ASINAN…SAHABAT!!!
Sore itu sebuah stasiun radio swasta menggelar rapat Penerimaan penyiar baru.Ajang untuk memperkenalkan anak baru dengan para penyiar senior yang lebih dulu bercuap-cuap didepan mikrofon. Sehabis rapat seperti biasa ada yang tertawa dan bersenda gurau. Namun, tidak bagi si anak baru yang masih begitu asing dengan suasana yang ada. Ketika satu persatu crew pulang tinggalah seorang anak baru dan seorang penyiar senior untuk jadwal coaching siaran selanjutnya. Seorang penyiar senior dan new comer dalam studio. Namun tidak seperti suasana studio lainnya yang ramai dengan suara, kali ini hanya bunyi klik computer dan desahan Air Conditioner yang mengisi ruangan itu. Hampir satu jam berlalu tanpa kata-kata. Dan akhirnya sang penyiar senior berkata “kalau kamu ada keperluan lain, kamu boleh pulang”.
Dan tiba2 sianak baru berkata “kk suka makan apa, aku ingin makan diluar sore ini”..sebuah ajakan mendadak yang muncul entah dari mana…penyiar yang sama-sama pendiam, mencetuskan kata spontan yang terkesan sangat kaku dikalangan dunia “broadcaster”.. Akhirnya mereka berdua sampai di sebuah resto yang cukup mewah untuk kota kecil..suasana yang tidak jauh berbeda dengan studio pun terjadi kembali..anak baru yang masih kikuk melihat menu makanan dengan terheran-heran,...tidak satu jenis makanan pun yang ia katahui untuk dipesan sebagai menu dinner malam itu..Namun, akhirnya memilih menu makanan yang terdengar sedikit familiar walau ia belum tau dengan pasti jenis makanan yang ia pesan. Secangkir kopi pun jadi pilihannya, karena ia juga aneh dengan menu minuman yang ada..maklum ia terbiasa dengan menu makanan yang juga standar bukan berkelas seperti yang disuguhkan diresto tersebut.
KK senior sibuk dengan Handphonenya, sepertinya sedang membalas sebuah pesan singkat, dan calon penyiar duduk termangu melihat pemandangan sekeliling.
Makanan yang dipesan pun datang,..sedikit terkejut dengan menu yang datang padanya, semangkuk kecil asinan salak dan secangkir kopi hitam yang sangat panas. Senior yang memperhatikan langsung berkata “kenapa pesan asinan untuk makan malam, apa kamu sudah terbiasa seperti ini?”..sejenak terdiam calon penyiar berkata “aku tinggal bersama ayahku dengan kondisi yang sederhana, dari kecil aku tidak terbiasa dengan coklat ataupun ice cream, setiap aku meminta coklat atau ice cream, ayah memberikan sebuah manisan salak yang ia buat dari salak yang rasanya asam yang tidak sanggup dimakan orang lain..ayah selalu berkata padaku bahwa asinan salak ini lebih enak dibandingkan coklat, walau aku belum pernah makan coklat saat itu..ayahku meninggal disaat aku berumur 6 tahun, dan sampai sekarang aku masih menyukai asinan salak, karena setiap melihat asinan ini aku teringat ayaku yang sangat aku sayangi.”..mata calon penyiar tadi mulai berkaca-kaca.
Melihat hal tersebut sang senior pun menjadi sangat terharu dan merasa bahwa orang dihadapannya adalah orang yang telah melalui liku-liku kehidupan dengan penuh keteguhan hati..Mereka yang tadinya diam membatu mulai membicarakan hal-hal yang menyenangkan. Sang seniorpun mulai menceritakan kampung halamannya yang terkenal dengan martabak dagingnya dan sate…
seandainya makanan yang dipesan adalah nasi goreng, mungkin mereka berdua tidak akan pernah saling mengenal dengan begitu akrab.
Kisah restoran berlanjut seterusnya seperti cerita cina tentang loutong (sahabat tali darah),..mereka sering melalui hari-hari bersama..makan malam bersama, setiap sicalon penyiar mendapatkan jadwal coaching malam hari, sang senior membawakan asinan salak dan sebungkus kopi untuk ia nikmati sambil bersiaran. Mereka saling berbagi suka dan duka dimanapun berada. Tidak ada rahasia antara mereka berdua yang tersimpan.
