Kamis, 21 Juni 2012

I always Remember You like a Child Girl!!



Aku selalu mengutuk kehidupan ku semenjak aku dimutasikan ke kota ini.. Setelah hampir 2 tahun menjalani kehidupan di Medan.. Akhirnya aku menemukan sesuatu yang membuat aku bisa merindukan Sumatera Utara. Aku sering mendengar Danau Toba sebagai Danau Volcano terbesar di Sumatera.. Namun, aku baru benar-benar merasakan bahwa kawasan ini begitu membuat ku rindu setelah aku mengunjungi Pulau Samosir. Dan Tuk-Tuk adalah kawasan favorite ku.

Minggu lalu tepatnya 16 Juni aku memutuskan untuk kembali mengunjungi Pulau yang penuh dengan nuansa sendu, mistis dan romantic bagiku. Merasakan tiupan angin dari pinggir danau toba, menikmati hamparan danau yang luas sambil mendengarkan lagu-lagu slow emotion merupakan surga dunia bagiku. Beberapa teman mengatakan bahwa aku kesambet Jin Toba-kind of joke!!! Tapi, aku rasa kalian akan setuju dengan ku kalau kalian mencoba untuk meresapi nuansa alam yang disajikan Danau Toba. Dan aku sarankan untuk menikmatinya dari Pulau Samosir.. Begitu tenang, damai dan berjuta perasaan syahdu bisa muncul saat aku menikmati fajar dari pinggiran Danau pagi itu.. Aku merasa tidak akan pernah meninggalkan danau itu, dan memilih untuk melanjutkan hidupku disana.

Kenangan yang tidak bisa aku lupakan.. Pertama kali aku mengunjungi Pulau itu bersama beberapa temanku sesama pencinta travelling. Kami menghabiskan waktu bernyanyi bersama, jalan menyusuri beberapa tempat2 wisata seperti white sand, chairs stone dan masih banyak lagi tempat-tempat menarik yang bisa dikunjungi. Pengalaman pertama itu kembali membawaku untuk kedua kalinya menyambut tahun baru 2012 di Pulau Samosir. Kemudian aku pergi untuk ketiga kalinya kesana bersama beberapa teman satu kosku untuk weekend biasa.. Seperti kurang puas rasanya, aku kembali ke Toba bersama beberapa teman sekantorku untuk menghabiskan long weekend kami..

Yang berkesan pada perjalanan ku saat itu adalah aku berteman dengan salah seorang traveller dari Jerman. Ia sangat ramah dan senang menghabiskan waktu bersama kami. Ia penuh canda dan easy going dengan usia yang cukup belia menurutku 23 tahun. Aku begitu senang menerimanya untuk menjadi teman terbaikku, walau mungkin hanya 2 hari bersamanya. Aku memang tergolong gampang untuk akrab dengan orang lain, namun hanya orang-orang yang benar2 menyentuh hatiku yang akan selalu aku kenang dan aku sayangi, seperti aku mengasihi diriku sendiri.. Terserah kalian menyebutku apa.. Aku hanya mengikuti kata hatiku untuk membiarkan seseorang masuk, entah itu sebagai teman, saudara, soulmate, kekasih atau hanya sekedar orang yang aku kenal.. Dan ia, seandainya lebih lama disini, mungkin aku tidak harus selalu mengunjungi Tuk2 untuk mengenangnya..
Ia, aku kembali ke Tuk2-minggu lalu, karena aku sangat  ingin melihatnya, walau aku sadar ia sudah tidak disana.. Karena aku sendiri yang mengantarnya ke Airport bulan lalu.. Aku selalu menunggu email darinya.. Bagiku email itu terasa lebih penting dibandingkan SMS Banking Gaji bulananku..  

Jum’at itu aku memutuskan untuk kembali ke Tuk2, menghubungi Taxi-Paradep(salah satu transprtasi Umum untuk mencapai Parapat). Empat jam perjalanan aku tempuh, aku mencapai parapet sekitar pukul 11 AM untuk selanjutnya menaiki boat yang akan membawaku ke “MAS COTTAGE” (tempat pertama kami bertemu). Aku sampai di Mas Cottage sekitar pukul 3, kurebahkan badanku beberapa saat melepas lelah, kemudian langsung melompat untuk membuka balkon dan mulai menikmati Danau Toba dengan berjuta perasaan rindu akan teman Jermanku. Aku turun dan mengunjungi Batak House (tempat pertama kali aku menyapanya). Dan aku mulai bisa merasakan bahwa dia sedang berjemur disana melemparkan senyumnya padaku dan mulai membuka greeting2 untuk pertemuan pertama. Aku duduk disana beberapa saat dan mulai melihat apa yang ia lihat dari Balkon Batak Housenya.. Seperti ada sesuatu yang menimpa hatiku, seperti sebuah batu besar jatuh tepat dijantungku, dan aku hanya bisa duduk terpaku menatap Danau Toba sore itu. Ya, aku benar-benar merindukannya..

