TRIP VIETNAM DAN CAMBODIA
Sepertinya setiap tahun tepatnya di Bulan Mei, kaki ku sedikit gatal
untuk melakukan perjalanan alakadarnya ke Negara-negara tetangga. Sebagian ada
yang menyebutnya ala ransel, ala backpacker, flashpacker. Dalam kamusku mungkin
lebih tepat disebut perjalanan “alakadarnya”.. Mei 2013 tepatnya tanggal 7, aku
kembali berkesempatan untuk dapat wara-wiri ke Negara lain. Bisikan dan rayuan
maut dari James-salah satu teman satu komunitasku akhirnya membuatku untuk
meporak-porandakan airasia.com. Setelah berkutat kurang lebih satu minggu,
akhirnya aku memutuskan untuk membeli tiket menuju Negara Vietnam untuk tanggal
7 Mei. Meski belum mendapatkan restu
dari Bos-“nekad”-mumpung masih remaja –muda belia-bahagia..hahahah..prett!!!!..
Berhubung gak ada tiket langsung Medan-Vietnam terpaksa harus nangkring
beberapa jam di Negara tetangga Malaysia. Apa kabar tiket pulang??!!!!
Banyaknya isu kenaikan BBM kala itu membuat aku sedikit bingung beli tiket
pulang apa gak, takutnya malah ada surat sakti yang tidak memperbolehkan
pekerja untuk cuti..!! Mati gw!!! Dari pada rugi tiket PP, mending satu kali
tiket pergi aja. Alhasil keputusan BBM yang diundur bikin gw beli tiket pulang
dadakan.. Siall!!! Harganya lumayan na’ujubilllee jugah.. Apalah daya, kaki
udah gatal..
Yep berbekal keberanian yang tak seberapa dan bermodalkan 150USD aku
memutuskan untuk pergi ke Vietnam dan Kamboja..Yup berhubung Kamboja katanya
deket dari Vietnam, aku memutuskan untuk nyicil Asia Tenggara dan menjambangi
Kamboja. Rencana yang tadinya Cuma ke Vietnam pun jadi berubah, mau nampang di
Kamboja..
7 Mei – Perjalanan ke Vietnam harus transit dulu ke Negara tetagga
Malaysia. Lumayan lama untuk flight berikutnya, membuat aku bisa wara wiri
Indonesiaku di Bandara Malaysia. Sembari menunggu kedatangan beberapa teman
seperjalananku yang akan bergabung, aku memutuskan untuk ngopi2 indah di
bandara Malaysia. Setelah sekitar 5 jam menunggu akhirnya kami bertemu seperti
teletubbies..*ups bener gak sih tulisannya begitu. Seperti biasa AIR Asia
seolah menjadi bidadari bagi para traveler modal alakadarnya seperti kami. Air
Asia membawa kami menginjakkan kaki di Vietnam, skitar pukul 9PM waktu
Indonesia bagian Vietnam- tidak ada perbedaan waktu sih kata pramugarinya.
Berhubung gw gabung di couchsurfing, so sebelum perjalanan dimulai
sudah contact2an sama member Vietnam dan untuk pertama kalinya bakal di host
sama orang asli Vietnam bernama Kevin. Nih anak baik budi sekali – mau
menjemput ke bandara dan dengan ramah menyapa “are you Rini”-
Kebingungan+laper+capek-langsung jawab “yes”.. Hari pertama di Vietnam- Aku,
James dan Kevin cukup disuguhkan street food yang murah meriah gak pakai becek.
Hmmh, pengalaman menegangkan pas pertama kali sampai di rumah sang Host- Keluarga
Kevin ramah dan menyambut kami dengan senyum (selama masih Asia sih masih enak
yenk-masih ada basa basinya)..huhuhu-Kamar untuk kami sangat nyaman sekali,
sebuah kasur ada Air Con nya dan lebih dari cukup untuk stay beberapa malam
saja. Hari pertama cukup sampai disini saja karena perencanaan untuk hari
berikutnya bisa di bilang dadakan.
