Selasa, 04 Desember 2012

Suddenly.. I remember "Senja"..


Sudddddennly, I remember “Senja”…

4 hari menghilang dari kericuhan kota Medan, dari tatapan sinis manusia-manusia disekitarku.. Kembali ke Padang, melihat kembai potretku disana sini, melihat keriput wajah Ibuku seolah memberikan tanda bahwa ia butuh seseorang untuk menjaganya..  Jum’at 6 April 2012 aku menginjakkan kaki setelah hampir setegah tahun tidak menghirup udara ranah minang. Aku disambut oleh udara segar tepi pantai, tak henti2nya memandang sekeliling menikmati raut kota kelahiranku itu. Aku mulai berpetualang ke masa lalu untuk setiap tempat yang aku singgahi. Hari pertama aku sempatkan untuk berziarah ke makam  Ayahku, mengingatkan aku betapa masa laluku bersamanya yang singkat dan mengharukan. Aku tidak tau harus berkata apa, hanya terdiam melihat nisan yang sudah berusia 20 tahun..  Aku hanya bisa berkata, cepat atau lambat nantinya kita semua akan berkumpul kembali dialam sana.

Perjalanan aku lanjutkan dengan melihat sebuah halte merah dijalan Khatib Sulaiman. Halte tempat aku dengan sabar menunggu sahabatku selesai bekerja dan menghabiskan waktu bersama. Aku selalu duduk dihalte itu setiap pukul 5 sore. Menikmati mobil yang lalu lalang disana, hingga akhirnya teguran hangatnya menggugah aku “hai bi, udah lama ya”, kemudian aku akan berkata “hai, seperti biasa 15 menit yang lalu”. Lalu kami pergi kepantai, menikmati sunset sambil minum jeruk dingin. Semua masih begitu jelas dalam ingatanku. Aku mereka ulang kembali kejadian 4 tahun yang lalu, dan mulai meneteskan air mata. Ya, pertanda aku sangat merindukannya, tawanya, kesabarannya menjadi sahabatku dan ketabahannya dalam menjalani hidup. Ya, aku merindukan senjaku..

Aku berjalan ke tepi pantai, tempat kami selalu menghabiskan waktu. Aku sangat berharap bisa melupakan setiap orang yang pernah menyentuh hatiku.  Hembusan angin pantai sore itu seolah membisikkan sesuatu “gimana kabarmu bi”.. Pandanganku jauh kedepan menatap lautan. Lautan yang sama-sama kami pandangi 4 tahun yang lalu. Aku putuskan untuk memesan 2 gelas jeruk dingin, seolah aku merasakan kehadirannya dan aku sangat ingin berkata padanya “hai senja, apa kabarmu di dunia langit”.. sejenak aku menikmati lantunan lagu Dionne Warwick “that’s what friends are for” diantara hembusan angin senja dan tenggelamnya matahari di tengah lautan. Aku begitu merindukan suasana ini, dan aku rasa inilah yang selalu membuat aku memutuskan untuk kembali melihat kota kelahiranku. Karena aku merindukan jeruk dingin, duduk di halte merah hingga akhirnya matahari itu tenggelam, senjaku berlalu menjadi malam dan aku sadari aku sendirian. Aku harus menerima kenyataan bahwa senjaku sudah berlalu dan aku terpaku menunggu pagi..

Aku melangkah balik dan menyisakan gelas jeruk dingin, seperti 4 tahun yang lalu aku selalu tidak bisa menghabiskan minumanku  dan ia akan berkata “bi, habisin dulu lah minumnya baru kita pulang”..dan aku akan berkata “gk mau lagi, yuk kabur”. Semua itu terjadi hampir setiap hari, dan hari ini aku kembali mengenangnya dengan penuh air mata, ada yang sakit dihatiku, kenyataan bahwa aku tidak bisa menerima kepergiannya. Kenyataan bahwa aku tidak bisa menemukan hati seperti hatinya.. Tiba-tiba saja sore itu hatiku begitu pilu harus meninggalkan gelas jeruk ku, aku memilih kembali meminum kedua jeruk itu sambil membiarkan air mataku jatuh..lantai 2 resto ini tak pernah dikunjungi orang lain,tidak ada bedanya dengan 4 tahun lalu dan pegawainya yang lama sangat hafal dengan wajahku walau sudah 4 tahun berlalu. Dengan ramah ia menyapa “mana temannya dek..” Aku tertegun karena tidak tau akan menjawab apa. Aku hanya tersenyum kecil dan membayar tagihan makanku. Parkiran motor sore itu tidak begitu banyak dipenuhi kendaraan, dan aku masih bisa melihat motornya terpakir disana, ditempat parker favoritenya, dibawah pohon palem. Dia akan berkata “tunggu bentar ya, ambil motor”..

Aku melanjutkan perjalananku malam itu ke radio. Studio kami tercinta.. Arsitekturnya sudah banyak berubah, namun aku masih mencium bau khas kayu jati. Aku singgah ke kamar penyiar, tempat kami selalu menghabiskan waktu untuk bercerita sebelum akhirnya tidur. Aku memasuki kamar penyiar itu dengan sedikit gemetar, terasa seperti dia sedang menungguku disana dan akan menegurku “eh, udah datang, sinilah cerita2”..lagi-lagi air mataku menetes. Walaupun kasur dan bantalnya sudah memiliki cover yang berbeda.. Aku sepertinya kembali mencium aroma segar parfumnya yang selalu ia semprotkan ke bantalnya sebelum ia tidur.  Sambil mendendangkan lagu “crazy” dari Javier, ia mulai bersenandung, dan menata tempat tidur itu. Dan aku dengan senang hati akan membuat 2 gelas susu coklat panas untuk kami nikmati bersama.. Aku masih bisa membayangkan cangkir susu itu diatas meja rias.

Aku beranjak ke ruang siaran, studio itu terlihat lebih rapi dan sangat bagus, berkarpet, sejenak aku bisa mendengar suaranya saat membacakan headline “Selamat siang Mitra Pronews, Anda Mendengarkan HeadLineNews pukul 10 WIB, saya …………”.. dan ia mengawali siarannya dengan sebuah lagu bagus milik Dave Gruisin “Haunting Me” atau Usher “ My Boo”..aku mulai melihat diriku duduk disampingnya dan menjadi anak training yang sedang belajar siaran bersamanya.. Tempat ini, kota ini terlalu banyak kenangan yang menyiksaku.. Aku menghela nafas panjang, dan mulai menikmati suasana radio itu, seperti 4 tahun lalu. Namun, kali ini aku sendiri.. sendiri saja..

Tepat pukul 09.00 PM aku memilih untuk pergi, berjalan kaki sampai di persimpangan jalan utama. Percis seperti saat aku selesai siaran, memilih jalan kaki bersama dan menikmati hujan yang turun, dan malam itu pun hujan turun, seolah memberikan kesempatan padaku untuk benar-benar merasakan satu sisi kehidupan masa laluku. Aku begitu menikmati setiap tetes hujan yang membasahiku dan aku benar-benar merasakan bahwa ternyata mereka semua hidup dalam hatiku dan aku menjaga mereka dengan sangat baik dalam pikiran dan hatiku. Tidak sedikitpun aku abaikan, walau aku akhirnya menjadi manusia yang hidup dimasa lalu. Aku hidup bukan dalam kehidupanku..ya..dan beginilah aku..

