Menghilang itu bukan jalan keluar, tapi salah satu hal
yang harus aku lakukan ketika jiwaku meminta untuk diam dan sedang tidak ingin
bersedih menangisi orang yang kukasihi. Memutuskan untuk kembali menggila dan
bertemu dengan orang baru untuk dijadikan teman seperjalanan adalah babak
kehidupan yang mau tidak mau harus dibuka, walau aku sangat enggan untuk
menutup buku ku yang lama karena cerita yang belum juga berakhir. “Dunia
itu akan berakhir dengan sendirinya, tapi tidak dengan berjuta perasaan yang tersimpan
di hati manusia, meskipun mati, selalu saja ada orang orang yang akan
mengingatnya, dan aku akan membuat kalian mengingatku dengan berbagai
kepribadian unik yang aku miliki dan akan berujung dengan penggalan tulisanku
yang wara wiri di dunia maya. Kalian akan mengingatku sebagai pecinta gila, aku
sedikit senang dengan julukan itu. R Navarin..
Setelah menghilang sekitar setahun sejak kepergian Ana,
aku memutuskan untuk membuka hati menimba ilmu bahasa Inggris. Terdengar sangat
membosankan memang, dari berjuta juta tahun yang lalu aku selalu mengasah
kemampuan bahasa Inggrisku, walau berujung
dengan hasil yang tidak akan jauh berbeda. “Tidak masalah”, itu adalah
kata-kata favorit lain dalam hidupku. Salah satu lembaga bahasa asing ternama
dinegeri ini aku pilih, dengan kelas TOEFL sebagai target utamaku. Bertemu
dengan teman sekelas adalah adaptasi pertama setelah aku sangat enggan bertemu
orang baru. Mereka sangat menyenangkan karena usia mereka yang terpaut beberapa
tahun di bawah ku, aku bisa melihat kegamangan manusia-manusia muda negeri ini
dari sifat dan perawakan mereka.
| Me and Bowo |
Bowo. Anak ini adalah classmate favorite ku. Pintar, suka tertawa dan menyenangkan, Bowo tergolong pria yang murah senyum dan sangat atraktif. Kosentrasi pendidikan di jalur kedokteran adalah salah satu lambang kegigihan dan kepintaran yang ia miliki. Gayanya yang sedikit metropolis melambangkan jiwanya yang masih labil. Aku memasukkan Bowo dalam lingkungan teman penting. Nice!!
Vina. Anak ini akan terlihat seperti manusia kuburan yang tenang dan damai. Ekspresi wajah yang datar dan sedikit malu-malu membuat Vina terlihat seperti dalam tekanan tertentu. Usianya yang cukup muda membuatnya sedikit enggan untuk berargumentasi dengan manusia-manusia dewasa sekelilingnya. Tentu saja tergolong anak yang pintar dari silisilah keturunannya notabene keluarga oriental dan berasal dari Bang sa tertua di Dunia membuatnya memiliki pemikiran yang cemerlang dan pandangan yang berbeda dari Anak Anak local kebanyakan.
Dina. Dina seperti kebanyakan perempuan Indonesia
tergolong sangat loyal, murah senyum dan anak manja. Manja bukanlah suatu
kesalahan, tapi hanya gaya hidup yang merugikan. Dia pantas untuk dijadikan
teman untuk berhura-hura karena sifatnya yang easy going dan tidak gampang
tersinggung dan juga bisa dijadikan telinga jika anda merasa ingin didengarkan.
Bisa berargumentasi, tetapi terlihat sangat ragu dengan pendapatnya sendiri,
pendirian yang belum cukup kuat karena masih di bawah bayang-bayang orang
tua.
Mereka bertiga adalah orang yang menyenangkan,
setidaknya aku merasa oke oke saja dikelilingi oleh orang seperti mereka selama
3 jam seminggu. Dan itu hanya pendapatku sebagai orang bergolongan darah “B”
yang bicara apa adanya tanpa ada yang aku tutup-tutupi. Menurutku sifat jujur
itu sangat penting walau terkesan sedikit “kurang ajar”.
Setelah 2 bulan lebih, Bowo berniat untuk berlibur ke
suatu tempat. Ide sederhana itu keluar begitu saja seperti sebuah opini atas
salah satu pertanyaan seputar grammer. Dan kami selalu seperti itu di kelas,
aku tidak pernah menemukan kami terlihat begitu pusing dengan tense dan grammer.
Bukan karena hal itu terlalu mudah, namun karena kami tidak memikirkannya
sehingga semua soal terlihat sama saja dan akan menghasilkan score ujian yang
tidak jauh berbeda dari sebelumnya. Keputusan untuk melakukan perjalanan ke
Penang adalah hal tersimple lainnya yang menjadi pembicaraan di penghujung sesi
belajar TOEFL malam itu. Tepat seminggu sebelum keberangkatan. Aku tidak
menemukan sedikitpun rasa antusias dari dalam diriku saat kembali membaringkan
badanku yang lelah dikasur tipis dikamarku. Kenyataan pahit yang masih saja
belum bisa aku terima tentang kepergian seseorang dengan alasannya menjadi
“traveler dan adventurer” membuatku sangat benci dengan kata kata “travelling”.
Sungguh aku tidak ingin menjadi seperti dia. “Manusia seperti apa yang tega meninggalkan orang yang ia sayangi hanya
untuk bertemu orang baru dan hal baru dalam hidupnya dan membuang orang yang ia
sayangi tersebut-dan mengatakan dirinya adalah traveler dan ingin mencoba
petualangan lain dalam hidup, sungguhlah aku bukan tergolong orang orang yang
demikian.
Aku melirik arloji, malam itu sekitar pukul 1 dinihari.
Kebiasaan lain dalam hidupku adalah melakukan banyak hal disaat orang lain
tertidur. Aku putuskan untuk sedikit melirik-lirik tentang Negara tetangga
Malaysia terutama Penang. Kata yang terlontar dari mulut Bowo “Ayoklah kita ke Penang tiketnya 59 ribu aja
lo..!!” Perkataan anak ini memutar mutar otakku. Sambil menyeruput kopi dan
menyulut sebatang rokok, aku mulai memikirikan diriku sendiri, mungkin ini saat
nya aku mulai memaafkan Ana dan menerima keadaanku. Mungkin aku bisa memulainya
lagi dengan menikmati kebersamaan bersama Bowo dan beberapa teman baru seperjalanan.
Alhasil aku mulai berfikir tentang jalan-jalan ke Penang dan Langkawi. Berita
ini masih aku simpan, untuk melihat moodku keesokan paginya.
Terbagun dengan kepala pusing adalah situasi normal
yang mewarnai suasana pagi dalam kehidupanku. Melirik jam dan mulai bangkit
untuk kembali bekerja. Aku putuskan untuk memberi kabar kepada Bowo dan Dina,
bahwa kita harus bertemu untuk membuat rencana perjalanan. Aku tidak tau apakah
mereka akan oke2 saja atau malah mulai bingung dengan kebiasaan last minuteku dalam
membuat keputusan. Kami putuskan bertemu
di hari Jum’at untuk membuat rencana perjalanan dan booking segala tiket-tiket
yang dibutuhkan.
Jum’at yang dinanti-nanti, terutama bagi si Bowo. Hunting hunting tiket walau dengan rencana hanya bertiga, keraguan-raguan dari Vina membuat kami sepakat bahwa perjalanan hanya akan ditempuh 3 orang. Walau pada akhirnya Vina menyatakan setuju untuk ikut setelah berhasil meyakinkan Ibunya tercinta yang selalu memuntahkan banyak pertanyaan dan memunculkan berbagai statement galau atas keinginan puterinya untuk ikut bersama manusia tak jelas sepertiku. Alhasil semua tiket-tiket pun beres. Sakit kepala dan lelah menjadi akhir dari jum’at malamku, ditambah dengan guyuran hujan yang mulai menipis diperjalanan pulang, membuat ku benar-benar ingin beristirahat sampai bosan di kasur.
