Minggu, 23 Oktober 2011

Mendadak HIKING Ke CIKOLE Part II

ayoooo, hmmmhhh...bingung.....>>>^%*)(^&*)^_
enaknya gw sambung cerita dari mana ya...baiklah....mulai dari kompas....2 orang dari kelompok kami di bekali cara menggunakan kompas dan peta, nasib kami di tengah hutan bergantung pada daya tangkap kedua orang itu..Baiklah, perjalanan pun dimulai. Kelompok kami terdiri dari 7 orang..3 cew, 2 pria dewasa dan 2 pria setengah baya..kami mulai menyusuri perkebunan warga setempat untuk mencapai pos pertama.. Instruksi untuk pos pertama diantaranya adalah dilarang untuk merusak perkebunan/ ladang warga setempat..tapi, hal ini seperti kutukan karena terbukti kami menjadi korban pengusiran sang pemilik kebun..hahahah, lucu juga melihat tampang Bpk2 Ast. Man d suruh minggat sama petani.. Okay..Pos satu dicapai dengan prosotan dan letih sangat..hufthhh...rasanya gk sanggup lagi..wow, masih ada 3 pos lagi...demi Tuhan-jalan pulang pun gw gak tau...

Pos 2 pun mulai di jalani, dengan membidik arah kompas.. Sebagai pengikut, aku cukup mengikuti para leluhur yang membidik objek berdasarkan arah kompas..Namun tragedi pengusiran dari ladang petani tadi membawa kami tersesat sekitar 1 jam, berputar-putar dijalan setapak yang tidak jelas ujungnya ke mana...Petunjuk untuk pos 3 pun sepertinya meleset dari khayalan mata.."ada benteng di tengah hutan"..humph, kami sudah mendekati petunjuk lain yakni ada pohon cemara, pandangan mataku melihat kiri kanan-depan belakang..Namun, kami tidak menemukan benteng satupun...humphhhh..kami spertinya mulai yakin bahwa kami tersesat..Tapi, kecanggihan zaman memang membuat ku takjub, salah seorang teman setimku mendapat telp dari kelompok lain yang sepertinya senasib dengan tim kami.. Tersesat..Alhasil mereka saling curhat dan saling memberi arah jalan (padahal tim gw ama tim tu orang sama2 tersesat-apa2an ini..)..Ternyata benteng yang dimaksud adalah bangunan seperti jembatan kecil yang tersembunyi di balik2 dedaunan..whieeeww, kami saling melontarkan kekecewaan, karena bangunan yang mereka katakan
benteng hanyalah seupil tembok2 dibawah dedaunan saja..




Akhirnya pendakian selesai dengan berhasil mencapai puncak Gunung Puteri..angin yang teramat dingin dan sejuk berhembus dipuncak perbukitan..Seluruh penat dan emosi2 yang gk jelas, lepas sudah ketika menyaksikan pemandangan dari puncak gunung ini..Dari puncak terlihat titik awal pendakian kami, sangat teramat jauh dan kami tidak tau bahwa kami telah berhasil melewati perjalanan yang jauh dengan kontur perbukitan yang lumayan terjal dan berdebu.. Dan salut banget lah sama yang namanya petani, mereka yang memiliki ladang diperbukitan itu, tentu saja setiap hari melakukan pendakian seperti ini.. Dan mereka melakukannya tanpa menggunakan sendal...wowwww..salut lah....
Petualangan hari itu pun berakhir dan kami kembali ke penginapan menggunakan mobil veteran pejuang zaman dahulu kala..hahahah…Aku memutuskan untuk langsung melanjutkan perjalanan ke Kota Bandung dan langsung ke Jakarta – bermalam di Jakarta dan keesokan harinya menuju Batam…hufth—benar2 perjalanan dinas yang menyenangkan..heheheh..