Sabtu, 10 November 2012

S.A.T.A.N!!!!!



Apa aku adalah orang yang salah pada situasi yang sudah benar atau aku adalah orang benar yang berada pada situasi yang salah..

Aku tidak mengerti politik yang dengannya orang-orang ini berfikir untuk melakukan hal-hal yang menyelamatkan diri mereka sendiri..

Aku tidak mengerti bersilat lidah yang dengannya bisa menjadikan aku terlihat lebih rendah
Aku tidak mengerti cara “bermuka dua” yang membuatnya lebih mudah untuk mempermainkan musuh dan kawan..

Aku hanya mengikuti apa yang aku pikir dengan hati dan intuisi. Berjalan pada tujuan yang diputuskan orang lain dengan alamat sesuai dengan keinginan mereka para pemangku kekuasaan atas aku didunia ini. Mereka melebihi Tuhan, sehingga aku tidak bisa mengutarakan isi hatiku sedang  Tuhan sudah lebih dahulu mendengar aku.
Aku tidak seperti kalian yang memiliki tempat bertanya untuk pandangan kalian yang biasa terhadap dunia dan kehidupannya.  Aku tidak bisa mengutarakannya karena kalian tidak melihat dunia sebagaimana Tuhan memperlihatkan dunia kepadaku. Dengan mudah kalian akan menganggapku bergitu tidak sopan, berantakan dan tidak beraturan.

Ya aku tidak sopan karena aku mendengarkan kata hatiku..
Ya aku berantakan atas tindakanku yang memperhatikan orang-orang dalam duniaku dan melupakan seorang Rini dalam diriku sendiri
Ya aku tidak beraturan atas sikapku yang mengikuti perilaku manusia dari Negara maju
Ya dan aku tidak menyangkal..
Ya dan aku juga tidak menyesal..

Kemudian akan disebut apakah manusia-manusia seperti kalian..
Aku tidak bisa memaksa orang lain atas kelemahan mereka. Sementara kalian akan memandang itu adalah kelemahanku. . Aku orang yang mudah untuk diajak kompromi. Sementara kalian akan menganggap  bahwa aku terlalu lunak dan pengecut. Dan aku akan selalu mendengarkan kalian karena aku selalu membuka hatiku untuk bisa menjabat erat kalian. Walau pada akhirnya genggamanku dilepaskan saat  kalian sudah kembali kokoh dan berdiri. 

Dan begitulah dunia berserta “kalian”


Senin, 03 September 2012

Trip to Aceh



Before I write these stories, I have to apologize if you find wrong words on my blog. This is the 1st time for me to write stories in English. I’m not much on words and I will use simple vocabularies...hahahah…okay here we go!!!

My trip to Aceh was unexpected. Eid Mubarak 2012 was in August and I decided to celebrate eid Mubarak in my home  town Padang-West Sumatera. 2 days after eid Mubarak, I got a sms from my colleague. He works in Aceh. He said that his team would have a customer gathering next week and he needed some help. He asked me to join after holiday. Wow!! I was surprised. I did not think about the gathering but I thought about Weh Island-Sabang. I read from travelling magazine about sabang - a beautiful beach and I had seen so many pictures of sabang from the internet..That is a beautiful place for travelling..

I agreed and accepted the invitation. I flew from Medan to Banda Aceh On August 29th.. I was a little bit scared, my friend told me that I had to wear a veil like a Muslim woman..Pufthh…but, I didn’t care about it. I said to myself that I’m a traveler, considered that I’m not an Indonesian..hahahah..WTF!lalalala..I arrived in Banda Aceh around 3 PM. And local people in the airport started to ask me “taxi miss”..Wow, do I look like a foreigner?hihihih…okay, I said “no, thank you I’m waiting for my friend..No need taxi”…yes!!!! They were fooled by me..30 minutes I waited  in the airport and my friend finally came to pick me up…I stayed in Sultan hotel for two days.

1st day in Banda Aceh I visited tsunami museum, ship on the roof, walked around Banda Aceh. The most important if you visit Aceh is do not forget to have a cup of Aceh Coffee.. The next day I did my job. A whole day long I was in Hermes Hotel. And in the evening I had a nice dinner with my colleague-Dana. Aceh is different from what the people said. I think that city is not really strange for  non-Muslim and foreigner. So, if you have a plan to visit Banda Aceh, what you are waiting for guys!!!Do it!

                                          Mesjid Raya Aceh

                                           Ship on the Roof

3rd day- WEH ISLAND—SABANG..
WEH Island-Sabang is about 1 hour by boat from Banda Aceh. There are two boats taking you to weh island from Banda Aceh. The first  boat is a fast boat-is available at 9 o’clock and the cost is Rp.60.000,- or $6 USD. it will take 1 hour from Banda to Sabang. The second boat is a slow boat at 2 PM and the cost is Rp.18.000,- or $2 USD. it will take 2 hour from Banda to Sabang. The boat took me to sabang port- centre of Weh Island. And then I took a travel car to go to Iboh inn (the place where I wanted to stay for 2 days). I will tell you what was happened on the boat. Actually I didn’t have a plan to stay in Iboh Inn and the worst thing is I didn’t know where we would stay in Sabang. But, when I was on the boat I met another couchsurfing. His name is Jason from America. But, he was not friendly, very Americano-or maybe he was the one and only American who so selfish and unfriendly. Forget about Jason. Before I got off  the boat, accidently I met another couchsurfing. Eci, she came with 5 friends from Medan. . There was a little bit problem in the port. Initially, other colleagues wanted to pick me and Dana from the port. But, suddenly travel driver and ojek didn’t allow us to go with one car. It was really weird. They make their own rules which is unfair for travelers. But, I didn’t want to fight with crazy people like them. So, I decided to join eci and her friends in a travel car and let Dana go with his colleagues. The Problem was solved. So, I spent my holidays with eci and her friends who became my friend. How about Dana??? Dana, he stayed in different inn. I thought he stayed in the centre of sabang. And I enjoyed a beautiful iboh. I Had a great time with eci, madin, olly, ipeh, mirka and her husband and Jason. 

                                                 Iboh Inn
                                                  On boat

1st day in Iboh inn, we did snorkeling in the evening And had a dinner in olala cafĂ©. I thought after dinner we went back and slept. But..hmm, u know what happened??. They wanted to swim in the beach.. W.T.H..!!!..Come on!! 10.30 PM now and it wasn’t good idea to jump into the water and dance like a big fish..I complained, but because I was the only member who didn’t want to and couldn’t swim. So, I had to agree that weird idea. They went to swim around 10.40 PM.  I had a hot coffee and only watched them from a coffee shop near the beach. They finished to swim around 12 PM and went back to the guest house to rest.

                                                    Iboh

                                           Sunrise in Sabang

2nd day in Iboh in. I woke up in the morning at 6 AM, Washed my face, went out and I saw the warmest sun rise. It was a very nice view. Eci and the gank woke up around 8. We had a breakfast together. My friends Dana came to join me in Iboh inn. I decided to go to 0 kilometer of Indonesia with Dana while Eci and the gang had a lazy day in guest house. 0 km is around 30 minutes with motorbike. I went there, took some pictures and made a certificate. Certificate of 0 km is evidence that you went to 0KM of Sabang-Indonesia. Indonesia is from Sabang until Merauke…Around 3 PM Eci texted me and said that they wanted to move to Casanemo beach. Our friend Olly is a Manager in Casanemo. Olly invited us to join him for a beach party at 8 PM. But, I and Dana didn’t want to move. So, we separated in the last day. I stayed in Iboh Inn, eci and the gang stayed in casanemo.

