dan mual. Cable car benar benar terasa seperti penyiksaan semasa kecil ketika aku harus naik mobil, duduk di belakang dan mobil melewati “kelok 44” dikawasan Bukittinggi menuju Maninjau. Namun, untuk anda yang tidak punya silsilah “Car Sick” dan sejenisnya, mungkin masih bisa menikmati hal ini, tapi bagiku cukuplah sekali seumur hidup.

Dipijit karena masuk angin.
Dikarenakan musibah dadakan ini, aku memutuskan untuk beristirahat saja di kamar, karena ingin melanjutkan rute mangrove tour keesokan harinya. Walau sebelum ke kamar kami sempatkan makan malam di salah satu rumah makan seafood di kawasan pantai cenang. Tempat makan itu lumayan enak. Aku pernah mendengar bahwa makanan di Penang dan Langkawi enak-enak. Tapi, menurut lidah padangku masakan Bukittinggi dan seafoodnya Batam lebih menarik. Atau mungkin aku belum menemukan selera yang pas di lidah.

Saturday, 13 September 2014
Hari kedua di Langkawi adalah harinya Tour!! Cuaca yang kurang bersahabat membuat kami semua malaaas sekali untuk bangkit dan memulai aktivitas. Hujan deras masih mewarnai sabtu pagi yang seharusnya diisi dengan maen maen di pantai cenang. Namun, sudah pukul 7.30 tetap saja belum ada kehidupan dari ketiga kamar di guest house ini. Aku memutuskan untuk melilhat lihat sekeliling dan berniat mencari sarapan pagi itu. Skitar pukul 8, hujand sudah mulai mereda. Aku dan Brasto menemukan tempat sarapan dijalan menuju main streetnya pantai cenang. Makanan street food yang menggugah selera, tidak kurang dari 5RM sudah cukup untuk membeli makanan dikawasan pantai cenang. Sembari menunggu jemputan dari tour agency, kami semua sarapan di tempat yang sama.
Sekitar jam 9.10 menit mobil penjemput pun datang, perjalanan pertama Island Hopkin tour pun di mulai. Beberapa pemandangan yang manarik dari atas boat bisa kalian saksikan melalui beberapa foto berikut :


Me and Bowo di Dayang Bunting
Island Hopins Tour


Tour berakhir sekitar pukul 6 sore. Kami memutuskan untuk mencoba makanan khas Penang bernama “Laksa”…. Ups!! Untuk pecinta ikan gak ada salahnya nyoba, tapi untuk yang gak suka amis dan gak suka ikan, lebih baik jauh – jauh dari menu yang satu ini. Karena dijamiin amiiiisss bingit. Disepanjang jalan belakang di bandara ini selain dari laksa ada juga beberapa jajanan dari ikan dan kepiting yang bisa di makan dan tidak begitu amis.


Selesai dengan laksa dan jajanan pinggir jalan lainnya, kami memutuskan kembali ke penginapan untuk mandi dan istirahat sejenak, sebelum akhirnya keluar kembaki dikawasan pantai cenang untuk makan Pizzza dan Kebab!!!!

Malam minggu kami di langkawi ditutup dengan jalan kaki dari Viva Itali hingga ke penginapan, kemudian aku Bowo dan Ade nongkrong Indah di salah satu kedai makanan cepat saji hingga pukul 2 pagi untuk sekedar cerita cerita dan tukar pikiran.




Sunday, 14 September 2014
Sunday morning rain is falling. I think I’m really a bad “rainmaker”,,… Our flight is 10.10 Am and at 7 we were still in the middle of our dream. I woke up and made so noisy sound to waking up Dina and Vina, she is the good one, because she is a student. It was not a hard thing to wake her up in the morning. Without breakfast just walking out to the airport.
Sunday afternoon we decided to go to “George Town”. George Town is about an hour from Bukit gambier . I saw so many nice street art and took some funny and nice pictures with Bowo and the others.. 

George Town

George Town

George Town



We were so lucky, because on Sunday night they had Hungry Ghost Festival. This festival is one of biggest festival in Penang. Most of chineese people came and praying, standing on the street waiting for the parade who bringing the  statues of their Lord. This festival was held about 2 hours and after that we were stuck in the middle of traffic jam!!! Around 10 something finalllly we came out from the hell traffic and directly went to Gambier foodcourt to have a very late dinner. Last night in Penang was ended up with “Sisha”, one of my new favorite thing. Sisha introduced by Arabian and Indian people in Penang. It seems like smoking but is not bitter, so soft and tasty. We were here until 2PM something.

Monday, 15 September 2014
It was raining and we were so tired and decided to go back to the apartment. I woke up around 10 Am in the next day. Last time to enjoy breakfast in Penang and after that went to the airport. Flight back to Medan was on 4.30 Pm. Pufffffhh what a nice holiday in Penang and Langkawi.

Thanks a lot to all of the people that we met in Penang and Langkawi. Bowo, Dina, Vina, Brasto and family, thank you for good cooperation. Our new friends Keita, Harrith, Amber and a guy who came from Iran-I forgot his name. Special thanks to ADE who want to accommodate us and send my warmest regards to RIZKY!!
Next trip that is gonna Be EUROPE!!!!!! It’s a must!!!

On the Boat - Mangrove Tour!!