8 Mei- Bangun tidur sekitar pukul 8 AM sepertinya kepagian bagi warga
Vietnam. Tapi kakiku dan James sudah sangat gatal ingin mutar2 kota. Penasaran
dengan Notre Dome dan beberapa bangunan Prancis lainnya. Kami memutuskan untuk jalan ke district 1
tempat dimana Notre Dome berada. Benar saja semua bangunan di wilayah ini
banyak nuansa Prancis nya. Yak aku suka. Menyusuri district 1, minum kopi,
berbicara dengan turis-turis lainnya. Cerita punya cerita ternyata Kevin akan
segera pergi ke Finlandia untuk meneruskan studynya.. Jadi sedikit iri, karena
anak ini menurutku lafal Inggrisnya sedikit berantakan tetapi bisa melanjutkan
study ke Findlandia, nah gw masih ngubrak ngabrik internet dulu untuk dapetin
scholarship. Tapi, memang jurusan yang doski ambil lebih terdengar sedikit
menarik. Kalau gak salah biotekhnologi..hmmh sains..
Notre Dome at District 1..
Btw, Berkunjung ke Kota Ho Chi Minh, sebenernya lebih seperti city
tour, karena untuk pemandangan alam atau sesuatu yang berbau adventure – jangan
harap bakal ketemu di Ho Chi Minh. Aku sempat juga mengunjungi salah satu Mall
yang isinya brand Eropa semua, mulai dari “Tou Les Jours- Bakery shop”,
Hollandis Caffee dan brand baju setara Louis Vitton dan Pierre Cardin.
Berhubung aku tidak menyediakan budget untuk shopping so “maaf sekali ya
baju2”-aku gak akan beli satu pun dari engkau. Cukup ngopi dan makan Roti
Prancis aja, aku rasa sudah cukup.
Bakery Shop Idaman!!!
Janjian ketemu dengan David dan Jenny, teman seperjalanan yang
memilih untuk stay di district 1. Dan barulah mulai memikirkan akan kemana
keesokan harinya.. Hahahahah, itenararynya sambil berjalan aja- namanya juga
unorganized person. Akhirnya kami
sepakat untuk pergi berenang ke sungai Mekong..”ups..” Gak lah
yauuu!! Kami Cuma ambil one day trip ke sungai Mekong. Sementara James dan
Agatha akan melanjutkan perjalanan mereka ke wilayah “Na Thrang”.. Aku
memutuskan untuk tinggal hanya 1 hari saja di rumah Kevin dan bergabung dengan
David dan James di District 1, karena perjalanan kami akan dimulai pagi2
sekali.
Menikmati suasana malam di District 1 menurutku cukup menarik. Selain
harga makanan dan minuman sangat terjangkau, suasanya pun ramai dipenuhi oleh
wisatawan. Walau sebenernya aku tidak suka keramaian,tapi aku cukup menikmati
suasana malam dikawasan tersebut. Aku, David, Jenny and Brendon (a local guy
who join couchsurfing-join us ). We were together had a dinner at Chineese
restaurant- still around District 1. Had a little bit conversation about next
destination and yeah just keep talking until 1 Am..
District 1
Mei 9th..
Hari kedua di Negara Vietnam sudah diputuskan akan pergi ke Sungai
Mekong, karena aku memang tidak punya rencana lain, akhirnya aku menyetujui ide
David untuk mengambil one day trip to Sungai Mekong.. Perjalanan sehari ke
Sungai Mekong bisa dijelaskan melalui beberapa foto berikut :
Peradaban sungai
Nil..eh, Sungai Mekong nih!!!
Sebenernya kalau
dipikir-pikir.. Sungai Mekong ini gak ada indah2nya, dibandingkan dengan Danau
Toba, jauhhhhhhhh sangat cint… Danau toba dengan segala keindahan dan kesegaran
udaranya tentu saja bikin ngangenin.. Tapi, kalau ente emang cita2 nya pengen
keliling dunia, ya kudu masukin Sungai Mekong di list perjalanan.. hahaha…
Sisa Peperangan
jaman dulu di hutan Sungai Mekong..
Selesai perjalanan dari sungai Mekong, tentu saja kami kembali ke
HCMC (Ho Chi Minh City). Sebelum pulang seperti biasa Mak Lon-ngajak wara wiri
district 1 lagi, sekedar nongkrong di sore hari plus menikmati Tiger Beer,
karena besok rencananya bakal beranjak ke Negara selanjutnya..