0 KM- Sabang

I went back from 0 Km around 3.40 PM, took a rest and had a cup of ice tea then continued our trip to casanemo.  I and Dana decided to join the party. We arrived at 5.40 PM, enjoyed the sunset with eci and the gang. Casanemo beach is clean, silent and nice place to relax. Now I knew Sabang has the great sand ever!!!! That’s the real “white sand”.. :-D..The party was started with dinner at 7 PM. I liked the food. All menus were traditional cuisines of Indonesia, seafood, vegetables, rice and cold beer. The last one is western :-P.. We had a good party, took so many nice pictures, danced and sang.. Jason came around and joined us at 9 PM. The party was end at 11 PM. I and Dana had to go back to hotel for rest. The last day in Sabang, I woke up at 7, had a breakfast and then took a fast boat to Banda Aceh. I didn’t have much time to walk around Banda. So, I asked Dana to drop me directly to the airport. Sometimes, I feel sad this holiday must end...But, the show must go on, I have to face reality again, go back to the office for work..
                                               Beach Party
                                             Casanemo Beach

Unexpected holiday to Banda Aceh and Sabang was a nice trip!!! 

Senin, 27 Agustus 2012

short vacation in KL-Malaysia


Wow, been so long time im hiding..hmmh, nope bukan sembunyi. Tapi, sepertinya menyisakan waktu untuk duduk beberapa jam dan membenamkan diri dalam Microsoft Word untuk menuliskan pengalaman-pengalaman seru sepertinya agak sulit.. Gak focus atau memang lagi malas… Okay, setelah bergulat dengan bulan Ramadhan, kembali memutuskan untuk menulis seolah takdir atau salah satu jalan mengusir rasa bosan tinggal di kota Medan… Kali ini masih seputar travelling atas perjalananku ke Negara tetangga Malaysia, tepatnya Kuala Lumpur.. Cukup 3 hari saja 27-29 Juli .. Walau bertepatan dengan bulan suci Ramadhan, namun hasrat “melalak” gak pernah padam, walau dalam kondisi kelaperan dan panas yang “na’ujibile” aku tetap memutuskan untuk berangkat dan tidak membiarkan tiket murah meriah becek itu melayang begitu saja (return ticket only Rp. 150.000-WTH)..
Jum’at – 27 July- sekitar pukul 19 WNM (Waktu Negara Malaysia)kami mendarat di Bandar Udara International Kuala Lumpur. Masih bingung clingak clinguk sana sini macam orang “paok”. Maklum dalam keadaan lapar arah jalan keluar pun menjadi buram.. Mengikuti arus penumpang lainnya adalah cara terbaik untuk menemukan pintu exit, walau selanjutnya tetap Tanya sana sini untuk naik Airbus. Namun, hal inilah yang selalu aku nantikan, menjadi turis dan kesasar sana sini, lalu mulai memutar otak untuk menemukan jalan keluar dari semua kesesatan di negeri orang. Mantap!!!! Setelah kurang lebih 30 menit terperangkap di bandara, kami memutuskan keluar dan mencari keberadaan Air Bus yang akan mengantarkan kami menuju guest house yang sudah aku booking terlebih dahulu melalui internet.. Air Bus mengantarkan kami menuju perhentian pertama KLIC- dan selanjutnya muter2 nyari monorail dengan tujuan bukit Bintang.  Sekitar pukul 9 kami akhirnya sampai di kawasan bukit Bintang…wuuuuuuiii!!!ruame zekali.. berbagai atraksi dan begitu banyak turis wara wiri dikawasan ini dan tentu saja dari berbagai Negara di Dunia.. this is the real Touristy Area..
Bukit Bintangokayyy, check mate guest house tempat kami menginap ternyata tidak mudah ditemukan sehingga lagi-lagi Tanya sana sini menjadi pilihan. Siall!!!! Ternyata beberapa orang yang kami tanyai tidak mengetahui guest house ini.. Alhasil aku memutuskan untuk menelfon hotel dan menanyakan apakah mereka bisa menjemput kami. Well, im lucky karena akhirnya housekeeping guest house itu menjemput kami.. Check mate guest house terbilang cukup murah dan bersih dibandingkan guest house lainnya, walau kamar yang ada sangat pas-pasan..heheh..
hahah-berantakan
Hari pertama ini kami akhiri dengan makan malam disalah satu bofet Arab yang menyediakan makanan mirip dengan makanan Indonesia pada umunya seperti martabak, nasi goreng dan nasi campur dengan rasa yang cocok dengan masyarakat Indonesia..Dan yang paling penting harganya terjangkau. Aku juga menyempatkan diri bertemu dengan salah satu Couchsurfing Malaysia, yang akhirnya menjadi penyelematku di hari berikutnya..
Sabtu-28 July 2012—Niat bangun sahur pupus sudah karena kesiangan dan parahnya tidak ada pertanda apapun untuk subuh dan aku pun tidak tau jadwal Imsak atau pun berbuka puasa.. Baiklah aku putuskan untuk hari kedua tidak berpuasa daripada aku semaput di Negara orang.. Sms bahagia datang dari member Couchsurfing yang aku temui tadi malam.. he said “Im bored today and I think I want to go to see waterfall- wanna join”.. Tanpa pikir panjang ajakan yang super duper menarik itupun aku terima. Maklum aku tidak menyukai shopping dan tujuan utama ku ke Negara orang selalu untuk jalan bukan untuk jajan.. Itenarary yang aku siapkan sangat bermanfaat untuk memuali petualanganku bersama Fazz (his name is Fazz). Tempat pertama yang aku singgahi adalah hutan buatan sebelum KL Tower.
KL Tower
Hutan Buatan
Fazz took me to see Kuala Lumpur in the morning, pasar second hands dan sudut2 menarik kota ini. Satu kejadian yang tak akan aku lupakan adalah mobil Fazz ditilang karena parkir sembarangan. Salut deh buat polisi Malay yang sudah menerapkan system Tilang sama seperti Negara Eropa. Maen surat aja, sepucuk surat kecil di temple di mobil dan Fazz harus membayar 100 RM (300.000)karena parker sembarangan.. Aku malah tertawa cekikikan karena mendapat pengalaman baru di Malay. Kalau gak kena tilang gw gak bakalan tau kerennya dapat surat tilang macam di film2 Hollywood..
Colonial Building
Selanjutnya kami berkunjung ke beberapa bangunan peninggalan Inggris (Inggris merupakan Negara yang menjajah Malaysia)..
John Institution

