Sabtu, 02 Juni 2012

okay.....I Love You-Pertamina


Huftttthhh, ku kembuskan nafas panjang.. Demi Tuhan, cuaca sabtu ini 32 derjat C.. Landing dengan selamat setelah business trip ku dari Jakarta, tanpa terasa aku sudah kembali berada dimedan dan menikmati cuaca sepanas ini.. Well, pukul 12 siang saat aku kembali kekotanya orang Batak dan China..  Aku kembali ke kamar ala kadar ku dikawasan brayan dan bersiap untuk latihan mingguan biola ku.. dan setelah itu aku hanya memilih diam dikamar kos, daripada harus merelakan kulitku yang sudah makin gelap bertambah parah dengan sengatan cuaca yang jelas-jelas tidak bersahabat hari itu..

Dan sore harinya aku tidak bisa menolak ajakan yang sangat menggiurkan dari salah seorang temanku, dan aku menghabiskan Saturday night ku di Sun Plaza. Mall kebanggaanku  yang sudah lebih dari 2 Minggu tidak aku kunjungi..hahahah.. dan sisa malam minggu itu aku habiskan dengan merenung sepanjang malam.

Kembali terkenang pada saat aku masih di bangku sekolah dulu. Aku yang sering sekali menghabiskan waktu dipustaka sekolah untuk membaca semua buku2 puisi dan mencintai dunia sastra..iya-akulah orangnya yang bisa menciptakan lebih dari 2 puisi dalam sehari-kala itu.. Diantara kebingungan masa depan yang selalu menghantuiku.. dan akan berujung dengan kata-kata music, seni dan sastra..  Walau tidak sedikit pemikiran tentang bekerja dengan seragam  seperti yang  aku jalani sekarang.. Memang semua  berbeda dengan apa yang aku gemari…Dunia Seni dn Sastra..cukuplah blog ini, gitar dan biola sebagai penghiburku selama ini. Aku selalu mengutuk keberadaanku di Medan dan pekerjaan saat ini sebagai hal bodoh diantara hal bodoh lainnya dalam hidupku.. Namun, kali ini spertinya aku mulai lelah.. Mencoba untuk melawan arus kehidupan yang membawaku. Jiwa penjuangku mulai luntur. Setiap aku berfikir untuk hengkang dari pekerjaan saat ini, tiba2 saja aku bisa membayangkan masa laluku yang memang sangat tidak indah untuk dikenang…

Dan aku memilih merenungkan diskusi singkat dengan salah seorang temanku. Mencari lading baru untuk pekerjaan dan keluar dari pekerjaan yang sudah aku dapatkan sekarang adalah hal bodoh. Menurutnya aku harus berfikir tenang dan lebih banyak merenung. Aku seperti merasa kalah kalau harus mengakui bahwa aku akan berakhir seperti ini dan membiarkan pemikiran bahwa yang aku dapatkan saat ini sudah cukup. Aku masih merasa bahwa diriku bisa melakukan hal yang lebih spektakuler lagi dalam hidupku. Walau aku tidak tau apa yang akan aku lakukan.. hufttt, perasaan seperti apa ini!!! Tapi, lama kelamaan aku mencoba untuk perlahan merenungkan bahwa aku tidak bisa merubah dunia, melawan arus kehidupan hanya akan membuat ku sangat lelah.. Aku mencoba mellihat dan menikmati permainan hidup dengan makhluk-makhluk disekitarku. Mencoba menarik makna dari setiap peristiwa dan merelekskan hidupku seperti lantunan lagu-lagu Jazz..

Aku memutuskan untuk menyudahi perlawananku dan memilih untuk kembali ke jalan yang kata sebagian orang “ini adalah takdirmu”.. Dan membiarkan waktu memainkan pernanannya seperti yang digariskan Tuhan. Baiklah dengan segala kerendahan hatiku, aku menerima bahwa aku akan berada diperusahaan ini sampai batas waktu yang akupun  tidak tau.. Aku mencintaimu pekerjaanku, aku akan berusaha melakukan yang aku bisa. Dan aku harap tidak akan ada lagi kekecewaan terhadap keputusanku untuk tidak mengundurkan diri dari pekerjaanku..


Tidak ada komentar:

Posting Komentar