Mei 10th
Went back to the Guest House and berharap hari esok tidak akan pernah
ada.. Pagi yang cerah seharusnya kami awali dengan melanjutkan perjalanan
menuju Siem Riep. Apalah daya pesona Ho Chi Minh city membuat aku, David dan
Jenny bertahan di kota itu. Yup, kami extand one more day in Ho Chi Minh City. Hari
terakhir di Negara Vietnam itu kami habiskan dengan berpisah rute jalan lagi.
David tertarik untuk mengunjungi War Moseum dan aku dengan segala otak Seniku
tentu saja ingin mengunjungi “Art Moseum”. Karena kami sama-sama manusia bebas,
jadi kami berpisah tujuan dan sepakat untuk bertemu kembali disalah satu Coffee
Shop yang pelayannya sangat tertarik dengan Indonesia. Pria tersebut bernama
Teng (well, dalam tatanan bahasa Vietnam bukan begitu penulisannya). Jalan-jalan di seputaran District One
sumpaah!!! Gak bikin bosen. Walau sebenernya kota itu bisa khatam dalam
beberapa jam saja.. hahahah, Aku tetap suka muter-muter gak jelas di District
One.
The Art Moseoum –
HCMC – Vietnam
Sore itu ditutup dengan nongkrong rame-rame. Kevin – Anak yang
ngehost aku disana juga ikut bergabung dan memang seru sekali, si Waitress yang
lagi belajar Bahasa Indonesia, selesai sudah di Hajar David (maklumlah kawan
yang satu ini juga berprofesi sebagai Dosen, jadi beliau sangat suka mengajari
orang, kecuali gw-*murid badal…hahahahah)
Selesai dengan kopi-kopian kami semua berniat kembali ke Hotel. Tapi
aku dan Jenny memutuskan untuk kembali nangkring diseputaran jalan dan
memutuskan untuk minum bir and menikmati malam terakhir di Ho Chi Minh. Mak Lon (panggilan Jenny dari gw nih) ternyata
sangat suka wara-wiri dan bikin lelucon dari stiap manusia yang lewat. Salah
satu lelucon malam itu adalah “Rosalinda” (panggilan yang kami ciptakan untuk
perempuan yang menjual bunga sekaligus jual diri di pinggiran Ho Chi Minh)… hahahaha…ups,
tapi memang di tempat wisata selalu ada yang beginian…
Mei 11th
Okeyyyyy!!! Akhirnya selesai dengan muter2 Ho Chi Minh. Kami mulai
bersiap melihat sesuatu yang *harapannya beda banget dengan Indonesia.
Cambodia-hmmmmh…usut punya usut, Negara ini cukup 8 jam dari Vietnam, but kami
mau ke Siem Riep, so perjalanannya kurang lebih 14 jam. Setelah sekitar 4 jam
berkendara dari Vietnam kami memasuki perbatasan Vietnam Cambodia.. Rada
sereeeem!!!!!, Maklumlah polisi perbatasan plus petugas imigrasi di perbatasan.
“Shock Teraphy”..Dua orang turis dari China gak lolos… Busetttt!!!!! Aku, Jenny
dan David saling menatap.. Tentu saja dengan tatapan deg2an apakah kami akan
bernasib sama. Kebayang deh, mesti muter balik Vietnam dan harus hunting tiket,
sementara harga tiket kalau dadakan tau ndiri dah…. Muahalnya minta
sujud!!!!... Balik kecerita si turis China yang emang nasib nya siallll banget.
Mereka gak bisa bahasa Inggris, Cambodia apalagi bahasa Vietnam. Alhasil, minta
bantuan dari turis lainnya yang bisa bahasa Mandari plus Inggris. Aku langsung
menatap Jenny seraya berkata “Maklon, lu harus bantu nih orang”. Jenny yang
berhati bidadara pun datang dan mencoba menjelaskan permasalahan dari sang
petugas Imigrasi. And ternyata 2 turis ini masuk dari wilayah Utara Vietnam,
alias Hanoi, dan si Imigrasi menyatakan bahwa stamp di passport mereka tidak
membenarkan untuk keluar dari selatan Vietnam.. what!!!!!...hmmmh, Negara yang
cukup aneh. Indonesia dari Sabang sampai merauke, tetap aja ada satu stamp…
But, setelah negosiasi dengan petugas Imigrasi. Si petugas memberikan izin,
namun tetep mesti bayar denda..heheheh-“Denda”…Indonesia banjet yah!!!!...
Dan tibalah giliran kami.. Indonesianisasi..hahahahah…si petugas melihat
dengan tatapan membunuh mulai dari kepala
sampai kaki. Aku tau tidak satupun dari tampang kami yang menarik. Wajah
capek, sedikit lusuh dan lapar adalah pemandangan yang tidak asing diwajah
traveler.. Si petugas mulai menyamakan
wajah kayaknya antara di passport dan aslinya. Wheeeww, emang rada beda Pak
(bisikku dalam hati). Waktu bikin passport kehidupan masih bahagia dengan senyum 2cm kiri dan kanan. Aslinya yang
berdiri dihadapan Bapak-orangnya udah kurus kering, patah hati dan jarang
senyum karena masih “galau”, Si petugas Imigrasi sepertinya mengerti dengan
wajah menderitaku, dan membiarkan aku berlalu seraya berkata “Welcome to
Cambodia”. Huffftthhh, lega!!!
Perjalanan bus lanjutttt!!!! Tujuan berikutnya adalah Pnom Penh-Ibu
kota Kamboja.. Kami berhenti di station bus untuk switch bus menuju ke Siem
Riep.. Jam 12…teeeett toott!!! Waktunya makan. Dengan semangat 1945, masuk ke
ruang tunggu keberangkatan dan mulai melirik kiri kanan. Gila!!!! Ibu kota
Negara ini seeeeppiii!!!.. Seperti berada di kota Padang sambil dengerin lagu
Elvis “Love Me Tender”-tiba2 sekelilingku jadi berwarna hitam putih.. Demi
Tuhan!! Dunia macam apa ini.. Tapi, apa mau dikata, dalam otak hanya berfikir
semoga Siem Riep menawarkan nuansa yang sedikit beda..*wish…
Mak Lon – di Perbatasan
Vietnam & Cambodia
Setelah sejam menunggu, perjalanan pun dilanjutkan dengan bus yang
berbeda menuju kota Siem Riep.. Kami bertiga merasa semakin aneh dan mulai
capek, tidak banyak percakapan selama dalam bus. 1 butir antimo akhirnya aku
minum untuk menyelamatkan perjalanan yang masih sekitar 5 jam lagi.
“Mak Rin”….tiba-tiba Mak Lon alias Jenny membuat aku harus buka mata…
“sepertinya kita dah mau nyampe”…hmmmmh, lirik jam tangan, ternyata udah jam
5…fiuhhhh, aku melewatkan semua perjalanan..hahahah.. David sedikit sibuk untuk
konfirmasi hotel dan meminta petugas hotel untuk menjemput kami dari station
Bus. Nego pun berhasil. Sesampainya di station buskami disambut, salah satu
pengemudi “TUK2”.. well, becak motor disini namanya TUK2…
Sesampainya di Hotel, kami langsung ditawari paket perjalanan untuk
memasuki Angkor Wat. Sebenernya aku tidak terlalu tertarik untuk jalan2
dikawasan temple. Bagiku Cemara Asri jauh lebih menarik. Tapi, apalah daya
berhubung si “Angelina Jolie” pakai acara syuting pelem Thom Rider di sana,
terpaksa aku bulatkan tekad untuk menyambangi Angkor Wat.. Kesepakatannya
adalah masuk ke Angkor wat dengan menyewa guide dan tuk2. Total per orang
sekitar 6US diluar tiket masuk senilai 20USD…Wheeew, di kota ini serba mahal
emang, udah gitu catet ya, di Kamboja transaksi nya pakai USD man!!!
Tibalah saat nya cari makan malem, karena udah kemaleman, kami
putuskan untuk makan di hotel saja. Roof restaurant menjadi pilihan yang indah
pada malam pertama di Kamboja. Seperti biasa, nasi goreng selalu menjadi menu
andalan ku. Dan mumpung lagi travelling aku sempatkan untuk minum Bir khas
Kamboja bernama “Angkor Beer”. Setelah puas talking gak jelas, aku putuskan
untuk kembali ke kamar dan beristirahat. Maklum keesokan hari nya harus
keliling Angkor Wat, so aku mau tidur
dulu..