Lamunanku disontakkan oleh salah seorang penjaga Mas Cottage yang sudah jadi temanku. Pria Muda itu bernama San.. Ia-menegurku dan mengucapkan salam selamat datang.. Aku menjabat tangannya dan kami berbincang beberapa saat sebelum akhirnya aku memutuskan untuk meminjam gitarnya dan mulai memainkan beberapa lagu favorite ku sambil menatap keindahan Danau Toba.. Aku mulai melatunkan “Leaving On The Jet Plane”.. Dengan penghayatan yang sangat tinggi karena aku terkenang seseorang  yang membuat aku kembali menginjakkan kakiku ke tanah Samosir untuk yang kelima kalinya. Lamunanku tersentak oleh sesosok kepala berambut gondrong.. SSHHHHH!!!!, ouch, u shocked me!!!spontan, ternyata seorang gadis Canada yang sedang berlibur kesana. Mungkin saja ia terhibur oleh laguku yang jelas-jelas bukan kunyanyikan untuknya.. “Oh, im sorry..i m just think where that guitar sound comes and I have to say..ur singing very well”.. Spell American dari gadis muda 18 tahun, sayang aku lupa namanya, karena aku memang tidak menjadikannya tujuan utamaku kesana.. Walau dia begitu ramah dan mungkin saja bisa kujadikan teman. Tapi, aku benar-benar sedang tidak ingin berkomunikasi dengan American, karena aku tau sebagian dari mereka SOMSE nya mintak ampun..

Sejenak aku melihat tetangga sebelah kiriku.. Wanita paruh baya, yang tidak pernah tersenyum.. Menurut pengakuan San, dia memang sangat pendiam… hahahah, tak heran ia jarang tersenyum dan aku pun memilih untuk tidak berkomunikasi dengannya..  Aku menghabiskan Sabtu dengan mendengarkan lagu2 slow emotion dan menyambut malam dengan penuh suasana tenang dan relax.

Keesokan harinya adalah saat2 yang juga aku nantikan.. Menyambut fajar dengan menatap hamparan danau toba, menikmati secangkir capucino panas dan lagu2 slow emotion.. Aku selalu menikmati suasana itu melebihi apapun, bagiku itu adalah anugerah ketimbang ketemu cowok keren..wkwkwkwk.. Dan pagi itu aku tidak sendirian merenung, karena gadis Kanada disebelah kamarku juga ikut bergalau ria.. Aku memilih untuk tidak menegurnya, karena aku tau betul saat2 privasi seperti itu-kalau aku ajak bicara-dia bisa mengeluarkan tatapan membunuh-seolah berkata “DO NOT DISTURB ME!!!”..baiklah, kami sama2 menikmati pemandangan pagi itu tanpa tegur sapa.. Layaknya pengunjung lain, aku sarapan dipukul 9 pagi dan kemudian kembali ke kamar untuk kembali menikmati indahnya danau Toba sambil bermain gitar.. Sejenak aku kembali teringat saat memainkan gitar dan Teman Jermanku berenang dengan lincahnya.. Seolah-olah itu baru terjadi kemarin..  Aku membiarkan khayalanku bermain dengan kenangan yang pernah aku lalui di pinggir Danau Toba dengan gitar dan teman Jermanku.. Karena hanya itu satu-satunya cara untuk bisa melihatnya dengan utuh.. Kembali ketempat pertama kami bertemu…

Sekitar pukul 1 siang aku memutuskan untuk kembali ke Medan dan meninggalkan MAS COTTAGE.. Aku menaiki Boat menuju Parapat dan kembali menaiki Taxi-Paradep menuju Medan.. Begitulah aku menghabiskan weekend ku dengan mengenang seorang teman yang menurutku special. Kembali ke Medan dengan perasaan cukup puas karena bisa mengenang kembali hal-hal yang tidak pernah ingin untuk aku lupakan..Dan tenang saja, aku akan mengunjungi tempat itu setiap Bulan sampai Bulan October  tiba. Kalau dia memang tidak ingkar janji, maka kami akan kembali menikmati keindahan Danau Toba bersama, dan aku sudah menyiapkan puluhan lagu menarik untuk menghabiskan malam sambil menikmati secangkir Capucino Panas.. well, I miss u!!! little girl and boy from Germany!!!cant wait to see u again!!!!!

