Beautifull
Life..
Sudah lama
memang aku tidak menulis kisah tentang film-film yang pernah aku tonton, bahkan
banyak diantara film itu yang memberikan inspirasi mendalam bagi kehidupan..
Salah satunya film yang baru tadi malam aku tonton.. judulnya Beautifull Life.
Judulnya sangat ironi dengan kisah kehidupan yang diceritakan di film.. Film
ini diproduksi di China, mengambil lokasi di Beijing dan Hongkong..
Oke..here
we go…
Diawali dengan pertemuan antara seorang gadis mabuk yang diselamatkan oleh Polisi setempat karena gadis ini mabuk berat dan bertingkah bodoh sepanjang jalan. Melihat hal ini Polisi muda bernama Fang Chen Dong tak tega. Ia menuntun gadis ini pulang. Tempat tinggal yang sangat nyaman sebuah apartemen mewah ditengah kota Beijing. Polisi muda ini merasa kasihan karena selama mabuk berat sang gadis secara tidak sengaja berbicara mengenai kehidupannya yang sangat pelik dan ia pun tak sanggup menghadapinya. Ia merasa sendirian dalam hiruk pikuk Beijing, satu-satunya orang yang ia cintai berselingkuh dengan rekan bisnisnya. Orang tua nya pun hanya tau meminta uang, begitu juga dengan adik2 dan Ayahnya. Dalam mabuk itu pun sang gadis mencaci maki kehidupan, dan merayu sang polisi muda sampai pada akhirnya ia menggigit lengan Fang ChenDong.. Polisi itu menyelimuti sang gadis, membiarkan sang gadis tertidur dalam semua permasalahan hidupnya..
Selama jalan pulang ChenDong berfikir tentang kehidupan yang ia sendiri pun terkadang lelah untuk menghadapinya. ChenDong memiliki seorang adik dengan kekurangan-adiknya sulit berbicara, kerjanya sehari-hari hanya melukis anime, terkadang mengenakan kostum badut dan bermain bersama anak-anak.. Sedangkan dirinya sendiri hanyalah Opsir biasa yang ditinggalkan istri karena tak tahan dengan kesusahan hidupnya bersama ChenDong, sejenak ia teringat dengan gadis muda yang mabuk. Ia cantik, punya uang, namun permasalahan hidupnya pun tak kalah pelik..
Keesokan harinya saat memberikan adiknya makan siang. Accidently ia kembali bertemu dengan gadis muda itu, ia melakukan kesalahan sehingga Chendong harus memberinya warning. Sang Gadis malah memberinya secarik kertas bertuliskan namanya Li.. Dihari berikutnya mereka kembali bertemu di sebuah swalayan, saat itu ChenDong sedang membeli bahan2 untuk membuat pangsit, nona Li malah mengambil trollinya karena ia akan melakukan hal yang sama, namun malas untuk memilih bahan-bahan pangsit. Kemudian menelpon ChenDong kerumahnya dan memaksa ChenDong untuk memberinya pangsit buatan ChenDong.. Sesampainya disana ternyata datanglah seorang pria tampan dan kaya.. Bisa ditebak ia adalah kekasih nona Li bernama Andrew. Li langsung memeluk pria itu, dan karena tampang ChenDong yang sangat biasa ia mengatakan kepada kekasihnya bahwa pria yang didapur itu adalah seorang tukang reparasi Air Conditioner (AC). Saat itu ChendDong langsung berfikir bahwa wanita muda ini hanya menganggapnya seorang rendahan bahkan untuk teman pun tidak. Chendong memilih untuk pergi dan berkumpul bersama teman2nya disebuah tempat makan emperan..Beberapa saat kemudian nona Li pun menelfon dan memintanya untuk datang. Anehnya ChenDong tak pernah bisa menolak permintaan wanita ini. Sesampainya di Aprtemen Nona Li, ia menemukan wanita itu mabuk berat, mulai menceritakan tentang pria brengsek yang baru saja ia temui dan bagaimana pria itu telah menipunya sampai ia tak punya apa-apa lagi, yang tersisa hanya pakaian2nya dan beberapa benda kesayangannya.
