Aku terlalu keras
terhadap hidupku, ya aku terlalu keras.. Aku menggunakan benteng yang menurutku
lapisannya melebihi baja. Mempertahankan satu sisi yang seharusnya tidak aku
lakukan.. Mereka berkata tentang aku, mereka berfikir tentang aku.. Salah
seorang teman sperjalananku akhirnya berkata “anggaplah pemikiran dari orang
itu semacam kritikan atas hidupmu”. Benteng diriku langsung berkata bahwa
mereka tidak berhak memiliki pemikiran itu terhadap ku.. karena aku tidak
pernah mengurusi urusan orang lain.. dan jadilah aku manusia batu yang selalu
menahan pukulan keras dari luar sebisa aku..terkadang retak bahkan pecah, namun
serpihan batu bagaimanapun akan selalu disebut batu, sampai hancur menjadi
halus dan berakhir menjudi pasir. Kali ini aku melunak dan membiarkan pemikiran
orang terhadapku menjadi bahasan diskusi dengan diriku sendiri sebelum tidur..
Aku sering duduk menyendiri disebelah vihara favoriteku dan memandangi kolam
burung yang memberikan begitu banyak penyegaran bagi pikiranku yang selalu
berkecamuk.
Aku terlalu keras
mengatakan pada diriku untuk membina rumah tangga dengan pria asing.. Aku
mempelajari hidup mereka, cara berrfikir mereka, bad habit mereka.. terkadang
aku lupa bercermin untuk melihat siapa aku sebenarnya, aku 5 tahun lalu yang
begitu semangat untuk menaklukan dunia, menjadi orang besar dan terkenal,
menjadi orang yang selalu dibicarakan Ibuku, menjadi anak kebanggaannya dan
dapat selalu membuatnya bangga memiliki aku dengan segala ketidaksempurnaanku
dimata orang lain…. Aku sibuk dengan memperkaya diriku untuk selalu menjadi
unggul dari orang lain.. Aku melupakan
gaids kecil yang selalu ingin terbang dan menjelajahi dunia dengan jemarinya
yang kecil, menatap kedua mata ayahnya, dan merasakan harapan besar ayahnya
yang mungkin sekarang selalu mengawasinya dari alam sana….. hari ini aku merasa
begitu berdosa dengan semua jalan hidup yang selalu ingin aku coba.. Aku
menatap diriku ke cermin masuk jauh kedalam diriku dan melihat aku jauh kedalam
mataku, dan ya aku bisa melihat ada ayahku disana, ibuku, anak2ku dan beberapa
orang yang berusaha menggapaiku..
Dan kali ini aku merasa
memang sudah terlalu jauh memutar kehidupanku. Untuk kembali pun rasanya
terlalu sulit, kalau diteruskan pun aku tidak tau akan melakukan apa.. Mungkin
kali ini aku berhenti sejenak dan melepaskan beban-bebanku..menikmati udara
segar, gemericik dedaunan dan mendengarkan lagu2 slow emotion favoriteku..ya
aku kembali membaringkan badan diatas kasur menatap atap kos ku, dan membiarkan
mataku mengenang orang-orang yang selalu ingin aku berikan cahaya lilinku yang
mulai redup, namun mampu memberikan ketenangan bagi yang menatapnya..ya… lilin
yang selalu tidak dianggap orang diantara cahaya terang benderang lainnya..
lilin yang mampu memberikan suasana syahdu, namun harus rela tertiup angin dan
berusaha untuk terus memberikan cahaya pada orang yang bahkan tidak sadar akan
kehadirannya..
Okay, its time for me to
take a rest…..


