Setelah 5 bulan menunggu datangnya bulan
Mei. Akhirnya bulan yang penuh dengan rencana travelling ini datang juga.
Dengan perencanaan yang lumayan berantakan akhirnya bulan Mei ini dapat aku
lalui dengan cengar cengir sana sini.. Cerita ini harus dimulai dengan gagalnya
keinginanku untuk menjajaki wilayah Nanggroe Aceh Darussalam. Dengan
mempertimbangan kondisi keuangan yang morat marit aku putuskan untuk menunda
keinginanku ke negeri Serambi Mekkah ini.
Pilihan libur 4 hari dalam rangka keagamaan umat kristiani aku habiskan
di Pulau Samosir tepatnya di Tuk2. Aku sangat menyukai tempat ini, menurutku
ini adalah tempat paling strategis untuk bersembunyi, menenangkan fikiran dan
melupakan semua hiruk pikuk dipikiran ku. Awalnya aku hanya ingin menikmatinya
sendirian, seperti kebiasaanku yang
lebih suka menikmati duniaku sendiri, menjadi berbeda dari kebanyakan orang. Unik-dan
itulah aku. Namun, salah satu teman sejawatku sangat ingin kesana dan memintaku
agar mengizinkannya ikut. Baiklah weekend ini kami menghabiskan waktu bersama.
Otak, hati dan perasaanku begitu bahagia
bisa menghirup udara segar danau Toba dan menyaksikan keindahan alam disana.
Aku memilih MAS Cottage untuk
menghabiskan istirahatku. Disinilah aku bertemu dengan seorang gadis
muda asal Jerman. Ia sangat ramah dan melemparkan senyum persahabatan dari teras penginapannya yang bersebelahan
dengan ku. Aku balas dengan senyum dan teguran hangat Hi, where ar u come from?
Dan dia menjawab Jerman. Jerman-salah satu Negara favorite ku dan tak pernah
aku hapus dari list perburuan travelling ku. Kemudian aku menanyakan namanya,
walau sempat ia sebutkan aku tidak begitu mendengar ucapannya yang begitu
lembut dan berantem dengan suara air danau toba yang diterpa angin. Baiklah, aku menyudahi tegur sapa itu dan
mulai memainkan beberapa lagu sementara
temanku langsung bergumal dengan air danau toba dan menikmati sejuknya udara
sore itu. Kemudian salah satu teman kami
dari America – Ammon datang dan bergabung. Tak disangka-sangka gadis Jerman pun
akhirnya nimbrung dan berenang bersama. Siallll!!!! Aku belum bisa berenang dan
cukup merasa menjadi pengamen untuk menghibur “BIG FISH” ini.. Begitulah hari
pertama aku mengunjungi Tuk2 untuk yang kelima kalinya dalam 1 tahun ini.
Hari kedua aku bangun sekitar pukul 6 dan
aku memilih untuk langsung keluar dari kamar penginapan dan menikmati udara
yang super dingin, begitu sepi dan tenang. Lebih dari sejam aku menikmati
pemandangan sambil mendengarkan lagu-lagu slow emotion ku. Setelah satu jam
berlalu temanku akhirnya membuka matanya untuk melihat Danau Toba pagi itu, dan
kembali bergumal dengan air, berenang. Untuk kesekian kalinya aku merasa bodoh
karena belum bisa berenang. Seolah ingin menambah penderitaanku, 2 traveller
dari Singapore datang bergabung untuk berenang, dan penderitaanku bertambah
karena sang gadis Jerman yang sudah terbangun pun memilih nyemplung ke Danau Toba. Baiklahhhh, aku akan
menjadi penonton setia pertunjukkan manusia2 ikan ini
pikirku..hummpphh!!!!..Disinilah dengan jelas aku menanyakan namanya dan berapa
lama ia akan menghabiskan waktunya dinegeriku ini. Gadis itu bernama Marie
(sebelum akhirnya aku tau nama lengkapnya adalah Karie Mircher). Tanpa diduga
ternayata Marie berencana kembali keMedan untuk meneruskan perjalanannya ke
Bangkok pada hari Sabtu, sama denganku. Hanya saja aku akan menuju Bangkok pada
minggu selanjutnya. Tanpa pikir panjang aku dengan jiwa satria baja
hitam-pembela kebenaran dan keadilan langsung menawarkan tumpangan untuk ikut
bersama kami, dan kami akan mengantarkannya langsung ke Bandara. Yeahhh we’ve
got a friend!!!
Marie pun ternyata tertarik dengan ajakan
ku untuk pergi ke White Sand dan menikmati pemandangan lainnya dari Danau Toba…
Akhirnya kami pun berjanji untuk
bertemua di White Sand, bermain catur.. Haha, aku sangat senang bisa menjadi
temannya.. Dari sanalah akhirnya aku tau bahwa usianya 23 tahun 2 tahun lebih muda
dari usia ku.. Aku memintanya untuk memanggilku Uni daripada Kakak, karena
sedikit sulit untuk dia ucapkan. Entah kenapa ketika ia memanggilku Uni, aku
benar2 merasa bahwa dia adikku dan patut untuk dilestarikan—Lho..ups, maksudnya
untuk aku jaga. Jiwa siskamling ku langsung membuatku serasa jadi bodyguard
baginya..hahahahah…Malam harinya kami habiskan dengan BBQ ikan dan jagung,
karena beberapa teman kantorku ternyata memilih tempat yang sama untuk
menghabiskan akhir pekannya… Malam itu Marie tidak ikut bersama kami, dan pada
saat BBQ jagung hujan yang tidak bersahabat mengguyur tanah Samosir sehingga
kami harus rehat sekitar 1 jam. Keesokan harinya tepat jam 6 pagi –knock2..i
knocking her doors.. sebagai tanda bahwa ia harus segera bersiap untuk pergi bersama
kami.. Ferry penyebrangan pertama pun akhirnya lewat dan terpaksa kami menunggu
hingga 2 jam untuk Ferry selanjutnya.. Kopi susu selalu menjadi minuman favoritenya
di Tanah Sumatera, ya..kami sama2 penggilan kopi..