Sabtu, 02 Juni 2012

okay.....I Love You-Pertamina


Huftttthhh, ku kembuskan nafas panjang.. Demi Tuhan, cuaca sabtu ini 32 derjat C.. Landing dengan selamat setelah business trip ku dari Jakarta, tanpa terasa aku sudah kembali berada dimedan dan menikmati cuaca sepanas ini.. Well, pukul 12 siang saat aku kembali kekotanya orang Batak dan China..  Aku kembali ke kamar ala kadar ku dikawasan brayan dan bersiap untuk latihan mingguan biola ku.. dan setelah itu aku hanya memilih diam dikamar kos, daripada harus merelakan kulitku yang sudah makin gelap bertambah parah dengan sengatan cuaca yang jelas-jelas tidak bersahabat hari itu..

Dan sore harinya aku tidak bisa menolak ajakan yang sangat menggiurkan dari salah seorang temanku, dan aku menghabiskan Saturday night ku di Sun Plaza. Mall kebanggaanku  yang sudah lebih dari 2 Minggu tidak aku kunjungi..hahahah.. dan sisa malam minggu itu aku habiskan dengan merenung sepanjang malam.

Kembali terkenang pada saat aku masih di bangku sekolah dulu. Aku yang sering sekali menghabiskan waktu dipustaka sekolah untuk membaca semua buku2 puisi dan mencintai dunia sastra..iya-akulah orangnya yang bisa menciptakan lebih dari 2 puisi dalam sehari-kala itu.. Diantara kebingungan masa depan yang selalu menghantuiku.. dan akan berujung dengan kata-kata music, seni dan sastra..  Walau tidak sedikit pemikiran tentang bekerja dengan seragam  seperti yang  aku jalani sekarang.. Memang semua  berbeda dengan apa yang aku gemari…Dunia Seni dn Sastra..cukuplah blog ini, gitar dan biola sebagai penghiburku selama ini. Aku selalu mengutuk keberadaanku di Medan dan pekerjaan saat ini sebagai hal bodoh diantara hal bodoh lainnya dalam hidupku.. Namun, kali ini spertinya aku mulai lelah.. Mencoba untuk melawan arus kehidupan yang membawaku. Jiwa penjuangku mulai luntur. Setiap aku berfikir untuk hengkang dari pekerjaan saat ini, tiba2 saja aku bisa membayangkan masa laluku yang memang sangat tidak indah untuk dikenang…

Dan aku memilih merenungkan diskusi singkat dengan salah seorang temanku. Mencari lading baru untuk pekerjaan dan keluar dari pekerjaan yang sudah aku dapatkan sekarang adalah hal bodoh. Menurutnya aku harus berfikir tenang dan lebih banyak merenung. Aku seperti merasa kalah kalau harus mengakui bahwa aku akan berakhir seperti ini dan membiarkan pemikiran bahwa yang aku dapatkan saat ini sudah cukup. Aku masih merasa bahwa diriku bisa melakukan hal yang lebih spektakuler lagi dalam hidupku. Walau aku tidak tau apa yang akan aku lakukan.. hufttt, perasaan seperti apa ini!!! Tapi, lama kelamaan aku mencoba untuk perlahan merenungkan bahwa aku tidak bisa merubah dunia, melawan arus kehidupan hanya akan membuat ku sangat lelah.. Aku mencoba mellihat dan menikmati permainan hidup dengan makhluk-makhluk disekitarku. Mencoba menarik makna dari setiap peristiwa dan merelekskan hidupku seperti lantunan lagu-lagu Jazz..

Aku memutuskan untuk menyudahi perlawananku dan memilih untuk kembali ke jalan yang kata sebagian orang “ini adalah takdirmu”.. Dan membiarkan waktu memainkan pernanannya seperti yang digariskan Tuhan. Baiklah dengan segala kerendahan hatiku, aku menerima bahwa aku akan berada diperusahaan ini sampai batas waktu yang akupun  tidak tau.. Aku mencintaimu pekerjaanku, aku akan berusaha melakukan yang aku bisa. Dan aku harap tidak akan ada lagi kekecewaan terhadap keputusanku untuk tidak mengundurkan diri dari pekerjaanku..