Aku selalu
mengutuk kehidupan ku semenjak aku dimutasikan ke kota ini.. Setelah hampir 2
tahun menjalani kehidupan di Medan.. Akhirnya aku menemukan sesuatu yang
membuat aku bisa merindukan Sumatera Utara. Aku sering mendengar Danau Toba sebagai
Danau Volcano terbesar di Sumatera.. Namun, aku baru benar-benar merasakan
bahwa kawasan ini begitu membuat ku rindu setelah aku mengunjungi Pulau Samosir.
Dan Tuk-Tuk adalah kawasan favorite ku.
Minggu lalu
tepatnya 16 Juni aku memutuskan untuk kembali mengunjungi Pulau yang penuh
dengan nuansa sendu, mistis dan romantic bagiku. Merasakan tiupan angin dari
pinggir danau toba, menikmati hamparan danau yang luas sambil mendengarkan
lagu-lagu slow emotion merupakan surga dunia bagiku. Beberapa teman mengatakan
bahwa aku kesambet Jin Toba-kind of joke!!! Tapi, aku rasa kalian akan setuju
dengan ku kalau kalian mencoba untuk meresapi nuansa alam yang disajikan Danau
Toba. Dan aku sarankan untuk menikmatinya dari Pulau Samosir.. Begitu tenang,
damai dan berjuta perasaan syahdu bisa muncul saat aku menikmati fajar dari pinggiran
Danau pagi itu.. Aku merasa tidak akan pernah meninggalkan danau itu, dan
memilih untuk melanjutkan hidupku disana.
Kenangan yang
tidak bisa aku lupakan.. Pertama kali aku mengunjungi Pulau itu bersama
beberapa temanku sesama pencinta travelling. Kami menghabiskan waktu bernyanyi
bersama, jalan menyusuri beberapa tempat2 wisata seperti white sand, chairs
stone dan masih banyak lagi tempat-tempat menarik yang bisa dikunjungi.
Pengalaman pertama itu kembali membawaku untuk kedua kalinya menyambut tahun
baru 2012 di Pulau Samosir. Kemudian aku pergi untuk ketiga kalinya kesana
bersama beberapa teman satu kosku untuk weekend biasa.. Seperti kurang puas rasanya,
aku kembali ke Toba bersama beberapa teman sekantorku untuk menghabiskan long
weekend kami..
Yang berkesan
pada perjalanan ku saat itu adalah aku berteman dengan salah seorang traveller dari
Jerman. Ia sangat ramah dan senang menghabiskan waktu bersama kami. Ia penuh
canda dan easy going dengan usia yang cukup belia menurutku 23 tahun. Aku
begitu senang menerimanya untuk menjadi teman terbaikku, walau mungkin hanya 2
hari bersamanya. Aku memang tergolong gampang untuk akrab dengan orang lain, namun
hanya orang-orang yang benar2 menyentuh hatiku yang akan selalu aku kenang dan
aku sayangi, seperti aku mengasihi diriku sendiri.. Terserah kalian menyebutku
apa.. Aku hanya mengikuti kata hatiku untuk membiarkan seseorang masuk, entah
itu sebagai teman, saudara, soulmate, kekasih atau hanya sekedar orang yang aku
kenal.. Dan ia, seandainya lebih lama disini, mungkin aku tidak harus selalu
mengunjungi Tuk2 untuk mengenangnya..
Ia, aku kembali
ke Tuk2-minggu lalu, karena aku sangat ingin
melihatnya, walau aku sadar ia sudah tidak disana.. Karena aku sendiri yang
mengantarnya ke Airport bulan lalu.. Aku selalu menunggu email darinya.. Bagiku
email itu terasa lebih penting dibandingkan SMS Banking Gaji bulananku..
Jum’at itu
aku memutuskan untuk kembali ke Tuk2, menghubungi Taxi-Paradep(salah satu transprtasi
Umum untuk mencapai Parapat). Empat jam perjalanan aku tempuh, aku mencapai parapet
sekitar pukul 11 AM untuk selanjutnya menaiki boat yang akan membawaku ke “MAS
COTTAGE” (tempat pertama kami bertemu). Aku sampai di Mas Cottage sekitar pukul
3, kurebahkan badanku beberapa saat melepas lelah, kemudian langsung melompat
untuk membuka balkon dan mulai menikmati Danau Toba dengan berjuta perasaan rindu
akan teman Jermanku. Aku turun dan mengunjungi Batak House (tempat pertama kali
aku menyapanya). Dan aku mulai bisa merasakan bahwa dia sedang berjemur disana
melemparkan senyumnya padaku dan mulai membuka greeting2 untuk pertemuan
pertama. Aku duduk disana beberapa saat dan mulai melihat apa yang ia lihat dari
Balkon Batak Housenya.. Seperti ada sesuatu yang menimpa hatiku, seperti sebuah
batu besar jatuh tepat dijantungku, dan aku hanya bisa duduk terpaku menatap
Danau Toba sore itu. Ya, aku benar-benar merindukannya..