Tepat pukul 9 Ferry yang kami tunggu2
akhirnya datang.. Ini merupakan pengalaman baginya menaiki Ferry untuk angkutan
mobil. Dalam perjalanan Ferry terlihat beberapa pria pencinta dunia fotografi
mencuri gambar2 Marie, ia memotret adekku.. Sontak saja Marie merasa kurang
nyaman.. hahah, aku langsung memberikan isyarat kepada pemotret gadungan itu
untuk menghentikan tindakan bodohnya.. Kami melanjutkan perjalanan menuju kota
Medan. Namun, diseputaran kota Siantar kami istirahat disalah satu rumah makan
Minang. Aku menyarankan untuk makan siang dengan menu masakan minang. Teman
Jermanku ini ternyata menyukai Rendang, daun Ubi dan daun Pepaya..
hahahah—Manusia Daun yang suka dedaunan…
Ditengah perjalanan ternyata kami
mendapatkan masalah baru, band mobil sebelah kiri sepertinya mengalami kebocoran..Hufttthhhh..ku
tarik nafas panjang..Aku tidak mengkhawatirkan Bannya, namun penerbangan Marie
ke Bangkok pukul 5 Sore, sementara kami mengalami kebocoran ban, dan itu
sekitar pukul 12 siang..pufttthhhh, perjalanan kami terhambat selama 20 menit
karena harus menukar Ban..
Dan dengan kecepatan serta kepanikan kami
harus segera menuju Medan.. Well, aku adalah orang dengan tingkat kepanikan
yang sangat tinggi. Setiap saat aku memastikan berapa lama lagi perjalanan kita
menuju bandara.. Aku tidak bisa membayangkan kalau Marie bakal ketinggalan
pesawat….humphhh… Masih dengan kepanikan aku langsung meminta bantuan salah
satu teman travelling ku untuk melihat tiket ke Bangkok untuk keesokan harinya.
Aku juga sudah memikirkan dimana ia akan menghabiskan malam hari, dan tentu
saja bersama ku.Pukul 3 sudah sore itu, dan kami terjebak di kawasan Tj.
Morawa.. Muka ku sudah hampir seperti ayam mau disemblih, sementara Marie hanya
terpaku diam..hahahahahah…-malah gw yang cemas… Perasaan lega akhirnya sekitar
setengah 4 kami memasuki kawasan di belakang bandara. Dan tepat jam 4 kami
berhasil mengantarkan adekku ini di keberangkatan Luar
Negeri…hufftttttt—pikirku dalam hati… Aku memintanya untuk mengabariku kalau2
akhirnya pihak imigrasi mempermasalahkan keterlambatannya tersebut..Namun,
syukurlah ia selamat….
Welll, empat hari yang menyenangkan plus
menegangkan.. Sesampainya aku dirumah pada hari Sabtu itu, aku melepaskan lelah
sambil mendengarkan lagu2 slow emotion favoriteku dan membiarkan pikiranku
larut dalam lantunan music tersebut.. Tiba2 lamunanku terhenti, sebuah pesan
singkat aku terima.. “yes all good..thank
u for everything..kau selalu di hati..kamu baik!sampai jumpa”.. Aku tidak menduga dia akan menggunakan
kata2 yang sempat aku ajarkan saat perjalanan menuju medan.. “kau selalu dihati” merupakan salah satu
bait dari lagu Indonesia , kalau tidak salah lagu dari seventeen.. Dan sampai
sekarang kami masih tetap berteman.. hmmhh, mungkin aku lebih menganggap dia
adikku-lebih dari sekedar teman, walau hanya 2 hari bersama..
Bagiku semua orang bisa saja menjadi
temanku, namun jangan heran kalau suatu saat aku bisa saja menghapus kalian
dari list pertemananku karena kalian melanggar hukum pertemanan.. Mungkin bagi
sebagian orang –kekasih adalah segala-galanya.. Namun, aku begitu mengagungkan
persahabatan. Pengkhianatan, perselingkuhan bukan hanya dalam dunia Cinta
kekasih, namun juga dalam hubungan cinta persahabatan.. Aku bisa mencintai
seseorang sebagai sahabatku hanya dalam hitungan detik dan aku juga bisa begitu
membecinya dalam hitungan yang sama.. dan aku akan selalu mengingat hal buruk
yang ia lakukan padaku, wlaupun aku memaafkannya “im forgiven but not forgotten” …
Kalau kalian tidak suka, kalian boleh
pergi meninggalkan aku.. Aku sudah menjalani hidupku sekitar 25 tahun
mengarungi beberapa kota dan tempat2 teraneh yang pernah ada. Kenal dengan
ribuan type manusia.. Aku tetap bisa berdiri tegar, karena AKU adalah AKU dan
AKU akan tetap begitu…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar