Selasa, 09 Agustus 2011

Broadcaster VS MC

Rabu, 10 Agustus 2011..

Mereka sama-sama bekerja dalam dunia Entertainment.. Membawa pendengan atau penonton terbawa dalam suasana yang berusaha mereka ciptakan. Tapi, mereka tidak bisa disamakan. Seorang MC mungkin saja bisa menjadi broadcaster sehebat ia menjadi MC. Namun, tidak semua broadcaster itu bisa menjadi MC. MC atau Master of Ceremonial memiliki satu kelebihan lain dari penyiar/ Broadcaster. Berani Tampil..Modal percaya diri saja tidak cukup untuk menjadi MC..

Well, aku bisa bilang begitu karena aku merasakan hal yang sama. 2004 tepatnya 7 tahun yang lalu aku mulai membenamkan diri dalam dunia kepenyiaran Radio. Setelah gagal meyakinkan orang tuaku akan keinginan besarku untuk mendalami dunia musik..aku membenamkan diri dalam dunia kepenyiaran, karena disanalah aku melihat celah satu-satunya agar aku bisa tetap dekat dengan dunia musik. Mikrofon yang tidak seberapa itu sempat membuat keringat dinginku bercucuran seperti orang yang sedang terkena demam tinggi, menggigil dan rasa ingin kabur..Hahahaha, seharusnya aku mengabadikan wajah2 bodohku pada saat pertama kali harus berhadapan dengan mikrofon.. Namun, aku berhasil melewati masa-masa menyedihkan itu dengan sukses karena terbukti aku bisa melewatkan 5 tahun ku dalam dunia kepenyiaran. Namun, tidak menjadi MC.

Aku masih ingat saat pertama kali aku harus berdiri dihadapan ratusan mahasiswa tahun pertama Universitas Andalas dalam acara "Malam Inagurasi"..Well, untungnya teman seperjuanganku adalah pria yang berani mati..Sorak sorai malam itu membuatku merinding seperti akan dikeroyok masa. Selain keberanian masalah terbesarku adalah style. Untuk gologngan kaum hawa aku terbilang sangat standar (menurutku). Aku tidak suka berdandan, karena menurutku terlalu membuang waktu, aku tidak punya pakaian sexy dan menarik karena aku tau harganya juga sangat mahal. Sementara aku harus berfikir bahwa aku akan tinggal di Universitas ini selama 3 tahun. Fashion tentu saja tidak menjadi prioritas utama hidupku. Namun 2 jam yang terasa membunuh itu berlalu akhirnya berakhir pada pukul 10 malam. Sepanjang jalan pulang aku berifkir.. Sembari menyusuri kawasan pertokoan yang sudah tidak beroperasi lagi dan dibawah hujan rintik-rintik, aku merunduk memperhatikan jalan yang aku tapaki. Seakan begitu jauh menuju rumahku yang sebenarnya hanya berjarak 800 m.. Aku merenungi tentang 2 jam yang baru saja aku lewati. Aku tidak punya cukup keberanian untuk tampil menghadapi ratusan orang. Mungkin inilah yang dinamakan demam panggung. Sesampainya dikamarku yang pas-pasan aku menatap sendal pinjaman dari temanku. Ingin rasanya aku mengutuk kaki dan hatiku yang tidak bisa berkompromi dengan sendal2 yang berbau kewanitaan..Hussshhh, dunia macam apa ini...

Tapi, aku akhirnya melewati malam itu dengan kesimpulan "cukuplah menjadi penyiar, karena cita-citamu bukan menghibur orang dengan joke2 lucu, tapi dengan bermain musik"..Bahkan sampai detik ini, keinginan untuk melanjutkan perkuliahan di bidang musik masih menjadi teriakan hatiku yang jarang bisa diajak kompromi.. Berdamai antara pemikiran, hati dan tingkat keegoisanku sangat jarang terjadi..
Tapi, enatah kenapa orang-orang yang bertemu dengan ku dan menanyakan profesiku sebagai penyiar, langsung berkesimpulan untuk menggunakan jasaku pada saat mereka mengadakan acara. DEMI TUHAN AKU TIDAK INGIN MENJADI MC dan mengalami masa-masa menyeramkan itu lagi.. Well, aku tidak bisa mengubah pikiran ratusan orang dengan pikiran aneh seperti yang miliki..

Alhasil, beginilah aku setahun terakhir setiap pehelatan kantor ku dulu, aku selalu dinobatkan untuk menjadi MC atau protokol.. Perasaan gemetaran dan panik itu masih saja menghantuiku.. Terkadang aku ingin sekali mengatakan bahwa "TEMAN, BAPAK2 IBU2 BANTULAH AKU UNTUK MENJADI ORANG YANG BEKERJA DALAM DUNIA SENI BUKAN ENTERTAINMENT"..
Walau sepertinya aku tidak punya teman sejati yang akan mendengarkan keluh kesahku, selain "Red Wine"-gitar kesayanganku dan "Fivi"- My First Violin..
Aku harap kalian yang membaca tulisanku bisa membantu..hahahahah-thanks B4 guys.. :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar