Jumat, 30 Maret 2012

TERKADANG HIDUP…



Aku terlalu keras terhadap hidupku, ya aku terlalu keras.. Aku menggunakan benteng yang menurutku lapisannya melebihi baja. Mempertahankan satu sisi yang seharusnya tidak aku lakukan.. Mereka berkata tentang aku, mereka berfikir tentang aku.. Salah seorang teman sperjalananku akhirnya berkata “anggaplah pemikiran dari orang itu semacam kritikan atas hidupmu”. Benteng diriku langsung berkata bahwa mereka tidak berhak memiliki pemikiran itu terhadap ku.. karena aku tidak pernah mengurusi urusan orang lain.. dan jadilah aku manusia batu yang selalu menahan pukulan keras dari luar sebisa aku..terkadang retak bahkan pecah, namun serpihan batu bagaimanapun akan selalu disebut batu, sampai hancur menjadi halus dan berakhir menjudi pasir. Kali ini aku melunak dan membiarkan pemikiran orang terhadapku menjadi bahasan diskusi dengan diriku sendiri sebelum tidur.. Aku sering duduk menyendiri disebelah vihara favoriteku dan memandangi kolam burung yang memberikan begitu banyak penyegaran bagi pikiranku yang selalu berkecamuk.

Aku terlalu keras mengatakan pada diriku untuk membina rumah tangga dengan pria asing.. Aku mempelajari hidup mereka, cara berrfikir mereka, bad habit mereka.. terkadang aku lupa bercermin untuk melihat siapa aku sebenarnya, aku 5 tahun lalu yang begitu semangat untuk menaklukan dunia, menjadi orang besar dan terkenal, menjadi orang yang selalu dibicarakan Ibuku, menjadi anak kebanggaannya dan dapat selalu membuatnya bangga memiliki aku dengan segala ketidaksempurnaanku dimata orang lain…. Aku sibuk dengan memperkaya diriku untuk selalu menjadi unggul dari orang lain.. Aku  melupakan gaids kecil yang selalu ingin terbang dan menjelajahi dunia dengan jemarinya yang kecil, menatap kedua mata ayahnya, dan merasakan harapan besar ayahnya yang mungkin sekarang selalu mengawasinya dari alam sana….. hari ini aku merasa begitu berdosa dengan semua jalan hidup yang selalu ingin aku coba.. Aku menatap diriku ke cermin masuk jauh kedalam diriku dan melihat aku jauh kedalam mataku, dan ya aku bisa melihat ada ayahku disana, ibuku, anak2ku dan beberapa orang yang berusaha menggapaiku..

Dan kali ini aku merasa memang sudah terlalu jauh memutar kehidupanku. Untuk kembali pun rasanya terlalu sulit, kalau diteruskan pun aku tidak tau akan melakukan apa.. Mungkin kali ini aku berhenti sejenak dan melepaskan beban-bebanku..menikmati udara segar, gemericik dedaunan dan mendengarkan lagu2 slow emotion favoriteku..ya aku kembali membaringkan badan diatas kasur menatap atap kos ku, dan membiarkan mataku mengenang orang-orang yang selalu ingin aku berikan cahaya lilinku yang mulai redup, namun mampu memberikan ketenangan bagi yang menatapnya..ya… lilin yang selalu tidak dianggap orang diantara cahaya terang benderang lainnya.. lilin yang mampu memberikan suasana syahdu, namun harus rela tertiup angin dan berusaha untuk terus memberikan cahaya pada orang yang bahkan tidak sadar akan kehadirannya..


Okay, its time for me to take a rest…..

4 komentar:

  1. Hidupmu akan berubah kalau kamu mengubahnya. Lelah? Bangkitlah rin, masih banyak lembaran baru yg bisa kita isi...

    BalasHapus
  2. no, its time for me to take a rest...

    BalasHapus