Perjalanan yang semula dijadwalkan hanya 4 hari
berujung jadi 5 hari karena kesalahan booking tanggal yang aku lakukan. Entah
suratan takdir harus berada 1 hari full di penang atau memang karena kelewat
lelah,sepertinya aku melakukan kesalahan besar pertama dalam sejarah
pembookingan flight. Sibuk menelfon maskapi penerbangan dan mulai online untuk
searching tiket untuk vina adalah cerita di Sabtu pagi yang tidak Indah sama
sekali. Sabtu sorenya kami putuskan untuk bertemu kembali dan membahas solusi
apa yang kira kira bisa diambil. Dan memang extand sampai jadwal keberangkatan
adalah hal terbaik.
Penang and Langkawi Here we Go!!!!
Thursday, 11th 2014
A bit nervous of course , 1st time for me to
start a trip after a big disaster in my life..
Our flight is 6.30 PM from Medan destination to
Penang-Malaysia. Stay one night in Penang and the next day will be arrive in
Langkawi Island. Okay, stop using English!! Di Penang, kami tinggal di apartmen
teman dekat Dina. Pria ini bernama Ade. Ade adalah salah satu mahasiswa dari
Universitas Sains Malaysia. Ade tergolong pria pintar, dewasa sesuai dengan
usianya dan pribadi yang enak di ajak bicara apa saja, mulai dari sempak
belampu sampai kutang berenda!!!!! Hahahahahahah…-*ngakak!!
8.30 PM arrived di Penang International Airport of
Malaysia. Say bye bye to Petugas imigrasi yang begitu teliti nge-stamp passport
kami dan caw!!!! Taxi merupakan pilihan yang tepat kalau anda melakukan
perjalanan lebih dari 3 orang. Biaya taxi dari Bandara ke kawasan kota Penang
berkisar antara 30-50 RM atau sekitar 120IDR. Kami sampai di apartment Ade yang
berada di kawasan Bukit Gambier Penang dan memutuskan untuk makan malam bersama
disalah satu tempat nongkrongnya mahasiswa di kawasan Bukit Gambier. Begitu
banyak pilihan makanan, walau rata-rata adalah makanan India dan Arab. Aku
begitu tertarik mencoba makanan baru dari tempat tempat yang berbeda. Modal 6RM
saja sudah bisa makan nasi Tom Yam dan Teh Tarik khas nya Malaysia.
Friday, 12th 2014
Penerbangan menuju langkawi adalah pukul 11.10 menit.
Berhubung nongkrong nongkrong di malam sebelumnya baru selesai sekitar pukul 1
dinihari. Bangun pagi ini terasa sedikit aneh. Melirik jam tangan dan mulai
mengemas beberapa barang dan pakaian yang sempat aku keluarkan, dan memutuskan
untuk tidak mandi pagi ini. Seperti biasa kebiasaan ku yang jarang mandi tetap
saja aku jaga untuk membuatku nyaman dengan cuaca yang belum aku pelajari. Dan
aku rasa badanku belum terlalu bau dan belum membuat hidung orang lain menderita.
Penerbangan dari Penang menuju Langkawi terbilang sangat
– sangat singkat hanya butuh 40 menit, dan diudara hanya 15 menit saja.
Wheeeww!!!
Sesampainya di bandara Penang, kami kembali berdiskusi
untuk menentukan tour apa yang akan kami lakukan. Sebagai tukang jalan yang
bebas, memang mengikuti tour bukanlah solusi, namun jika ingin menikmati pulau
langkawi, mengikuti tour adalah salah satu jalan cepat dan mudah yang bisa di
tempuh. Kami memutuskan untuk menyewa
Mobil Toyota Innova sekitar 340RM, kemudian mengambil 2 paket tour “Island
Hopkins” and “Mangrove Tour” dengan harga 500RM, total 840 dan kami menshare
biaya tersebut kepada 7 orang. Ade, Vina, Rini, Bowo, Dina, Brasto beserta
Istri dan anaknya. Ups,aku sedikit lupa untuk memperkenalkan Brasto. Brasto
adalah salah satu classmate kami yang juga merupakan salah satu collegue ku di
kantor. Ia memutuskan untuk ikut bersama kami setelah berbagai godaan tentang
penang yang ia baca dari internet.
Kembali ke Rental mobil, biaya bensin selama 3 hari 2
malam ini cukup 30RM saja. Jangan lupa untuk booking akomodasi sebelum anda
melakukan perjalanan ke langkawi. Berhubung tidak mendapatkan rekomendasi yang
pasti, aku dan Brasto sudah booking 3 kamar dari agoda.com. Situs ini sangat
bermanfaat bagi yang butuh referensi tempat tinggal. Tempat pertama yang kami
singgahi adalah guest house di kawasan Pantai Cenang. Kami tinggal di 8Doors
Inn sekitar 300ribu-an untuk 2 malam/ kamar dan itupun masih bisa share dengan
teman teman yang lain.
Tidak tinggal diam di penginapan adalah hal yang tepat,
tempat selanjutnya yang kami kunjungi adalah ZON. ZON merupakan supermarketnya
coklat duty free. Menurut info ZON tutup sekitar pukul 5 disore hari, so kami
putuskan untuk ke tempat ini pertama kali sebelum kami pergi ke kawasan
Oriental Village di utara Langkawi.
Oriental Village bisa di tempuh sekitar 40 menit
perjalanan menggunakan mobil. Disini lah adanya “cable car”. Dari penampakan
dan gambarannya, cable car adalah sesuatu yang menyenangkan dan diatas atau
dipuncaknya anda akan bisa melilhat kemolekan pulau Langkawi. Tiket masuk ke
kawasan ini adalah 35RM atau sekitar 130ribu IDR. Antreannya pun lumayan
menyiksa. Menit menit pertama menaiki cable car terasa menyenangkan, 5 menit
kemudian adalah hal yang lumayan menarik karena hujan, selanjutnya sedikit
bingung karena kabut yang menutupi kawasan perbukitan dan selanjutnya adalah
penyiksaan bagiku karena tiba tiba menjadi pusing dan mual. Cable car benar
benar terasa seperti penyiksaan semasa kecil ketika aku harus naik mobil, duduk
di belakang dan mobil melewati “kelok 44” dikawasan Bukittinggi menuju
Maninjau. Namun, untuk anda yang tidak punya silsilah “Car Sick” dan
sejenisnya, mungkin masih bisa menikmati hal ini, tapi bagiku cukuplah sekali
seumur hidup.
Dipijit karena masuk angin.
Dikarenakan musibah dadakan ini, aku memutuskan untuk
beristirahat saja di kamar, karena ingin melanjutkan rute mangrove tour
keesokan harinya. Walau sebelum ke kamar kami sempatkan makan malam di salah
satu rumah makan seafood di kawasan pantai cenang. Tempat makan itu lumayan
enak. Aku pernah mendengar bahwa makanan di Penang dan Langkawi enak-enak.
Tapi, menurut lidah padangku masakan Bukittinggi dan seafoodnya Batam lebih
menarik. Atau mungkin aku belum menemukan selera yang pas di lidah.
Saturday, 13 September 2014
Hari kedua di Langkawi adalah harinya Tour!! Cuaca yang
kurang bersahabat membuat kami semua malaaas sekali untuk bangkit dan memulai
aktivitas. Hujan deras masih mewarnai sabtu pagi yang seharusnya diisi dengan
maen maen di pantai cenang. Namun, sudah pukul 7.30 tetap saja belum ada
kehidupan dari ketiga kamar di guest house ini. Aku memutuskan untuk melilhat
lihat sekeliling dan berniat mencari sarapan pagi itu. Skitar pukul 8, hujand
sudah mulai mereda. Aku dan Brasto menemukan tempat sarapan dijalan menuju main
streetnya pantai cenang. Makanan street food yang menggugah selera, tidak
kurang dari 5RM sudah cukup untuk membeli makanan dikawasan pantai cenang.
Sembari menunggu jemputan dari tour agency, kami semua sarapan di tempat yang
sama.
Sekitar jam 9.10 menit mobil penjemput pun datang,
perjalanan pertama Island Hopkin tour pun di mulai. Beberapa pemandangan yang
manarik dari atas boat bisa kalian saksikan melalui beberapa foto berikut :
Me and Bowo di Dayang Bunting
Island Hopins Tour
Tour berakhir sekitar pukul 6 sore. Kami memutuskan
untuk mencoba makanan khas Penang bernama “Laksa”…. Ups!! Untuk pecinta ikan
gak ada salahnya nyoba, tapi untuk yang gak suka amis dan gak suka ikan, lebih
baik jauh – jauh dari menu yang satu ini. Karena dijamiin amiiiisss bingit.
Disepanjang jalan belakang di bandara ini selain dari laksa ada juga beberapa
jajanan dari ikan dan kepiting yang bisa di makan dan tidak begitu amis.
Selesai dengan laksa dan jajanan pinggir jalan lainnya, kami memutuskan kembali ke penginapan untuk mandi dan istirahat sejenak, sebelum akhirnya keluar kembaki dikawasan pantai cenang untuk makan Pizzza dan Kebab!!!!
Malam minggu kami di langkawi ditutup dengan jalan kaki
dari Viva Itali hingga ke penginapan, kemudian aku Bowo dan Ade nongkrong Indah
di salah satu kedai makanan cepat saji hingga pukul 2 pagi untuk sekedar cerita
cerita dan tukar pikiran.
Sunday, 14 September 2014
Sunday morning rain is falling. I think I’m really a
bad “rainmaker”,,… Our flight is 10.10 Am and at 7 we were still in the middle
of our dream. I woke up and made so noisy sound to waking up Dina and Vina, she
is the good one, because she is a student. It was not a hard thing to wake her
up in the morning. Without breakfast just walking out to the airport.
Sunday afternoon we decided to go to “George Town”.
George Town is about an hour from Bukit gambier . I saw so many nice street art
and took some funny and nice pictures with Bowo and the others..
George Town
George Town
George Town
We were so
lucky, because on Sunday night they had Hungry Ghost Festival. This festival is
one of biggest festival in Penang. Most of chineese people came and praying,
standing on the street waiting for the parade who bringing the statues of their Lord. This festival was held
about 2 hours and after that we were stuck in the middle of traffic jam!!!
Around 10 something finalllly we came out from the hell traffic and directly
went to Gambier foodcourt to have a very late dinner. Last night in Penang was
ended up with “Sisha”, one of my new favorite thing. Sisha introduced by
Arabian and Indian people in Penang. It seems like smoking but is not bitter,
so soft and tasty. We were here until 2PM something.
Monday, 15 September 2014
It was raining and we were so tired and decided to go
back to the apartment. I woke up around 10 Am in the next day. Last time to
enjoy breakfast in Penang and after that went to the airport. Flight back to
Medan was on 4.30 Pm. Pufffffhh what a nice holiday in Penang and Langkawi.
Thanks a lot to all of the people that we met in Penang
and Langkawi. Bowo, Dina, Vina, Brasto and family, thank you for good
cooperation. Our new friends Keita, Harrith, Amber and a guy who came from
Iran-I forgot his name. Special thanks to ADE who want to accommodate us and
send my warmest regards to RIZKY!!
Next trip that is gonna Be EUROPE!!!!!! It’s a must!!!
On the Boat - Mangrove Tour!!