Setelah keliling kota Kuala Lumpur, kami melanjutkan perjalanan menuju water hot spring, di jalan menuju Selangor. Air panasnya terasa kurang menarik karena kami kunjungi di siang hari, tapi tetap aja menyenangkan. Selanjutnya batu caves. Kami memutuskan untuk tidak singgah ke batu caves karena menurutku aku lebih suka untuk menikmati air terjun saja.
Welcome to Selangor
Akhirnya kami sampai di temput tujuan – Air terjun 7 tingkat-Selangor-Malaysia. Lagi-lagi pengalaman yang tidak akan terlupa kembali terjadi.. I attacked by bunch of crazy monkey!!!!  Disaat kami mencapai Air terjun pertama, kami aman, namun tidak pada air terjun kedua..sekumpulan monyet2 tiba-tiba mencoba untuk mencuri plastic makanan kami.. pontang panting-yuppp kyknya Cuma kata2 ini yang pas untuk menggambarkan situasi pada saat itu.. gw pucattt..sumpahhh!!!Ternyata para monyet ini mengincar plastic, kami akhirnya menyembunyikan platic ke dalam tas, walau tanpa kami sadari kami berlari ke titik awal, yang akhirnya memaksa kami mengulangi pendakian dan memilih jalur yang berbeda..  Gak sia-sia deh sejam pendakian- dan kami menemukan pemandangan yang menyejukkan, seger dan udara segar yang Cuma ditemui di hutan.. Air terjun di tingkat 5. Fazz memutuskan untuk berendam dan aku cukup menikmati suasana alam dan segernya udara di tempat ini..
Setelah kurang lebih 2 jam di kawasan air terjun perjalanan kami lanjutkan dengan mengunjungi pusat jajanan souvenir Central Market, stasiun kereta dan sekitar pukul 6 sore aku memutuskan untuk kembali ke penginapan. Malam harinya aku habiskan bersama Moustafa-pria asal Belgia yang pernah aku temui di Medan.
Kami makan malam bersama beberapa couchsurfer asal Filippines..Wow..Indonesia-Philippines dan Belgia duduk bersama dan saling bertukar cerita ttg Negara masing-masing dan tentu saja dunia travelling. Malam kedua ini aku begadang karena ada sesi bersama Moustafa sampai Subuh, sekalian melepas kangen satu sama lain…heheheheheh-cuit..cuit..cuit..Prettt!!
Philippines-Indonesia-Belgium
Hari Terakhir 29 July 2012- hari ini terhitung sangat malas keluar karena aku tidak terlalu suka untuk mengunjungi keramaian. Jadi aku putuskan untuk pergi ke minimarket K2 kalau gak salah untuk membeli beberapa kopi Malaysia dan kue2 khas dari Negara ini. Pukul 12 aku bertemu Habib setelah sebelumnya janji untuk bertemu. Aku singgah ke menara kembar bersama Habib dan memutuskan kembali ke guest house untuk selanjutnya menuju Airport dan kembali ke Negara asalku-Belanda—Upsss-maksudnya Indonesia.. Penerbangan kami sebenarnya pukul 9 waktu setempat, tapi kami memutuskan untuk datang lebih awal karena aku yakin bakal ada kesasar tahap 2 di bandara. Benar saja, kami agak berputar-putar mencari Imigrasinya..hahahahah…walau pada akhirnya kami sampai di ruang tunggu pintu keberangkatan.. Kami sampai di Polonia-Medan sekitar pukul 10 WIB dan aku langsung memutuskan untuk langsung beristirahat karena keesokan harinya langsung kerja yenk!!!..huammpphhhh…


Kamis, 21 Juni 2012

I always Remember You like a Child Girl!!



Aku selalu mengutuk kehidupan ku semenjak aku dimutasikan ke kota ini.. Setelah hampir 2 tahun menjalani kehidupan di Medan.. Akhirnya aku menemukan sesuatu yang membuat aku bisa merindukan Sumatera Utara. Aku sering mendengar Danau Toba sebagai Danau Volcano terbesar di Sumatera.. Namun, aku baru benar-benar merasakan bahwa kawasan ini begitu membuat ku rindu setelah aku mengunjungi Pulau Samosir. Dan Tuk-Tuk adalah kawasan favorite ku.

Minggu lalu tepatnya 16 Juni aku memutuskan untuk kembali mengunjungi Pulau yang penuh dengan nuansa sendu, mistis dan romantic bagiku. Merasakan tiupan angin dari pinggir danau toba, menikmati hamparan danau yang luas sambil mendengarkan lagu-lagu slow emotion merupakan surga dunia bagiku. Beberapa teman mengatakan bahwa aku kesambet Jin Toba-kind of joke!!! Tapi, aku rasa kalian akan setuju dengan ku kalau kalian mencoba untuk meresapi nuansa alam yang disajikan Danau Toba. Dan aku sarankan untuk menikmatinya dari Pulau Samosir.. Begitu tenang, damai dan berjuta perasaan syahdu bisa muncul saat aku menikmati fajar dari pinggiran Danau pagi itu.. Aku merasa tidak akan pernah meninggalkan danau itu, dan memilih untuk melanjutkan hidupku disana.

Kenangan yang tidak bisa aku lupakan.. Pertama kali aku mengunjungi Pulau itu bersama beberapa temanku sesama pencinta travelling. Kami menghabiskan waktu bernyanyi bersama, jalan menyusuri beberapa tempat2 wisata seperti white sand, chairs stone dan masih banyak lagi tempat-tempat menarik yang bisa dikunjungi. Pengalaman pertama itu kembali membawaku untuk kedua kalinya menyambut tahun baru 2012 di Pulau Samosir. Kemudian aku pergi untuk ketiga kalinya kesana bersama beberapa teman satu kosku untuk weekend biasa.. Seperti kurang puas rasanya, aku kembali ke Toba bersama beberapa teman sekantorku untuk menghabiskan long weekend kami..

Yang berkesan pada perjalanan ku saat itu adalah aku berteman dengan salah seorang traveller dari Jerman. Ia sangat ramah dan senang menghabiskan waktu bersama kami. Ia penuh canda dan easy going dengan usia yang cukup belia menurutku 23 tahun. Aku begitu senang menerimanya untuk menjadi teman terbaikku, walau mungkin hanya 2 hari bersamanya. Aku memang tergolong gampang untuk akrab dengan orang lain, namun hanya orang-orang yang benar2 menyentuh hatiku yang akan selalu aku kenang dan aku sayangi, seperti aku mengasihi diriku sendiri.. Terserah kalian menyebutku apa.. Aku hanya mengikuti kata hatiku untuk membiarkan seseorang masuk, entah itu sebagai teman, saudara, soulmate, kekasih atau hanya sekedar orang yang aku kenal.. Dan ia, seandainya lebih lama disini, mungkin aku tidak harus selalu mengunjungi Tuk2 untuk mengenangnya..
Ia, aku kembali ke Tuk2-minggu lalu, karena aku sangat  ingin melihatnya, walau aku sadar ia sudah tidak disana.. Karena aku sendiri yang mengantarnya ke Airport bulan lalu.. Aku selalu menunggu email darinya.. Bagiku email itu terasa lebih penting dibandingkan SMS Banking Gaji bulananku..  

Jum’at itu aku memutuskan untuk kembali ke Tuk2, menghubungi Taxi-Paradep(salah satu transprtasi Umum untuk mencapai Parapat). Empat jam perjalanan aku tempuh, aku mencapai parapet sekitar pukul 11 AM untuk selanjutnya menaiki boat yang akan membawaku ke “MAS COTTAGE” (tempat pertama kami bertemu). Aku sampai di Mas Cottage sekitar pukul 3, kurebahkan badanku beberapa saat melepas lelah, kemudian langsung melompat untuk membuka balkon dan mulai menikmati Danau Toba dengan berjuta perasaan rindu akan teman Jermanku. Aku turun dan mengunjungi Batak House (tempat pertama kali aku menyapanya). Dan aku mulai bisa merasakan bahwa dia sedang berjemur disana melemparkan senyumnya padaku dan mulai membuka greeting2 untuk pertemuan pertama. Aku duduk disana beberapa saat dan mulai melihat apa yang ia lihat dari Balkon Batak Housenya.. Seperti ada sesuatu yang menimpa hatiku, seperti sebuah batu besar jatuh tepat dijantungku, dan aku hanya bisa duduk terpaku menatap Danau Toba sore itu. Ya, aku benar-benar merindukannya..

Lamunanku disontakkan oleh salah seorang penjaga Mas Cottage yang sudah jadi temanku. Pria Muda itu bernama San.. Ia-menegurku dan mengucapkan salam selamat datang.. Aku menjabat tangannya dan kami berbincang beberapa saat sebelum akhirnya aku memutuskan untuk meminjam gitarnya dan mulai memainkan beberapa lagu favorite ku sambil menatap keindahan Danau Toba.. Aku mulai melatunkan “Leaving On The Jet Plane”.. Dengan penghayatan yang sangat tinggi karena aku terkenang seseorang  yang membuat aku kembali menginjakkan kakiku ke tanah Samosir untuk yang kelima kalinya. Lamunanku tersentak oleh sesosok kepala berambut gondrong.. SSHHHHH!!!!, ouch, u shocked me!!!spontan, ternyata seorang gadis Canada yang sedang berlibur kesana. Mungkin saja ia terhibur oleh laguku yang jelas-jelas bukan kunyanyikan untuknya.. “Oh, im sorry..i m just think where that guitar sound comes and I have to say..ur singing very well”.. Spell American dari gadis muda 18 tahun, sayang aku lupa namanya, karena aku memang tidak menjadikannya tujuan utamaku kesana.. Walau dia begitu ramah dan mungkin saja bisa kujadikan teman. Tapi, aku benar-benar sedang tidak ingin berkomunikasi dengan American, karena aku tau sebagian dari mereka SOMSE nya mintak ampun..

Sejenak aku melihat tetangga sebelah kiriku.. Wanita paruh baya, yang tidak pernah tersenyum.. Menurut pengakuan San, dia memang sangat pendiam… hahahah, tak heran ia jarang tersenyum dan aku pun memilih untuk tidak berkomunikasi dengannya..  Aku menghabiskan Sabtu dengan mendengarkan lagu2 slow emotion dan menyambut malam dengan penuh suasana tenang dan relax.

Keesokan harinya adalah saat2 yang juga aku nantikan.. Menyambut fajar dengan menatap hamparan danau toba, menikmati secangkir capucino panas dan lagu2 slow emotion.. Aku selalu menikmati suasana itu melebihi apapun, bagiku itu adalah anugerah ketimbang ketemu cowok keren..wkwkwkwk.. Dan pagi itu aku tidak sendirian merenung, karena gadis Kanada disebelah kamarku juga ikut bergalau ria.. Aku memilih untuk tidak menegurnya, karena aku tau betul saat2 privasi seperti itu-kalau aku ajak bicara-dia bisa mengeluarkan tatapan membunuh-seolah berkata “DO NOT DISTURB ME!!!”..baiklah, kami sama2 menikmati pemandangan pagi itu tanpa tegur sapa.. Layaknya pengunjung lain, aku sarapan dipukul 9 pagi dan kemudian kembali ke kamar untuk kembali menikmati indahnya danau Toba sambil bermain gitar.. Sejenak aku kembali teringat saat memainkan gitar dan Teman Jermanku berenang dengan lincahnya.. Seolah-olah itu baru terjadi kemarin..  Aku membiarkan khayalanku bermain dengan kenangan yang pernah aku lalui di pinggir Danau Toba dengan gitar dan teman Jermanku.. Karena hanya itu satu-satunya cara untuk bisa melihatnya dengan utuh.. Kembali ketempat pertama kami bertemu…

Sekitar pukul 1 siang aku memutuskan untuk kembali ke Medan dan meninggalkan MAS COTTAGE.. Aku menaiki Boat menuju Parapat dan kembali menaiki Taxi-Paradep menuju Medan.. Begitulah aku menghabiskan weekend ku dengan mengenang seorang teman yang menurutku special. Kembali ke Medan dengan perasaan cukup puas karena bisa mengenang kembali hal-hal yang tidak pernah ingin untuk aku lupakan..Dan tenang saja, aku akan mengunjungi tempat itu setiap Bulan sampai Bulan October  tiba. Kalau dia memang tidak ingkar janji, maka kami akan kembali menikmati keindahan Danau Toba bersama, dan aku sudah menyiapkan puluhan lagu menarik untuk menghabiskan malam sambil menikmati secangkir Capucino Panas.. well, I miss u!!! little girl and boy from Germany!!!cant wait to see u again!!!!!

Sabtu, 02 Juni 2012

okay.....I Love You-Pertamina


Huftttthhh, ku kembuskan nafas panjang.. Demi Tuhan, cuaca sabtu ini 32 derjat C.. Landing dengan selamat setelah business trip ku dari Jakarta, tanpa terasa aku sudah kembali berada dimedan dan menikmati cuaca sepanas ini.. Well, pukul 12 siang saat aku kembali kekotanya orang Batak dan China..  Aku kembali ke kamar ala kadar ku dikawasan brayan dan bersiap untuk latihan mingguan biola ku.. dan setelah itu aku hanya memilih diam dikamar kos, daripada harus merelakan kulitku yang sudah makin gelap bertambah parah dengan sengatan cuaca yang jelas-jelas tidak bersahabat hari itu..

Dan sore harinya aku tidak bisa menolak ajakan yang sangat menggiurkan dari salah seorang temanku, dan aku menghabiskan Saturday night ku di Sun Plaza. Mall kebanggaanku  yang sudah lebih dari 2 Minggu tidak aku kunjungi..hahahah.. dan sisa malam minggu itu aku habiskan dengan merenung sepanjang malam.

Kembali terkenang pada saat aku masih di bangku sekolah dulu. Aku yang sering sekali menghabiskan waktu dipustaka sekolah untuk membaca semua buku2 puisi dan mencintai dunia sastra..iya-akulah orangnya yang bisa menciptakan lebih dari 2 puisi dalam sehari-kala itu.. Diantara kebingungan masa depan yang selalu menghantuiku.. dan akan berujung dengan kata-kata music, seni dan sastra..  Walau tidak sedikit pemikiran tentang bekerja dengan seragam  seperti yang  aku jalani sekarang.. Memang semua  berbeda dengan apa yang aku gemari…Dunia Seni dn Sastra..cukuplah blog ini, gitar dan biola sebagai penghiburku selama ini. Aku selalu mengutuk keberadaanku di Medan dan pekerjaan saat ini sebagai hal bodoh diantara hal bodoh lainnya dalam hidupku.. Namun, kali ini spertinya aku mulai lelah.. Mencoba untuk melawan arus kehidupan yang membawaku. Jiwa penjuangku mulai luntur. Setiap aku berfikir untuk hengkang dari pekerjaan saat ini, tiba2 saja aku bisa membayangkan masa laluku yang memang sangat tidak indah untuk dikenang…

Dan aku memilih merenungkan diskusi singkat dengan salah seorang temanku. Mencari lading baru untuk pekerjaan dan keluar dari pekerjaan yang sudah aku dapatkan sekarang adalah hal bodoh. Menurutnya aku harus berfikir tenang dan lebih banyak merenung. Aku seperti merasa kalah kalau harus mengakui bahwa aku akan berakhir seperti ini dan membiarkan pemikiran bahwa yang aku dapatkan saat ini sudah cukup. Aku masih merasa bahwa diriku bisa melakukan hal yang lebih spektakuler lagi dalam hidupku. Walau aku tidak tau apa yang akan aku lakukan.. hufttt, perasaan seperti apa ini!!! Tapi, lama kelamaan aku mencoba untuk perlahan merenungkan bahwa aku tidak bisa merubah dunia, melawan arus kehidupan hanya akan membuat ku sangat lelah.. Aku mencoba mellihat dan menikmati permainan hidup dengan makhluk-makhluk disekitarku. Mencoba menarik makna dari setiap peristiwa dan merelekskan hidupku seperti lantunan lagu-lagu Jazz..

