Kamis, 17 Mei 2012

New Friend!!!





Setelah 5 bulan menunggu datangnya bulan Mei. Akhirnya bulan yang penuh dengan rencana travelling ini datang juga. Dengan perencanaan yang lumayan berantakan akhirnya bulan Mei ini dapat aku lalui dengan cengar cengir sana sini.. Cerita ini harus dimulai dengan gagalnya keinginanku untuk menjajaki wilayah Nanggroe Aceh Darussalam. Dengan mempertimbangan kondisi keuangan yang morat marit aku putuskan untuk menunda keinginanku ke negeri  Serambi  Mekkah ini.  Pilihan libur 4 hari dalam rangka keagamaan umat kristiani aku habiskan di Pulau Samosir tepatnya di Tuk2. Aku sangat menyukai tempat ini, menurutku ini adalah tempat paling strategis untuk bersembunyi, menenangkan fikiran dan melupakan semua hiruk pikuk dipikiran ku. Awalnya aku hanya ingin menikmatinya sendirian, seperti  kebiasaanku yang lebih suka menikmati duniaku sendiri, menjadi berbeda dari kebanyakan orang. Unik-dan itulah aku. Namun, salah satu teman sejawatku sangat ingin kesana dan memintaku agar mengizinkannya ikut. Baiklah weekend ini kami menghabiskan waktu bersama.

Otak, hati dan perasaanku begitu bahagia bisa menghirup udara segar danau Toba dan menyaksikan keindahan alam disana. Aku memilih MAS Cottage untuk  menghabiskan istirahatku. Disinilah aku bertemu dengan seorang gadis muda asal Jerman. Ia sangat ramah dan melemparkan senyum persahabatan  dari teras penginapannya yang bersebelahan dengan ku. Aku balas dengan senyum dan teguran hangat Hi, where ar u come from? Dan dia menjawab Jerman. Jerman-salah satu Negara favorite ku dan tak pernah aku hapus dari list perburuan travelling ku. Kemudian aku menanyakan namanya, walau sempat ia sebutkan aku tidak begitu mendengar ucapannya yang begitu lembut dan berantem dengan suara air danau toba yang diterpa angin.  Baiklah, aku menyudahi tegur sapa itu dan mulai memainkan beberapa lagu  sementara temanku langsung bergumal dengan air danau toba dan menikmati sejuknya udara sore itu.  Kemudian salah satu teman kami dari America – Ammon datang dan bergabung. Tak disangka-sangka gadis Jerman pun akhirnya nimbrung dan berenang bersama. Siallll!!!! Aku belum bisa berenang dan cukup merasa menjadi pengamen untuk menghibur “BIG FISH” ini.. Begitulah hari pertama aku mengunjungi Tuk2 untuk yang kelima kalinya dalam 1 tahun ini.

Hari kedua aku bangun sekitar pukul 6 dan aku memilih untuk langsung keluar dari kamar penginapan dan menikmati udara yang super dingin, begitu sepi dan tenang. Lebih dari sejam aku menikmati pemandangan sambil mendengarkan lagu-lagu slow emotion ku. Setelah satu jam berlalu temanku akhirnya membuka matanya untuk melihat Danau Toba pagi itu, dan kembali bergumal dengan air, berenang. Untuk kesekian kalinya aku merasa bodoh karena belum bisa berenang. Seolah ingin menambah penderitaanku, 2 traveller dari Singapore datang bergabung untuk berenang, dan penderitaanku bertambah karena sang gadis Jerman yang sudah terbangun pun memilih  nyemplung ke Danau Toba. Baiklahhhh, aku akan menjadi penonton setia pertunjukkan manusia2 ikan ini pikirku..hummpphh!!!!..Disinilah dengan jelas aku menanyakan namanya dan berapa lama ia akan menghabiskan waktunya dinegeriku ini. Gadis itu bernama Marie (sebelum akhirnya aku tau nama lengkapnya adalah Karie Mircher). Tanpa diduga ternayata Marie berencana kembali keMedan untuk meneruskan perjalanannya ke Bangkok pada hari Sabtu, sama denganku. Hanya saja aku akan menuju Bangkok pada minggu selanjutnya. Tanpa pikir panjang aku dengan jiwa satria baja hitam-pembela kebenaran dan keadilan langsung menawarkan tumpangan untuk ikut bersama kami, dan kami akan mengantarkannya langsung ke Bandara. Yeahhh we’ve got a friend!!!

Marie pun ternyata tertarik dengan ajakan ku untuk pergi ke White Sand dan menikmati pemandangan lainnya dari Danau Toba… Akhirnya kami pun  berjanji untuk bertemua di White Sand, bermain catur.. Haha, aku sangat senang bisa menjadi temannya.. Dari sanalah akhirnya aku tau bahwa usianya 23 tahun 2 tahun lebih muda dari usia ku.. Aku memintanya untuk memanggilku Uni daripada Kakak, karena sedikit sulit untuk dia ucapkan. Entah kenapa ketika ia memanggilku Uni, aku benar2 merasa bahwa dia adikku dan patut untuk dilestarikan—Lho..ups, maksudnya untuk aku jaga. Jiwa siskamling ku langsung membuatku serasa jadi bodyguard baginya..hahahahah…Malam harinya kami habiskan dengan BBQ ikan dan jagung, karena beberapa teman kantorku ternyata memilih tempat yang sama untuk menghabiskan akhir pekannya… Malam itu Marie tidak ikut bersama kami, dan pada saat BBQ jagung hujan yang tidak bersahabat mengguyur tanah Samosir sehingga kami harus rehat sekitar 1 jam. Keesokan harinya tepat jam 6 pagi –knock2..i knocking her doors.. sebagai tanda bahwa ia harus segera bersiap untuk pergi bersama kami.. Ferry penyebrangan pertama pun akhirnya lewat dan terpaksa kami menunggu hingga 2 jam untuk Ferry selanjutnya..  Kopi susu selalu menjadi minuman favoritenya di Tanah Sumatera, ya..kami sama2 penggilan kopi..

Tepat pukul 9 Ferry yang kami tunggu2 akhirnya datang.. Ini merupakan pengalaman baginya menaiki Ferry untuk angkutan mobil. Dalam perjalanan Ferry terlihat beberapa pria pencinta dunia fotografi mencuri gambar2 Marie, ia memotret adekku.. Sontak saja Marie merasa kurang nyaman.. hahah, aku langsung memberikan isyarat kepada pemotret gadungan itu untuk menghentikan tindakan bodohnya.. Kami melanjutkan perjalanan menuju kota Medan. Namun, diseputaran kota Siantar kami istirahat disalah satu rumah makan Minang. Aku menyarankan untuk makan siang dengan menu masakan minang. Teman Jermanku ini ternyata menyukai Rendang, daun Ubi dan daun Pepaya.. hahahah—Manusia Daun yang suka dedaunan… 

Ditengah perjalanan ternyata kami mendapatkan masalah baru, band mobil sebelah kiri sepertinya mengalami kebocoran..Hufttthhhh..ku tarik nafas panjang..Aku tidak mengkhawatirkan Bannya, namun penerbangan Marie ke Bangkok pukul 5 Sore, sementara kami mengalami kebocoran ban, dan itu sekitar pukul 12 siang..pufttthhhh, perjalanan kami terhambat selama 20 menit karena harus menukar Ban..
Dan dengan kecepatan serta kepanikan kami harus segera menuju Medan.. Well, aku adalah orang dengan tingkat kepanikan yang sangat tinggi. Setiap saat aku memastikan berapa lama lagi perjalanan kita menuju bandara.. Aku tidak bisa membayangkan kalau Marie bakal ketinggalan pesawat….humphhh… Masih dengan kepanikan aku langsung meminta bantuan salah satu teman travelling ku untuk melihat tiket ke Bangkok untuk keesokan harinya. Aku juga sudah memikirkan dimana ia akan menghabiskan malam hari, dan tentu saja bersama ku.Pukul 3 sudah sore itu, dan kami terjebak di kawasan Tj. Morawa.. Muka ku sudah hampir seperti ayam mau disemblih, sementara Marie hanya terpaku diam..hahahahahah…-malah gw yang cemas… Perasaan lega akhirnya sekitar setengah 4 kami memasuki kawasan di belakang bandara. Dan tepat jam 4 kami berhasil mengantarkan adekku ini di keberangkatan Luar Negeri…hufftttttt—pikirku dalam hati… Aku memintanya untuk mengabariku kalau2 akhirnya pihak imigrasi mempermasalahkan keterlambatannya tersebut..Namun, syukurlah ia selamat….

Welll, empat hari yang menyenangkan plus menegangkan.. Sesampainya aku dirumah pada hari Sabtu itu, aku melepaskan lelah sambil mendengarkan lagu2 slow emotion favoriteku dan membiarkan pikiranku larut dalam lantunan music tersebut.. Tiba2 lamunanku terhenti, sebuah pesan singkat aku terima.. “yes all good..thank u for everything..kau selalu di hati..kamu baik!sampai jumpa”..  Aku tidak menduga dia akan menggunakan kata2 yang sempat aku ajarkan saat perjalanan menuju medan.. “kau selalu dihati” merupakan salah satu bait dari lagu Indonesia , kalau tidak salah lagu dari seventeen.. Dan sampai sekarang kami masih tetap berteman.. hmmhh, mungkin aku lebih menganggap dia adikku-lebih dari sekedar teman, walau hanya 2 hari bersama..

Bagiku semua orang bisa saja menjadi temanku, namun jangan heran kalau suatu saat aku bisa saja menghapus kalian dari list pertemananku karena kalian melanggar hukum pertemanan.. Mungkin bagi sebagian orang –kekasih adalah segala-galanya.. Namun, aku begitu mengagungkan persahabatan. Pengkhianatan, perselingkuhan bukan hanya dalam dunia Cinta kekasih, namun juga dalam hubungan cinta persahabatan.. Aku bisa mencintai seseorang sebagai sahabatku hanya dalam hitungan detik dan aku juga bisa begitu membecinya dalam hitungan yang sama.. dan aku akan selalu mengingat hal buruk yang ia lakukan padaku, wlaupun aku memaafkannya “im forgiven but not forgotten”
Kalau kalian tidak suka, kalian boleh pergi meninggalkan aku.. Aku sudah menjalani hidupku sekitar 25 tahun mengarungi beberapa kota dan tempat2 teraneh yang pernah ada. Kenal dengan ribuan type manusia.. Aku tetap bisa berdiri tegar, karena AKU adalah AKU dan AKU akan tetap begitu…




Tidak ada komentar:

Posting Komentar