Angkor Premium Beer “My Country My Beer”
Mei 12th
Gara-gara ingin melihat sunrise yang katanya moment paling indah di
Angkor Wat, kudu bangun jam 5 – Subuh euyy!!!!.. Tapi tetap saja “telat” ,
namanya juga travelling.. Lebih banyak nyantai daripada seriusnya.. Terlambat
sampai dikawasan Angkor Wat, namun tetap saja indah untuk menikmati suasana
pagi dikawasan candi2 tersebut. Suasana Alam yang cukup indah dan asri
diseputaran Angkor Wat, bikin nyaman lah pokoknya. Puas dengan suasana pagi,
kami kembali ke hotel untuk sarapan sebelum selanjutnya kembali ke Angkor Wat
untuk memulai perjalanan muter2 Angkor Wat.
Me-at the front of Angkor Wat….
Pemandu perjalanan kami yang mahir berhasa Inggris dan Jerman
terlihat begitu antusias menjelaskan mengnai sejarah setiap tempat yang kami
singgahi. Tidak terasa sudah 3 jam dan si Pemandu membawa kami ke salah satu
restaurant local setempat untuk makan siang. Pada saat makan siang terjadi pembicaraan
aneh diantara kami. Entah karena kami tergolong manusia modern, entah karena
sudah capek. Aku menyatakan bahwa keliling di kawasan ini terasa begitu membosankan.
Dan ternyata David dan Jenny merasakan hal yang sama. Alhasil, kami memutuskan
untuk mengakhiri perjalanan di kawasan Angkor Wat, kami meminta sang guide
untuk mengantar kami ke Angkor Thomb, untuk sesi foto aja, karena di Angkor
Thomb ini nih si Angelina Jolie shooting, so gak mau kelewatan momentnya..
Setelah sesi pemotretan selesai, kami memutuskan untuk kembali ke penginapan.
Dan mulai berencana untuk pergi keliling kota Siem Riep, untuk membeli beberapa
souvenir. Kami memutuskan keluar sekitar jam 5 sore, karena sesampainya di
hotela setelah perjalanan muter2 Angkor Wat yang gak jelas, cuapeeeeknya mintak
ampun.
Ting Tong!!!! Jam 5.. Jalan di kota Siem Riep tidak seindah yang
dibayangkan, kebanyakan rada bingung. Ups!!!! Kagak ada angkot, taxi.. Pilihan
Cuma TUK2 dan mereka tentu saja tidak mahir berbahasa Inggris. Kami memutuskan
untuk jalan sedikit ke salah satu minimarket untuk melihat cemilan2 lokal ala
kamboja. Maak, tulisannya kagak ngerti dah!!! Ujung2nya beli semacam Chitato
ala Kamboja.. Wkawkwkwk. …..
Malam terakhir kami putuskan untuk mencari makanan yang benar-benar
bisa dimakan manusia.. Modal bertanya kanan kiri, Akhirnya kami menemukan
sesuatu yang sudah kami idam2kan selama seminggu .Tempat makan itu tidak lain
adalah “KFC”..ups, sorry nyebut label. Tapi, memang disaat2 seperti itu hanya KFC
makanan yang benar2 menggiurkan. Satu jam disana, kami merasa lega dan akhirnya
bisa menatap dunia dengan benar.
“Perut kenyang hatipun senang”….
Perbedaan antara orang yang lapar dan orang yang kenyang adalah
perasaan jiwa..ups!!! benar saja.. Jiwa yang kenyang bisa menikmati suasana
apapun ternyata. Dalam keadaan kenyang akhirnya kami jalan dan menemukan tempat
tourist mangkal di Siem Riep… Sangata di
sayangkan kami menemukannya di malam terakhir kami. Disana seperti sebuah pasar malam, dimana kita bisa beli
souvenir sepuasnya, makan and ngebir. Dan seperti ada sebuah pertunjukkan
jalanan. Goshhhhh, satu2 nya hal yang menarin ditemukan di malam terakhir, dan
kami tidak punya waktu begitu lama untuk menelusuri tempat ini. But, seandainya
kalian sempat ke Siem Riep, gak ada salahnya ke tempat ini. Bilangnya aja sama
tukang Tuk2 nya, mau ke KFC. Nah, lokasinya bakal berada diseputaran KFC itu..
Pokoknya jangan menghabiskan waktu di guest house lu aja dah pokoknya.. Kami
sempat jajan-jajan short dikawasan tersebut. Hmmmh, lumayanlah untuk hunting
beberapa souvenir unik..
Kepala Babi Ciiiinttt!!! See???!!!!!...banyak makanan yang bukan makanan manusia disana.. ups!!
Kepala Babi Ciiiinttt!!! See???!!!!!...banyak makanan yang bukan makanan manusia disana.. ups!!
Kami memutuskan untuk kembali ke penginapan sekitar pukul 11 Malam…
Malam terakhir teteup menyempatkan diri untuk mencoba “My Country My Beer”.. –
Angkor Beer!!!!.. Aku dan Jenny tetap
eksis kea tap penginapan untuk menikmati malam terakhir sembari melihat
pemandangan bule honeymoon lagi berenang..hahahah---Asem dahhh yang jomblo2
ini!!!!!!!.... Teng jam 12, kami memutuskan kembali kekamar bukan karena udah
malam, tapi karena udah sempoyongan. Wkwkwkw. Tapi, emang besoknya juga mesti
bangun pagi-pagi sekali untuk pergi ke Bandara.. Balik ke alam nya.
Mei 13th
Hari terakhir pun tiba.. Apapun upayanya tetap harus balik.. Udah
kebayang wajah Kingkong di rumah, tumpukan kerjaan dan kisruhnya orang Medan..
Bangun pagi pun terasa sangat menyebalkan, karena harus balik. Sudah pukul 6,
kamar kami belum ada kehidupan. Akhirnya aku memulai dengan grasak grusuk di
kamar mandi yang dilanjutkian dengan Jenny yang mulai kebingungan karena
membeli begitu banyak barang yang harus di bawa ke tanah air.. Itulah awal dari
hari terakhir di Kamboja, well, hari terakhir dari travelling juga sih
sebenernya. Sudah jam 7 dan kami mulai pontang panting@!!!!! Yuhuuuuuu,
akhirnya semua terselesaikan dalam kesembrawutan kehidupan pagi.. Berhubung
flightnya jam 10, jadi harus kudu2 ya… Belum lagi sarapan!!!!. Yup, kami turun
7.30 dan mulai mendesak si pelayan untuk bikin sarapan seinstan mungkin.
Akhirnya sarapan pun bernasib take away. Karena kami mesti pontang panting ke
airport. Sesuai perjanjian, pihak hotel mengantarkan kami semua ke airport. So,
kami semua ke Airport…
Sesampainya di Siem Riep Airport..bingung!!! again!!!.. Ini Airport
kok sepppiiiiii banget … Sumpah….kyknya kami pengunjung pertama hari ini..
Takut salah jadwal, serentak pada ngecek lagi tiket, benar gak sih
penerbangannya jam segini.. hmmmh..!!! Ternyata benar, kami bertiga memasuki
kawasan check in, itu lebih mirip pergi ke Supermarket yang baru buka.. Bandara
nya rapi, bersih, standarnya Bandara International lah.. dibandingkan
Polonia,,..Oke Polonia kalah!!! But, now, we had Kuala Namu International
Airport… Bandara baru ini gak bisa dibandingkan dengan Siem Riep Airport jelas
kebanting dahhhh si Kamboja… Kuala Namu bisa dibandingkan dengan Svarnabhumi
Inernational Airport in Bangkok.. Itu baru sebanding…well..welll…
Kami menunggu sekitar 1 jam sebelum akhirnya pesawat Air Asia membawa
kami kembali ke Kuala Lumpur untuk lanjutan penerbangan menuju Medan.. Oke
balik ke Tanah Air, sedikit malas melanda.. Tapi, dengan beberapa cerita
menarik sebagai oleh-oleh untuk teman2 komunitas travelling dan teman kantor,
itu cukup lah!!!..hehe..
Me – Front of the
Guest House in Siem Riep…















Jadi mana yg lebih bagus vietnam or camabodia?
BalasHapusKalau punya waktu luang coba jelajahi vietnam dari perbatasan kamboja. Bisa pakai bus atau kereta api. Aku suggest vietnam sih
BalasHapus