Aku memutuskan untuk menyudahi perlawananku dan memilih untuk kembali ke jalan yang kata sebagian orang “ini adalah takdirmu”.. Dan membiarkan waktu memainkan pernanannya seperti yang digariskan Tuhan. Baiklah dengan segala kerendahan hatiku, aku menerima bahwa aku akan berada diperusahaan ini sampai batas waktu yang akupun  tidak tau.. Aku mencintaimu pekerjaanku, aku akan berusaha melakukan yang aku bisa. Dan aku harap tidak akan ada lagi kekecewaan terhadap keputusanku untuk tidak mengundurkan diri dari pekerjaanku..


Jumat, 25 Mei 2012

Lets Talk About Thailand..


Masih di Bulan Mei..Bulan penuh dengan liburan dan jalan-jalan.. Setalah menunggu hampir 5 bulan sejak tiket menuju Bangkok-Thailand berhasil aku dapatkan dengan harga promo.. Itenarary perjalanan pun telah ditata dengan indahnya, bahkan aku terkesan lebih serius membuat itenarary perjalanan ketimbang kerjaan.. Liburan ku ke Bangkok terhitung sangat singkat, dari tanggal 24-28 Mei 2012. Singkat dan berkesan mungkin lebih tepatnya begitu. Karena ini merupakan pengalaman pertamaku menjajaki negeri orang lain.. Dengan berbagai macam hal baru yang aku temui diluar sana. Sangat berbeda dengan negeriku Indonesia. Aku senang menemukan hal baru dan merasakan pengalaman baru dalam hidupku. 

Waktu sudah menunjukkan pukul 10 pagi itu-24 Mei 2012, aku menantikan jam 7 keinginanku menjadi kenyataan dan aku akan dinner di kota Bangkok. Aku bersiap untuk segala sesuatunya dalam perjalanan singkatku. Celana pendek dan kaos oblong  selalu menjadi andalanku dalam travelling, tidak ketinggalan sandal gunungku, ransel dan topi. Aku sudah sangat siap menjajaki kota Bangkok dengan sebuah buku panduan perjalanan yang sempat aku beli pada malam sebelumnya. Aku mencapai bandara sekitar pukul 3.15 sore hari, berkumpul bersama beberapa teman lainnya yang hendak melakukan perjalanan yang sama. Jantungku dag dig dug, pertama kalinya menghampiri petugas imigrasi Bandara Polonia-Medan, takut2 ada saja yang bermasalah dengan passport ku yang masih suci,..hahahah…Aku lolos dan bersiap menuju Pesawat yang akan membawa kami semua ke Negeri Thailand.. Selama perjalanan, aku tidak henti2nya berfikir tentang bagaimana Negara baru yang akan aku kunjungi ini.. Mungkin selama ini aku Cuma melihatnya ti TV, Koran dan majalah.. Namun, kali ini aku akan benar2 menginjakkan kakiku disana..

2 jam pun berlalu dan sang pilot memberikan isyarat kepada kami agar bersiap2 untuk pendaratan. Satu hal yang aku lupakan saat kakiku untuk pertama kalinya menginjak tanah Thailand. Menyentuh tanah dengan tanganku dan menaruhnya di dada, persis seperti pemain sepak bola yang baru memasuki lapangan hijau.. Aku sudah begitu terkesima dengan sekelilingku..hahahah..kamse banget sih gw!!! Aku mengambil taksi langsung dari bandara menuju tempat penginapan kami di kawasan Rambuttri Inn n Plaza.. and guess what!!!OWH MY GODNESSS!!! Kawasan itu benar2 surganya travelling, yang aku lihat sekeliling hanyalah turis dari berbagai Negara yang sedang menikmati bir, sisha dan live music di cafe2 yang berjejer sepanjang jalan menuju penginapanku..WOW!!!!AMAZING!!!


Berjalan 3 menit dari persimpangan jalan akhirnya aku sampai disebuah penginapan “Rambuttri Inn & Plaza”. Aku menaruh barang2 ku dikamar dan segera ingin keluar kembali untuk menikmati kawasan Rambuttri dan Khao San Road di malam hari.. Wooooooooowwww….gw seneng buanggett!!!!mantaplah pokoknya.. Sejenak keluar dari kebiasaan hidup Indonesia untuk menikmati sesuatu yang benar2 berbeda.. Malam pertama aku habiskan dengan santap malam di salah satu cafĂ© disana, membeli beberapa souvenir dan kembali ke Hotel untuk beristirahat.. Kemudian aku mulai merencanakan hari kedua untuk mengelilingi kota Bangkok, setidaknya tempat2 bersejarah disana..

Terbangun sekitar pukul 07.00 Pagi, dan mulai menghirup udara pagi kota Bangkok.. hmmmmmhhh… segar!!! Hari itu kami terbilang beruntung karena pada hari itu ada promo dari toko2 perhiasan Bangkok, dimana mereka akan memberikan kupon gratis bensin apabila taxi atau Tuk2(salah satu transportasi darat di Thailang-kyk bemo lah kalo di Indo).. Aku memilih untuk berkeliling kota Bangkok dengan menggunakan Tuk2 saja..hahaha.. Tempat pertama yang kami singgahi adalah salah satu vihara Budha, kemudian ke salah satu took perhiasan disana.. Lalu kami menyempatkan diri untuk berkunjung ke Grand Palace (salah satu objek wisata unggulan di Bangkok). Perjalanan pun berakhir sekitar jam 1an.. kami memilih kembali ke kawasan Rambuttri untuk santap siang.. Kemudian beristirahat sejenak, untuk kembali melanjutkan perjalanan ke siam discovery mall..

Grand Palace

Madam Tussaud-Siam Discovery Mall… Madam Tussaud yang terkenal dengan karya patung lilin para artis, menawarkan pesona narsis bagi kebanyakan turis..hahahah…2 jam di sana tidak terasa, karena asyiknya jepret sana sini dengan patung lilin artis Hollywood, tokoh politik di beberapa Negara di Dunia dan atlit2 terkenal Olahraga.. hahahah…hari pertama kami tidak memlilih untuk makan malam d luar, karena super duper cuapekkkkknya minta ampunnnn… perburuan tempat sejarah dan bernarsis ria selesai sudah.. Sebelum pulang kami sempatkan menuju salah satu travel perjalanan disana untuk menanyakan rencana perjalanan kami menuju Pattaya city.. Yupp sesuai dengan rencana awal hari pertama wisata darat dan hari kedua wisata laut..

Madam Tussauds

Sabtu, 26 Mei 2012-kami mendapatkan satu travel yang terhitung murah untuk memandu kami mengelilingi pattaya city..1300Baht atau sekitar 400ribu rupiah.. Mereka menjemput kami dari hotel sekitar pukul 7 pagi kemudian menjemput penumpang lainnya..Kami sampai di Pattaya sekitar pukul 10 dan beristirahat sekitar 1 jam untuk menikmati suasana pantai dan mengambil beberapa foto..Kemudian perjalanan dilanjutkan dnegan menggunakan boat menuju coral island. Perjalanan menggunakan boat merupakan pengalaman terparah dalam  kehidupan travellingku.. “Sea Sickness”..oh GOD,,..bener2 gak nyaman… mualnya minta ampun..aku memlilih untuk diam dan menikmati pantai saja dan tidak memilih basah2an.. Mengingat tabiatku yang juga tidak begitu menyukai basah2an gak jelas..hahah..Selain itu, aku belum bisa berenang, dan tidak mau terlihat bodoh diantara manusia2 ikan di pantai sana.. Jadi aku memilih untuk menikmati pantai sambil mendengarkan lagu2 slow emotion favorite ku.. Sekitar pukul satu kami dikumpulkan utk makan siang bersama.. Aku memiliki 3 orang teman seperjalanan, yang dekat denganku hanya satu yaitu Hakan dari Turkey.. Selain karena dia seorang Muslim, dia juga sangat baik..heheheh.. dan aku langsung saja meracuni otaknya untuk mengunjungi danau toba, salah satu tempat favorite ku untuk menghabiskan akhir pekan.. Dan benar saja, ia begitu tertarik dan berencana akan mengunjungi danau toba sebulan mendatang.. Heheheh.. gotchaa!!!!

Perjalanan pantai itu berakhir pukul 3 dan kami semua kembali ke kota Pattaya untuk selanjutnya diantarkan pulang kembali ke Hotel.. Pufff, capek tapi terasa begitu menyenangkan..

Dan tibalah saat yang tidak aku sukai, masa liburan berakhir.. Hari Minggu pun datang, dan aku harus bersiap-siap kembali ke Medan. Pesawat yang akan mengantarkan kami pulang ke tanah air dijadwalkan pukul 5 sore.. Aku masih menyempatkan diri  untuk menemani temanku berbelanja pakaian ke Partuna Market, dan menyempatkan diri untuk terakhir kalinya mengelilingi kawasan Rambuttri dan Khao San Road.. Aku membeli sebuah tas trakking lucu seharga 300 Baht, atau sekitar 100 ribu rupiah.. Kemudian kami mebook 2 tiket menuju bandara seharga 100Baht..Aku mencapai bandara di Jam 3 sore, kemudian Check in dan menunggu keberangkatan kembali ke Tanah Air..

Dalam pesawat tiba-tiba aku jadi mengingat seseorang.. Marie – teman kecilku dari Jerman.. Dia sempat menceritakan sedikit kota Bangkok padaku, dan kami memiliki pendapat yang sama dengan kota itu.. The Crazy Place for SHOPPING!!! Dan aku berharap suatu saat aku bisa travelling bersamanya, dan menjajaki kota Bangkok lagi.. dan aku sarankan kepada kalian yang belum kesana.. Daripada harus liburan mahal ke dalam negeri mendingan jalan-jalan ke Bangkok, sejenak emnikmati sesuatu yang sangat berbeda dengan apa yang ada di Indonesia.. Apalagi kalau nanti dapat teman seperjalanan..Dijamin seru!!!!!

Sabtu, 19 Mei 2012

RUTH SAHANAYA - KELIRU




Di lubuk hatiku tersimpan
Ada rasa bimbang 
Yang enggan ku ceritakan

Ternyata baru ku sadari
Sirnanya hatimu
Yang engkau simpan untuknya

*Aku cinta kepadamu
Aku rindu dipelukmu (di hatimu)
Namunku keliru telah membunuh
Cinta dia dan dirimu
Aku cinta kepadamu
Aku rindu dipelukmu
Inginku akhiri yang telah terjadi
Lamunanmu membawamu
Kembali...

Oh Tuhan maafkan diriku
Telah melangkah lugu
Memberi bimbang di hatinya

Ku tahu engkau telah berdua
Tak mungkin ku rasa
Melepas kasih antara kita

Engkau pun keliru
Menilai arti cinta kita
Yang kau kira selamanya...

Kamis, 17 Mei 2012

New Friend!!!





Setelah 5 bulan menunggu datangnya bulan Mei. Akhirnya bulan yang penuh dengan rencana travelling ini datang juga. Dengan perencanaan yang lumayan berantakan akhirnya bulan Mei ini dapat aku lalui dengan cengar cengir sana sini.. Cerita ini harus dimulai dengan gagalnya keinginanku untuk menjajaki wilayah Nanggroe Aceh Darussalam. Dengan mempertimbangan kondisi keuangan yang morat marit aku putuskan untuk menunda keinginanku ke negeri  Serambi  Mekkah ini.  Pilihan libur 4 hari dalam rangka keagamaan umat kristiani aku habiskan di Pulau Samosir tepatnya di Tuk2. Aku sangat menyukai tempat ini, menurutku ini adalah tempat paling strategis untuk bersembunyi, menenangkan fikiran dan melupakan semua hiruk pikuk dipikiran ku. Awalnya aku hanya ingin menikmatinya sendirian, seperti  kebiasaanku yang lebih suka menikmati duniaku sendiri, menjadi berbeda dari kebanyakan orang. Unik-dan itulah aku. Namun, salah satu teman sejawatku sangat ingin kesana dan memintaku agar mengizinkannya ikut. Baiklah weekend ini kami menghabiskan waktu bersama.

Otak, hati dan perasaanku begitu bahagia bisa menghirup udara segar danau Toba dan menyaksikan keindahan alam disana. Aku memilih MAS Cottage untuk  menghabiskan istirahatku. Disinilah aku bertemu dengan seorang gadis muda asal Jerman. Ia sangat ramah dan melemparkan senyum persahabatan  dari teras penginapannya yang bersebelahan dengan ku. Aku balas dengan senyum dan teguran hangat Hi, where ar u come from? Dan dia menjawab Jerman. Jerman-salah satu Negara favorite ku dan tak pernah aku hapus dari list perburuan travelling ku. Kemudian aku menanyakan namanya, walau sempat ia sebutkan aku tidak begitu mendengar ucapannya yang begitu lembut dan berantem dengan suara air danau toba yang diterpa angin.  Baiklah, aku menyudahi tegur sapa itu dan mulai memainkan beberapa lagu  sementara temanku langsung bergumal dengan air danau toba dan menikmati sejuknya udara sore itu.  Kemudian salah satu teman kami dari America – Ammon datang dan bergabung. Tak disangka-sangka gadis Jerman pun akhirnya nimbrung dan berenang bersama. Siallll!!!! Aku belum bisa berenang dan cukup merasa menjadi pengamen untuk menghibur “BIG FISH” ini.. Begitulah hari pertama aku mengunjungi Tuk2 untuk yang kelima kalinya dalam 1 tahun ini.

Hari kedua aku bangun sekitar pukul 6 dan aku memilih untuk langsung keluar dari kamar penginapan dan menikmati udara yang super dingin, begitu sepi dan tenang. Lebih dari sejam aku menikmati pemandangan sambil mendengarkan lagu-lagu slow emotion ku. Setelah satu jam berlalu temanku akhirnya membuka matanya untuk melihat Danau Toba pagi itu, dan kembali bergumal dengan air, berenang. Untuk kesekian kalinya aku merasa bodoh karena belum bisa berenang. Seolah ingin menambah penderitaanku, 2 traveller dari Singapore datang bergabung untuk berenang, dan penderitaanku bertambah karena sang gadis Jerman yang sudah terbangun pun memilih  nyemplung ke Danau Toba. Baiklahhhh, aku akan menjadi penonton setia pertunjukkan manusia2 ikan ini pikirku..hummpphh!!!!..Disinilah dengan jelas aku menanyakan namanya dan berapa lama ia akan menghabiskan waktunya dinegeriku ini. Gadis itu bernama Marie (sebelum akhirnya aku tau nama lengkapnya adalah Karie Mircher). Tanpa diduga ternayata Marie berencana kembali keMedan untuk meneruskan perjalanannya ke Bangkok pada hari Sabtu, sama denganku. Hanya saja aku akan menuju Bangkok pada minggu selanjutnya. Tanpa pikir panjang aku dengan jiwa satria baja hitam-pembela kebenaran dan keadilan langsung menawarkan tumpangan untuk ikut bersama kami, dan kami akan mengantarkannya langsung ke Bandara. Yeahhh we’ve got a friend!!!

Marie pun ternyata tertarik dengan ajakan ku untuk pergi ke White Sand dan menikmati pemandangan lainnya dari Danau Toba… Akhirnya kami pun  berjanji untuk bertemua di White Sand, bermain catur.. Haha, aku sangat senang bisa menjadi temannya.. Dari sanalah akhirnya aku tau bahwa usianya 23 tahun 2 tahun lebih muda dari usia ku.. Aku memintanya untuk memanggilku Uni daripada Kakak, karena sedikit sulit untuk dia ucapkan. Entah kenapa ketika ia memanggilku Uni, aku benar2 merasa bahwa dia adikku dan patut untuk dilestarikan—Lho..ups, maksudnya untuk aku jaga. Jiwa siskamling ku langsung membuatku serasa jadi bodyguard baginya..hahahahah…Malam harinya kami habiskan dengan BBQ ikan dan jagung, karena beberapa teman kantorku ternyata memilih tempat yang sama untuk menghabiskan akhir pekannya… Malam itu Marie tidak ikut bersama kami, dan pada saat BBQ jagung hujan yang tidak bersahabat mengguyur tanah Samosir sehingga kami harus rehat sekitar 1 jam. Keesokan harinya tepat jam 6 pagi –knock2..i knocking her doors.. sebagai tanda bahwa ia harus segera bersiap untuk pergi bersama kami.. Ferry penyebrangan pertama pun akhirnya lewat dan terpaksa kami menunggu hingga 2 jam untuk Ferry selanjutnya..  Kopi susu selalu menjadi minuman favoritenya di Tanah Sumatera, ya..kami sama2 penggilan kopi..

Tepat pukul 9 Ferry yang kami tunggu2 akhirnya datang.. Ini merupakan pengalaman baginya menaiki Ferry untuk angkutan mobil. Dalam perjalanan Ferry terlihat beberapa pria pencinta dunia fotografi mencuri gambar2 Marie, ia memotret adekku.. Sontak saja Marie merasa kurang nyaman.. hahah, aku langsung memberikan isyarat kepada pemotret gadungan itu untuk menghentikan tindakan bodohnya.. Kami melanjutkan perjalanan menuju kota Medan. Namun, diseputaran kota Siantar kami istirahat disalah satu rumah makan Minang. Aku menyarankan untuk makan siang dengan menu masakan minang. Teman Jermanku ini ternyata menyukai Rendang, daun Ubi dan daun Pepaya.. hahahah—Manusia Daun yang suka dedaunan… 

Ditengah perjalanan ternyata kami mendapatkan masalah baru, band mobil sebelah kiri sepertinya mengalami kebocoran..Hufttthhhh..ku tarik nafas panjang..Aku tidak mengkhawatirkan Bannya, namun penerbangan Marie ke Bangkok pukul 5 Sore, sementara kami mengalami kebocoran ban, dan itu sekitar pukul 12 siang..pufttthhhh, perjalanan kami terhambat selama 20 menit karena harus menukar Ban..
Dan dengan kecepatan serta kepanikan kami harus segera menuju Medan.. Well, aku adalah orang dengan tingkat kepanikan yang sangat tinggi. Setiap saat aku memastikan berapa lama lagi perjalanan kita menuju bandara.. Aku tidak bisa membayangkan kalau Marie bakal ketinggalan pesawat….humphhh… Masih dengan kepanikan aku langsung meminta bantuan salah satu teman travelling ku untuk melihat tiket ke Bangkok untuk keesokan harinya. Aku juga sudah memikirkan dimana ia akan menghabiskan malam hari, dan tentu saja bersama ku.Pukul 3 sudah sore itu, dan kami terjebak di kawasan Tj. Morawa.. Muka ku sudah hampir seperti ayam mau disemblih, sementara Marie hanya terpaku diam..hahahahahah…-malah gw yang cemas… Perasaan lega akhirnya sekitar setengah 4 kami memasuki kawasan di belakang bandara. Dan tepat jam 4 kami berhasil mengantarkan adekku ini di keberangkatan Luar Negeri…hufftttttt—pikirku dalam hati… Aku memintanya untuk mengabariku kalau2 akhirnya pihak imigrasi mempermasalahkan keterlambatannya tersebut..Namun, syukurlah ia selamat….

Welll, empat hari yang menyenangkan plus menegangkan.. Sesampainya aku dirumah pada hari Sabtu itu, aku melepaskan lelah sambil mendengarkan lagu2 slow emotion favoriteku dan membiarkan pikiranku larut dalam lantunan music tersebut.. Tiba2 lamunanku terhenti, sebuah pesan singkat aku terima.. “yes all good..thank u for everything..kau selalu di hati..kamu baik!sampai jumpa”..  Aku tidak menduga dia akan menggunakan kata2 yang sempat aku ajarkan saat perjalanan menuju medan.. “kau selalu dihati” merupakan salah satu bait dari lagu Indonesia , kalau tidak salah lagu dari seventeen.. Dan sampai sekarang kami masih tetap berteman.. hmmhh, mungkin aku lebih menganggap dia adikku-lebih dari sekedar teman, walau hanya 2 hari bersama..

Bagiku semua orang bisa saja menjadi temanku, namun jangan heran kalau suatu saat aku bisa saja menghapus kalian dari list pertemananku karena kalian melanggar hukum pertemanan.. Mungkin bagi sebagian orang –kekasih adalah segala-galanya.. Namun, aku begitu mengagungkan persahabatan. Pengkhianatan, perselingkuhan bukan hanya dalam dunia Cinta kekasih, namun juga dalam hubungan cinta persahabatan.. Aku bisa mencintai seseorang sebagai sahabatku hanya dalam hitungan detik dan aku juga bisa begitu membecinya dalam hitungan yang sama.. dan aku akan selalu mengingat hal buruk yang ia lakukan padaku, wlaupun aku memaafkannya “im forgiven but not forgotten”
Kalau kalian tidak suka, kalian boleh pergi meninggalkan aku.. Aku sudah menjalani hidupku sekitar 25 tahun mengarungi beberapa kota dan tempat2 teraneh yang pernah ada. Kenal dengan ribuan type manusia.. Aku tetap bisa berdiri tegar, karena AKU adalah AKU dan AKU akan tetap begitu…