Aku Bukanlah Aku
By..me..-januari 2010
Aku sering merenung saat senja mulai datang menghampiri sore hari dengan sedikit hujan rintik-rintik. Aku masih menyempatkan diri untuk menikmati senja dalam keadaan sumpek hati dan busana kantorku yang sudah tidak rapi lagi..Sejenak aku kembali pada dua tahun lalu saat aku pertama kali keluar dari beton-beton kampusku yang gagah dan hijaunya daun segar kampusku yang tertata..Aku keluar dari dunia suntukku untuk mencoba seperti yang diutarakan teman-temanku, menerima tawaran baru dan membuka hati untuk teman-teman baru di tempat kerjaku yang baru..Aku memang belum menyandang predikat sarjana muda kala itu..Tapi, aku tidak sedikitpun merasa sebagai mahasiswa lagi..Pilihanku jatuh pada sebuah stasiun radio swasta yang tidak aku ketahui sebelumnya..Aku menikmati dunia baru itu seperti mendapatkan sebuah nafas baru bagi kehidupanku..Kehadiran teman-teman seperjuangan pun menambah harunya duniaku. Dan aku memutuskan untuk memilih seorang teman dekat sebagai sayapku..Sayap yang akan aku bawa kemanapun aku terbang mengarungi kehidupanku..sayap yang aku jaga hingga tidak ada angin yang sanggup menyakitinya dan terpaksa berhembus lembut untuk mengepakkannya..Sayap seperti “senja” yang menyejukkan amarahku dan air mataku..Aku tidak bisa berkata bahwa “hidupku, terserah aku”..karena ada dia sebagai sayap kehidupanku..dan aku sangat menghargai itu..
Namun, Bulan Januari 2009 itu terasa baru kemarin...aku masih tidak percaya dengan apa yang sudah aku lalui setahun ini..tepatnya di Januari 2009..Seseorang yang aku jaga keharuannya, aku hilangkan kedukaannya membuat duniaku nestapa..Bagaimana mungkin sayapku menyakitiku seperti ini..aku masih merasakan dukana..senjaku begitu cepat berlalu dan malam segera datang, sedangkan aku begitu lama menunggu pagi..sayap-sayapku patah..Dua tahun aku membangun duniaku dan hancur dalam 3 menit saja, dalam 3 menit saja...dua tahun aku bangkit dari tidurku dan dalam 3 menit aku tidak bernyawa..
Aku masih tetap memandangi langit senja sore itu, dengan pandanganku jauh keseberang lautan..lautan yang pernah aku pandangi bersama dengan sayapku yang kini entah kemana..langit yang sama-sama aku arungi bersama sayapku didunia langit..dunia langitku yang penuh dengan pelangi ...Bagaimana mungkin dia bisa melakukan hal itu, hari ini aku mengingatnya..mengingatnya dalam ingatanku yang terputus-putus..
Aku membalikkan tubuhku dan memilih meninggalkan senja sore itu..aku tidak ingin melihat malam menjemputnya lebih dulu dari pada aku..aku memilih pergi dan membiarkan tubuhku dan hatiku hancur..Aku merasa aku bukanlah aku...aku merasa aku bukanlah aku...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar