10 Agustus 2011
Ada banyak dalam hidup ini yang membutuhkan terlalu banyak pengertian. Mencuri itu dosa-Tapi, dia mencuri karena keterpaksaan, Anaknya sakit namun, tidak ada seorang pun yang peduli. Bahkan pihak rumah sakitpun menutup mata kepada mereka. Kita hanya bisa ikut prihatin dan memberikan rasa pengertian kepada si pelaku. SEBENARNYA pelaku pencurian tersebut bersalah dan dipenjarakan namun, sudah SEHARUSNYA kita sebagai sesama manusia membantu mereka yang sedang ditimpa musibah, sehingga mereka tidak harus melakukan tindakan yang melanggar hukum seperti itu.
Hidup...hhhhh...hiduplah pada kehidupan yang menghidupimu...hiduplah untuk terus bernafas atau bernafaslah pertanda kau masih hidup...
Melakukan apa yang seharusnya dilakukan terkadang dipandang salah oleh orang lain. Terkadang mereka menginnginkan kita melakukan seperti apa yang mereka minta atau atas dasar kebiasaan turun menurun. Walau tau itu salah, tapi tidak bisa berbuat apa2 karena pekerjaan tersebut diperintahkan oleh orang tua kita, teman atau orang yang kedudukannya lebih tinggi dari kita. Apakah tidak ada Tuhan yang ditakuti oleh mereka yang memaksakan sesuatu kepada orang yang tidak berdaya seperti bawahan mereka.
JUJUR- kata yang sangat sering kita dengar dan sudah tidak asing lagi.. Tapi, sikap JUJUR itulah yang sudah tidak ada lagi.. Kalaupun ada sikap ini rata-rata berada pada orang-orang yang berada dalam kesusahan. Orang yang hari ini bekerja sebagai pengojek sepeda dan besok tidak tau lagi mau makan apa. Jujur lebih sering berada pada mereka yang mengharapkan langit cerah hari ini sehingga mereka bisa mengolah lahan mereka untuk ditanami aneka tanaman untuk kebutuhan sehari-hari. Mereka tidak sibuk dengan memasang topeng sana sini. Tapi, mereka memiliki kebahagian hati, dan tidur lelap tanpa harus minum obat tidur, tanpa harus mengalami kadar gula yang tinggi, tanpa harus mengalami stroke akibat stress..Mereka melakukan apa yang seharusnya mereka lakukan, tanpa beban akan hantu auditor, koreksi atasan atau penilaian kinerja tahunan..
Uang memang terkadang bisa membeli keperluan kita. Tapi, tidak untuk cinta dan kebahagiaan.
Aku dulu hidup dengan sangat sederhana sebagai anak pedagang yang berjuang mendapatkan beasiswa agar bisa mencukupi kebutuhan pribadi dan pendidikanku. Aku merasa bahwa uang merupakan pokok pertama persoalan hidup. Tapi, setelah aku mendapatkan rizki yang begitu melimpah, jauh di dasar hatiku aku merasa kosong dan begitu tidak berdaya. Aku merasa dipenjara dalam kehidupanku sendiri. Aku tidak bisa melakukan yang seharusnya aku lakukan. Tangan dan kakiku seperti terbelenggu untuk melakukan hal yang benar. Rahasia besar yang harus aku pendam dari dunia luar.
Ingin sekali aku rasanya menjadi seorang Daniel Sahuleka yang hanya sibuk dengan gitarnya dan melantunkan lagu-lagu Pop Jazz yang menggugah hati khalayak banyak..atau menjadi pemilik toko buku yang hanya sibuk dengan stock buku mereka. Mereka berjalan dengan kaki mereka tanpa ada yang akan membayangi kehidupan mereka.. Hidup hanya memikirkan yang sebenarnya harus dilakukan.
Kepada rekan-rekanku yang sengaja atau tidak sengaja membaca blog ku.. Hiduplah kalian diatas kaki kalian sendiri dan yang terpenting lakukan hal yang benar-benar menjadi pilihan hati yang sudah difikirkan dengan matang. karena suara hati yang tulus tidak akan pernah SALAH...
Lakukanlah apa yang sebenarnya, jangan menggunakan topeng yang akan membuat anda hanya menemukan manusia-manusia topeng lainnya...
hai rini..kadang hidup mu penuh tawa juga ya..padahal kau fisiknya terlihat misteriuss..hihihi...ngeeerrii :P
BalasHapuspercuma ada pepatah yang menyatakan dund judge a book by the cover..Tapi, aku tidak bisa membatasi penilaian orang lain atas keterbatasan mereka yang hanya bisa melihat dengan mata telanjang, tanpa menggunakan bathin..Syukur kalau mata itu masih bisa melihat dengan benar, kalau mata itu sudah minus 3 atau 4 apakah kau akan langsung percaya pada apa yang dilihat oleh mata itu..heheh-pelajaran berarti sejak aku menderita rabun minus 2 pas SMA...
BalasHapus