Keesokan harinya ChenDong menerima tawaran itu untuk membuntuti pria tersebut dan mendapatinya bersama wanita lain. Chendong dan Li pun akhirnya melabrak sang Pria dan meminta pria tersebut untuk memberikan semua komisinya atas penjualan apartement yang telah ia lakukan. Sang Pria berkilah bahwa semua uang tsb telah digunakan untuk membayar tagihan kartu kredit nona Li yang jumlahnya sangat besar. Akhirnya ChenDong dan Li pulang dengan rasa kecewa dan Nona Li tentunya merasa sangat patah hati dan memilih untuk tinggal bersama Chendong dan adik lelaki ChenDong. Li mulai mencoba untuk menata hidupnya kembali memulai bisnis dengan meminjam uang ke Bank dan mecoba kembali peruntungannya di Kota Beijing. Namun, memang nasib baik tidak memihak padanya, bisnis yang belum sempat ia rintis harus disita karena dalam pembangunannya menyalahi aturan kota Beijing dari segi safety dan tata tempatnya. Beijing memang menerapkan aturan yang tepat dalam hal penataan ruang. Salah sedikit saja maka siapapun anda, apapun usaha anda tetap saja usaha tersebut tidak layak dan akhirnya di tutup paksa. Li sangat stress dan akhirnya memutuskan untuk kembali ke Hongkong ketempat orang tuanya. Ia pergi tanpa member tau ChenDong.
ChenDong merasa ada yang aneh dengan hidupnya, karena untuk pertama kalinya semenjak ia bertemua Li, hari itu tidak ada telp berdering tidak ada pesan dan tidak ada teriakan. Ia mulai mencai Li kesana kemari dan tetap tidak menemukan Li. Chendong akhirnya memilih pulang, namun ia merasa ada yang aneh dengan dirinya. Ia seperti hilang ingatan dan melupakan sesuatu. Adik lelakinya pun merasa ada yang aneh dengan kakaknya. ChenDong berjanji akan membuat makan malam, namun ia pulang larut dan merasa bahwa itu biasa saja, dan selalu membuat pangsit dan mengatakan bahwa sudah lama tidak memakan makanan tersebut. Akhirnya Chendong memutuskan untuk memeriksakan dirinya ke Dokter. Well, hasil pemeriksaan tersebut menunjukkan bahwa dirinya mengalami penggumpalan darah di otak akibat benturan keras yang pernah ia alami saat ia bertugas. Dan itu mengakibatkan ia akan mengalami kepikunan lebih cepat. ChenDong merasa sangat terpukul, ia pun memilih mengundurkan diri dari kepolisian, memilih pindah kesuatu tempat terpencil dan meninggalkan semua kenangannya dengan nona Li di kota Beijing..
Namun, jauh di Hongkong sana kehidupan Nona Li pun tak kalah peliknya, uangnya hanya tersisa beberapa dollar saja sementara ia melihat Ibunya asyik bermain Mahjong dan meminta Li agar mempersiapkan uang untuk pernikahan adik perempuannya. Li benar-benar merasa hidupnya berakhir saat itu, ia mulai melihat isi dompetnya, yang ia temukan hanyalah sebuah note berwarna kuning yang pernah di letakkan Chendong dalam dompetnya pada saat ia mabuk. Ia mulai membuka note kecil tersebut, menggoresinya dengan pensil dan samar2 ia mlihat sebuah tulisan tangan bertuliskan “jangan merasa sendiri lagi karena ada aku” – Fang ChenDong.
Sesaat Li
kembali terkenang akan polisi muda yang sudah ia repotkan dengan semua tingkah
bodohnya pada saat ia mabuk. Ia memutuskan menelfon salah seorang temanya untuk
memberinya sejumlah uang untuk kembali ke Beijing. Ia sampai dikota Beijing dan
langsung menuju ke rumah Chendong, namun yang ia temukan bukannya Chendong,
malah penghuni baru rumah tersebut. Ia mengunjungi kantor polisi tempat pria
itu bekerja dan lagi2 menemui kekecewaan karena ChenDong sudah pergi dan
mngundurkan diri dari kepolisian. Ia memilih membuat laporan dikantor tersebut
ttg hilangnya seorang Fang ChenDong. Li kembali bekerja sebagai seorang
customer Service untuk penjualan rumah dan apartment sambil terus mencari
informasi dimana keberadaan polisi muda yang mulai ia cintai. Akhirnya berita itu
sampai pada salah seorang teman Chendong, ia menemui Li dan memberikan semua
barang titipan Chendong kepada Li. Li kaget karena semua barang titipan itu
adalah semua barang2 Li yang dibersihkan oleh Chendong pada saat ia memilih
kembali ke Hongkong. Chendong sangat berhati-hati memilahnya dan menyusunnya
dalam beberapa kotak. Teman Chendong pun memberitahukan kepada Li dimana
keberadaan Chendong sekarang. Dan tanpa pikir panjang Li memilih untuk langsung
menemui polisi muda itu. Ia bertemu dengan Istri adik Chendong dan mereka pun
langsung mempersilahkan Li untuk masuk dan menunggu Chendong di dalam rumah. Li
pun mengetahui bahwa Chendong sakit dan sangat terharu saat akhirnya mereka
bertemu, seorang wanita cantik yang bahkan tidak pernah difikirkan Chendong
apakah ia mau manjadi teman. Saat ini dihadapannya meneteskan air mata dan
memeluknya seolah mengatakan bahwa aku membutuhkanmu disini selamanya. Mereka
pun akhirnya menikah.