Lamunanku
disontakkan oleh salah seorang penjaga Mas Cottage yang sudah jadi temanku.
Pria Muda itu bernama San.. Ia-menegurku dan mengucapkan salam selamat datang..
Aku menjabat tangannya dan kami berbincang beberapa saat sebelum akhirnya aku memutuskan
untuk meminjam gitarnya dan mulai memainkan beberapa lagu favorite ku sambil
menatap keindahan Danau Toba.. Aku mulai melatunkan “Leaving On The Jet Plane”..
Dengan penghayatan yang sangat tinggi karena aku terkenang seseorang yang membuat aku kembali menginjakkan kakiku
ke tanah Samosir untuk yang kelima kalinya. Lamunanku tersentak oleh sesosok
kepala berambut gondrong.. SSHHHHH!!!!, ouch, u shocked me!!!spontan, ternyata
seorang gadis Canada yang sedang berlibur kesana. Mungkin saja ia terhibur oleh
laguku yang jelas-jelas bukan kunyanyikan untuknya.. “Oh, im sorry..i m just
think where that guitar sound comes and I have to say..ur singing very well”..
Spell American dari gadis muda 18 tahun, sayang aku lupa namanya, karena aku
memang tidak menjadikannya tujuan utamaku kesana.. Walau dia begitu ramah dan
mungkin saja bisa kujadikan teman. Tapi, aku benar-benar sedang tidak ingin
berkomunikasi dengan American, karena aku tau sebagian dari mereka SOMSE nya
mintak ampun..
Sejenak aku
melihat tetangga sebelah kiriku.. Wanita paruh baya, yang tidak pernah tersenyum..
Menurut pengakuan San, dia memang sangat pendiam… hahahah, tak heran ia jarang
tersenyum dan aku pun memilih untuk tidak berkomunikasi dengannya.. Aku menghabiskan Sabtu dengan mendengarkan
lagu2 slow emotion dan menyambut malam dengan penuh suasana tenang dan relax.
Keesokan
harinya adalah saat2 yang juga aku nantikan.. Menyambut fajar dengan menatap
hamparan danau toba, menikmati secangkir capucino panas dan lagu2 slow
emotion.. Aku selalu menikmati suasana itu melebihi apapun, bagiku itu adalah
anugerah ketimbang ketemu cowok keren..wkwkwkwk.. Dan pagi itu aku tidak sendirian
merenung, karena gadis Kanada disebelah kamarku juga ikut bergalau ria.. Aku
memilih untuk tidak menegurnya, karena aku tau betul saat2 privasi seperti
itu-kalau aku ajak bicara-dia bisa mengeluarkan tatapan membunuh-seolah berkata
“DO NOT DISTURB ME!!!”..baiklah, kami sama2 menikmati pemandangan pagi itu
tanpa tegur sapa.. Layaknya pengunjung lain, aku sarapan dipukul 9 pagi dan
kemudian kembali ke kamar untuk kembali menikmati indahnya danau Toba sambil
bermain gitar.. Sejenak aku kembali teringat saat memainkan gitar dan Teman
Jermanku berenang dengan lincahnya.. Seolah-olah itu baru terjadi
kemarin.. Aku membiarkan khayalanku
bermain dengan kenangan yang pernah aku lalui di pinggir Danau Toba dengan
gitar dan teman Jermanku.. Karena hanya itu satu-satunya cara untuk bisa
melihatnya dengan utuh.. Kembali ketempat pertama kami bertemu…
Sekitar pukul
1 siang aku memutuskan untuk kembali ke Medan dan meninggalkan MAS COTTAGE..
Aku menaiki Boat menuju Parapat dan kembali menaiki Taxi-Paradep menuju Medan..
Begitulah aku menghabiskan weekend ku dengan mengenang seorang teman yang
menurutku special. Kembali ke Medan dengan perasaan cukup puas karena bisa mengenang
kembali hal-hal yang tidak pernah ingin untuk aku lupakan..Dan tenang saja, aku
akan mengunjungi tempat itu setiap Bulan sampai Bulan October tiba. Kalau dia memang tidak ingkar janji,
maka kami akan kembali menikmati keindahan Danau Toba bersama, dan aku sudah
menyiapkan puluhan lagu menarik untuk menghabiskan malam sambil menikmati
secangkir Capucino Panas.. well, I miss u!!! little girl and boy from
Germany!!!cant wait to see u again!!!!!