2 tahun sudah mereka lewati masa-masa indah bersama. Sampai akhirnya sang senior harus pergi keluar kota karena telah menemukan dambaan hatinya. Seorang pangeran yang bisa menjadi sandaran baginya.. Dihari pernikahan sang senior, calon penyiar yang telah menjadi penyiar seutuhnya, mengirimkan sebuah surat kepada sahabat terbaik dalam hidupnya..”kk, …sahabatku yang aku sayangi.. ada satu rahasia yang akan aku beritahukan padamu, yang seharusnya tidak aku rahasiakan, karena aku takut akan merusak hubungan persahabatan kita.sekarang engkau akan pergi dariku, kita akan berjauhan.. jadi aku ingin kau tau tentang hal ini...tentang asinan salak yang sangat sering engkau berikan padaku dimalam hari..menu makanan yang selalu aku makan saat malam hari bersamamu…sebetulnya aku tidak suka makan asinan, makanan paling aneh yang aku tau apalagi dicampur dengan kopi, membuat perutku melilit setiap malam dan terkadang sampai diare..Tetapi 2 tahun terakhir ini menu makan malamku sering ditemani dengan sebelah sayapku dan asinan serta secangkir kopi sedikit gula.. Tapi, aku tidak pernah menyesal dengan hal itu.
Mengenalmu sebagai sahabat terbaik dalam hidupku adalah hal yang luar biasa. Seandainya aku dilahirkan untuk kedua kalinya, aku tetap akan memilihmu untuk aku jadikan sahabat…
Aku minta maaf karena tidak bisa hadir dihari yang paling bahagia untukmu, aku tidak ingin hari itu juga menjadi hari perpisahan bagi kita, dan jujur aku tidak sanggup berpisah denganmu karena kau sudah menjadi separuh sayap kehidupanku..
Air mata sang senior tidak tertahankan, dan kertas surat itu menjadi basah karenanya..”
Kadang anda merasa anda mengenal seseorang lebih baik dari orang lain, hanya untuk menyadari bahwa pendapat anda tentang seseorang itu bukan seperti yang anda gambarkan. Tambahkan cinta dan kurangi benci, karena terkadang asinan terasa lebih manis daripada nasi..
Hidup adalah sebuah seni hidup yang teramat indah, nikmatilah dengan tanggung jawab dan rasa syukur. Apapun kelebihan dan kekurangan pasangan , teman dan sahabat anda terimalah…maka dengan keyakinan yang luar biasa anda akan menjawab AKU MENYAYANGI TEMANKU/ PASANGANKU/ ORANG TUAKU…..
Kisah ini nyata, restoran itu adalah angso duo restoran Pangeran Beach dan penyiar baru itu adalah aku, yang sangat merindukan sahabatku….
Sudahkah anda memiliki sahabat seperti kisahku??????

sungguh sangat lucu dan ispiratif, demi sebuah persahabatan manusaia selalu saja dapat menahan ego, yaa begitulah cinta selalu saja ada kisah-kisah luar biasa. tapi besok2 jangan bohong lagi yaa.. biar ngak tersiksa.. hehehehe...
BalasHapusiya...tp, demi cinta mau lagi deh kayak gini...biar ada cerita baru... :P...hihi-eh, mana nih postingan terupdate dari dirimu...d tunggu..biar ambo mampir ke blog abang juga
BalasHapusprikitiew... :P
BalasHapus@adek nella--adeeekkkkkkk........mandi sanaaaa.... :p
BalasHapusmantap sekali, pengorbanan buuat seorang sahabat, yang kadang diluar nalar dan akal sehat.
BalasHapusI'm sure that someday U'll find "U'r real friend"
thanks pak Zulfadrim--hahah-udah gk mau lagi, paling kalau ketemu di jadikan teman biasa-kalau usianya kecil jadi adek atau saudara saja..tp, gk mau lagi punya sobatan kyk cerita d atas..hahaha
BalasHapus