Kisah ini tidak berakhir begitu saja, karena Li yang tadinya berkecukupan harus rela hidup susah bersama Chendong, Adiknya dan Istri Adik Chendong. Li selalu memberikan catt2 kecil kepada suaminya agar tidak melupakan apapun yang ia lakukan. Hingga suatu saat setelah pulang bekerja penyakit Chendong kambuh, ia hendak menjemput Li dari kantornya, namun ia hanya diam didalam bus sampai berjam-jam. Li menunggu dengan gelisah, bukan marah kepada suaminya, namun gelisah karena ia tau akan penyakit suaminya. Chendong sadar akan hal itu setelah sekitar 4 jam berada didalam bus yang sama. Ia tersentak dan berlari seperti orang gila karena taku membuat Li kecewa. Namun, ia kaget saat menjumpai bahwa wanita anggun itu dengan sabar dan menunggunya disebuah taman kecil didepan kantornya. ChenDong mulai gugup dan merasa sangat bersalah, Li menatapnya dan mengatakan “aku ingin mengucapkan terima kasih padaku karena kau telah menitipkan malaikatmu padaku”. Seketika Chendong terpana, matanya mulai berkaca-kaca, ia merasa sangat terharu, ia yang dengan segala keterbatasannya dicintai seorang gadis dan mau menjadi ibu bagi anak2nya. Ia menangis bahagia dan memeluk Istrinya yang akan segera menjadi Ibu.
Mereka pun
bersiap untuk kelahiran si Kecil, yang bahkan terkadang ia lupa namanya..
Namun, pertengakaran selalu mewarnai rumah tangga mereka karena salah paham
Chendong. Chendong merasa bahwa istrinya tidak mempercayainya karena sering
menanyakan kembali hal yang sama. Padahal Li hanya bermaksud mengingatkan.
Sampai pada saat ia bertengkar hebat dan chendong memilih untuk keluar sejenak.
Di luar ia melihat seorang pencuri kemudian mengejarnya, namun Chendong
kehilangan jejak pencuri tersebut, dan tiba2 kepalanya dipukul hingga mengalami
pendarahan hebat. Ia koma selama beberapa hari, hingga pada akhirnya Li tak
sanggup menjaganya dan jatuh sakit.
Kisah ini berakhir saat Li kembali membuka mata dan melihat pria yang disayanginya duduk disampingnya dan akhirnya mereka kembali berbahagia disebuah rumah yang sangat sederhana bersama keluarga kecil mereka. Li hingga saat ini terkadang masih belum percaya kehidupan yang ia khayalkan dari kecil untuk menjadi wanita karir dan menikahi pria kaya berakhir bersama ChenDong. Namun, ia merasa kehidupannya sangat complete sehingga ia tidak merasa menyesal sedikitpun karena telah memilih seorang pria seperti ChenDong…
Guyssss…terkadang hidup tidak melulu cintaaa saja, terkadang hidup ini juga bukan tentang uang saja. Banyak kisah2 menarik, mengharukan tentang pengharapan, perjuangan, bagaimana bertahan dalam cobaan. Hanya orang yang pernah jatuh lah yang tau caranya untuk bangkit dan pada akhirnya berdiri untuk mengatakan bahwa “Aku bahagia dan Aku sukses”.. jangan pernah merasa takut jika kau bersama orang yang kau cintai dan kau sayangi.. Dia bisa jadi hanya seorang teman biasa, yang mungkin tak pernah engkau hargai keberadaanya.. Bisa jadi orang yang kau sayangi adalah anakmu yang dengan menatap matanya saja kau bisa melihat duniamu sendiri. Atau mungkin dia adalah orang tuamu yang sudah mulai menua dimakan usia….
Buat yang
belum nonton pelm ini..gw suggest dah..nonton yeee!!!!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar