Dunia berubah ketika aku banting stir karena lagi –
lagi menemui Maret 2012..Maret dengan tragedinya yang datang begitu cepat. Aku
yang sudah mempersiapkan tembok untuk menghadang pertempuran bathin yang aku
yakin akan kembali terjadi di Bulan ini. Namun, semua itu sia2 saja karena
akhirnya aku kembali harus mengutuk takdir sialku yang tidak bisa dekat dengan
sahabat dan mencoba memilih seseorang untuk aku jadikan sayap-sayap ku… Lagi
–lagi aku harus menelan pil pahit dari orang yang aku jaga dunianya 24 jam..huampppphh…
Menimbulkan rasa yang bisa dibilang nyeri, karena aku melihatnya dari sisi yang
berbeda, yang aku pikir bisa aku jadikan telinga bagi suara hatiku yang mungkin
tidak akan didengarkan oleh orang-orang..dan aku mendengar hatinya..ya aku bisa
mendengar ketidaktulusan itu, dan rasa kasihannya saja yang membuat aku menjadi
begitu direndahkan oleh orang seperti dia.. bahkan mungkin dimata orang-orang
disekelilingnya,,..
9 Maret.. dan tepat 2 tahun yang lalu aku merenung
dikamar kontrakkan di kawasan Batusangkar, menatap undangan pernikahan
seseorang yang membuat aku merasa Dunia benar-benar tidak adil. Maret tahun
lalu, aku kembali tak bisa menahan airmataku, kembali memagut kedua kakiku
dalam kamar kontrakanku di Batam, sambil menatap surat mutasi ku ke Medan. Dan
kali ini aku kembali merenung untuk sesuatu yang tidak jauh berbeda, kenyataan yang
harus aku terima dan suara hati yang harus aku dengarkan.. Kebohongan dari
orang yang tidak pernah aku bayangkan akan ia lakukan padaku. Pemikirannya tentang
aku setelah mendengarkan ceritaku, aku berfikir bisa ia terima. Namun, ternyata
hanya untuk mempermalukan aku dihadapannya…
Sekarang aku mencoba untuk kembali membangun puing-puing yang dihancurkan, serpihannya menjadi lebih kecil..puzzle yang sangat sulit untuk digabungkan kembali.. dunia ini terasa begitu kecil, setiap sudut aku menemui orang – orang yang sama seperti dirinya…aku selalu berfikir seandainya ini Hutan dan tidak ada hukum, selain hukum rimba, maka yakinlah dia sudah lama aku terkam dengan taring2 dan kucabik-cabik tubuhnya, seperti serpihan puzzle hatiku.. Namun, aku hanya bisa menatapnya dengan tatapan kecewa dan menelan ludah seperti seorang loser yang tidak sanggup berbuat apa-apa.. Kembali mendengarkan lagu2 dengan tema kesendirian, terkesan galau dan tragis.. Pilihan hidup yang kembali harus aku jalani.. Ini sudah yang ketiga kalinya, dan ya,,,,aku manusia bodoh yang tidak pernah belajar dari tragedy hidup….
Hmmmh, dan seperti kisah made of honour, aku tidak bisa membenci orang seperti dia…rasa yang sudah aku biarkan tumbuh untuk bisa menerimanya.. sebuah responsible yang harus kau pertanggungjawabkan ketika kau menyayangi seseorang, kau harus sanggup menerima perlakuannya yang membuatmu kecewa…Apapun yang ia lakukan tetap saja aku tidak bisa membohongi hatiku bahwa aku menyayanginya sbg satu2nya sahabat hatiku, walau mungkin ia tak merasakan hal yg sama..”theres something u don’t understand, I want to be your friend”..
Berlangsung dalam waktu yang sangat cepat 3 bulan saja… Aku sudah memilih kalah dan menyerah menghadapi hidupku.. dan membiarkan apapun saat ini meracuni pikiran dan pola hidup yang sudah bagun beberapa tahun ini… Aku kembali menjalani hidup sebagai orang tempramen, tak bisa dibantah, keras kepala dan awut-awutan… Karena berusaha membuka hati untuk sahabat sepertinya membuat hati dan kehidupan jauh lebih berantakan.. Apalagi untuk urusan cinta..Apa yang ditawarkan oleh cinta tidak pernah begitu menarik perhatianku.. Tidak semenarik tawaran hidup bersama pria kulit putih alias “bule”.. huammmpphhh….
Well, begitulah Maret kali ini…datang begitu cepat dan
aku sedang menunggu datangnya April, karena seperti biasa, bulan ini biasanya
bisa membawaku kearah yang lebih baik, setelah pertempuranku di Bulan Maret..
Aku tak sabar menunggu April yang tinggal seminggu lagi….

Bukankah orang- orang seperti kita harusnya memiliki pilihan yang lebih baik.
BalasHapusiya, seharusnya kita memiliki begitu banyak pilihan.. Namun, terkadang pilihan lain itu seolah tertutup karena sudah memilih sesuatu yang menurut kita lebih baik dari yang..Namun, ternyata pilihan itu salah dan kita kembali seperti terjebak untuk menemukan pilihan yang lebih baik, namun dalam keadaan terluka..Maka, katakan padaku kehidupan seperti apa yang sedang aku, kau dan mereka jalani...
BalasHapusSeperti sebuah buku rin, lembaran sebelumnya mungkin kotor,mpenuh coretan dan usang, namun kita akan selalu menemukan lembaran baru tuk memulainya dengan pilihan yang lebih baik. Jadi rin, buat pilihan baik utk kita tulis besok.. :-)
BalasHapus